Diana Jalan-jalan Ke Candi Ratu Boko Jogja

Candi Ratu Boko

Jalan-jalan ke Candi Ratu Boko Jogja ini menjadi penutup dari liburan hari raya selama 3 minggu yang kami jalani. Meski hari tersebut merupakan hari terakhir kami di kampung halaman, tak menyurutkan semangat kami bertiga untuk mampir ke Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan, sebelum bertolak menuju Jakarta pada malam harinya. 

Dengan sepeda motor pinjaman, kami menuju Prambanan di tengah hari yang terik. Debu jalanan dan asap kendaraan yang selalu padat saat liburan Lebaran, menjadi teman perjalanan. Diana sih bisa anteng tidur di jalan, karena memang jamnya tidur siang. Jadi saat di Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan nanti, memang sudah pas waktunya bangun dan jalan-jalan, anaknya nggak cranky lagi.

Harga tiket masuk Candi Ratu Boko per orangnya Rp. 25.000,- tapi saya ambil yang paket dengan Candi Prambanan jadi Rp. 50.000,- per orang, sudah termasuk free shuttle. Sayang, free shuttle hanya sampai jam 15.00, sehingga tidak bisa melihat sunset di Candi Ratu Boko, padahal yang terbaik di sana adalah sunset-nya. (Ternyata oh ternyata, kalau tiba di Candi Ratu Boko setelah jam 15.00, harga tiket masuk melihat sunset adalah Rp. 70.000,- wow! Bhihik, komersil bingit ya nih candi.)

Karena masih tengah hari dan cuaca terik, saya sewa payung seharga Rp. 5.000,- per buah. Lumayan, buat nahan panas saat naik ke atas candi yang tinggi itu. Ngos-ngosan juga ternyata naik tangganya sampai ke atas, sambil sesekali gendong anak bayi raksasa. Sesampainya di ataspun, ternyata candi ini sangat luas. Sekitar 25 hektar totalnya. Wedew!

Candi Ratu Boko Jogja
Panas terik gini enaknya mimik cucu. 😀

Candi Ratu Boko Prambanan

Karena waktu terbatas (jemputan terakhir menuju Candi Prambanan jam 15.30) kami nggak sempat keliling ke semua sudut Candi Ratu Boko Jogja ini. Hanya melewati gapura dengan 2 tingkatan yang terdiri dari 3 pintu dan 5 pintu, lalu mampir makan di sebuah warung dan sempat ke sebuah sumur (yang kabarnya mengandung misteri apalah), pendhapa dan keputren dan terakhir sampai ke areal kolam. Kami tak sempat ke gua yang namanya gua lanang dan gua wadon.

Di beberapa bagian masih terlihat batu-batu yang tergeletak dan beberapa pekerja yang sedang menatah batu. Heran sih kalau membayangkan yang ditatah adalah batu yang sudah ribuan tahun itu. Apa nggak sayang? Sepertinya membuat lubang agar dua buah batu bisa tersambung dan kemudian disusun menjadi candi seperti sedia kala. Apa nggak bisa ya, ditata seperti nenek moyang dulu saat membuatnya? Hahahaha.

Candi Ratu Boko ini adalah candi kedua yang didatangi Diana. Dulu, saat usianya satu tahun, Diana juga sempat main-main ke Candi Barong. Lokasi Candi Barong ini juga nggak jauh dari Ratu Boko, tapi masih naik lebih ke atas lagi.

Kalau mau maen ke Candi Ratu Boko, saya sarankan sih ambil paket dengan Candi Prambanan saja, tapi bawa kendaraan pribadi ke sana sebelum jam 3 sore, jadi masih bisa masuk dengan tiket paket seharga Rp. 50.000,- itu, nggak perlu bayar tiket masuk sunset. 😉

Tulisan ini sudah 3,850 kali dibaca

6 thoughts on “Diana Jalan-jalan Ke Candi Ratu Boko Jogja

  1. Lah , si dedek Diana nya udah besar toh.. Umurnya berapa mb? Perasaan waktu saya terakhir kali mampir disini dek diana nya masih kecil , masih bayi. ( terakhir mampir 3 tahun lalu #wqwq #yajelaslah #bego )

  2. Kemarin aku libur 10 hari. Dan menurutku masih kurang lama soalnya pas puasa full kerjaaa hahaha.. harusnya aku mulai libur pas beberapa hari sebelum lebaran haha.

    Btw, aku belum pernah ke sini. Kapan2 ke sini ah. Mau lihat sunset sama foto levitasi hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *