Good Job Nana! Sudah Berani Berangkat Sekolah Sendiri

Diana itu anak yang lumayan suka diceritain. Terutama saat menjelang tidur. Kalau sudah kehabisan ide dan bahan cerita, terkadang saya menceritakan kisah nyata saya sendiri. Salah satunya adalah ketika saya masih kecil, seumuran dengan dia.

Saya ceritakan bagaimana dulu saya bersekolah TK. Setiap pagi menu sarapan saya adalah sama dari hari ke hari, nasi putih pakai kecap dan lauknya telur ceplok pakai kerupuk putih. Bah, sangat nggak kreatip ya simbahnya Nana di bidang permasakan. HAHAHAHAHA.

Saya berangkat dan pulang sekolah (dulu di kota Klaten) diantar naik becak. Keluarga kami punya tukang becak andalan. Jadi ya aman, pulang pergi sekolah naik becak langganan, soalnya sekolahnya lumayan jauh (1,5 kilometer kalau saya lihat jaraknya berdasarkan Google Map).

Hari pertama sekolah Nana dulu, saya antarkan sampai sekolah. Tetapi karena kepagian, nomer dua sampai di sekolah, jadi saya pamit, ijin buat ditinggal saja. Anaknya mau. Ya sudah, saya pulang. Jadi hari pertama sekolah, sukses tidak saya tungguin. Ya kalo hari pertama aja udah bisa ditinggal, ngapain juga ya selanjutnya saya tungguin?

Anak Sekolah TK Continue reading “Good Job Nana! Sudah Berani Berangkat Sekolah Sendiri”

Dicari: Lunchbag Tenteng Lebar Minimal 26 cm

Sampai saat ini, saya udah lumayan punya banyak lunchbox. Bukan hanya dari satu merek, tetapi berlain-lainan. Tetapi tak satupun lunch bag yang sudah saya beli. Alasannya, belum perlu. Semua lunchbox masih muat dan aman-aman saja dimasukkan ke dalam tas sekolah Diana. Ada lunchbox yang leak proof, ada juga yang tidak. Yang tidak anti bocor ya dipakai bawa bekal keringan saja.

Masalah awal sih udah muncul saat saya beli Lego Lunchbox. Ini kotak desain awalnya mungkin bukan buat bawa bekal ya, tapi storage gitu buat nyimpen Lego. Entahlah. Yang pasti emak-emak kekinian sekarang banyak banget yang pakai Lego lunchbox ini. Jadinya saya ikutan beli juga deh. Hahaha.

Continue reading “Dicari: Lunchbag Tenteng Lebar Minimal 26 cm”

Tentang Belajar Membaca

Diana sekarang umurnya 5 tahun dan sudah sekolah TK. TKnya Diana ini ngajarin muridnya membaca sejak TK A. Diana sih langsung saya masukin ke TK B, karena nanti pengennya dia sudah masuk SD di usia 6 tahun.

Meskipun SD negeri mensyaratkan usia minimal 7 tahun, nggak masalah lah sekolah di SD swasta kalau saya. Tapi Diananya malah maunya sekolah di SD negeri saja yang deket rumah. Ya nanti didiskusikan lagi. Karena SD negeri harus 7 tahun, apakah Diana sekolah TK jadi dua tahun, apakah nunggu sambil les ketrampilan lainnya seperti berenang dan nari/bela diri. (Anaknya mau silat, btw.)

Selain membaca, di sekolah juga diajarin menulis. Kalau berhitung belum sih, tapi justru Diana sudah belajar berhitung di rumah malah sudah bisa kurang-kurangan segala. Tambah-tambahan sederhana dua digit juga sudah mulai bisa sih, tapi belum intens belajarnya.  Continue reading “Tentang Belajar Membaca”