101 Worksheets Untuk Anak Prasekolah

worksheets untuk anak prasekolah

Worksheets untuk anak prasekolah- Diana sudah berusia 4 tahun sekarang, tetapi saya memilih untuk belum memasukkannya ke sekolah. Biarlah nanti masuk Taman Kanak-kanak di usia 5 tahun, atau malah 6 tahun. Saat ini, di usia prasekolah, saya mengajaknya belajar sambil bermain, dan sesekali mengenalkannya dengan lembaran kerja atau worksheets untuk anak prasekolah yang sesuai dengan kemampuan anak di usianya.

Worksheets berikut tidak ada yang saya buat sendiri, semuanya hasil pencarian saya melalui Google, sampai ketemu di (mayoritas) blog-blog mama-mama di luar negeri, meskipun ada satu dua web yang dikelola oleh bapak-bapak.

Saya tidak simpan link blog-blog tersebut secara spesifik, karena kebiasaan saya yang lebih banyak langsung print begitu nemu lembaran yang saya anggap bagus untuk belajar Diana. Beberapa ada yang saya download dan simpan di komputer, terutama filefile yang berbentuk PDF berisi puluhan halaman dalam satu judul, dan biasanya semua lembaran mencantumkan watermark.

Sila melihat link blog pada bagian paling bawah dari tulisan ini, jika teman-teman ingin mendapatkan worksheets serupa. Biasanya satu blog memiliki banyak sekali printable gratis yang mereka bagikan untuk subscriber-nya. Saya juga berlangganan banyak blog, sehingga bisa mendapatkan update jika blogger tersebut mengunggah printable yang dibagikan secara gratis.

Karena alasan yang sudah saya sebutkan di atas, di tulisan ini saya akan cantumkan sumber printable yang saya cetak, tetapi hanya link blog-nya saja, bukan link spesifik untuk men-download printable tersebut. Mungkin akan ada beberapa printable yang tidak mencantumkan watermark dan saya tidak tahu lagi di mana sumbernya, dengan berat hati saya tidak tuliskan sumbernya, sila memberi masukan jika Anda tahu.

Dari 101+ worksheets yang sudah saya cetak ini, tidak semua mau dikerjakan oleh Diana. Ada yang dikerjakan beberapa kali, dengan menghapus dan mengerjakannya berulang, ada pula yang hanya dibolak-balik dilewati, tanpa mau mencoba mengerjakannya.

Ya nggak masalah buat saya, karena berdasarkan pengalaman, setelah beberapa lama hanya dilihat-lihat saja, nanti akan ada waktunya dikerjakan. Lama-lama juga tertarik kalau sering disodorkan.

Perlu diketahui bahwa setiap anak itu unik, dan memiliki kemampuan berbeda-beda. Worksheets berikut bukan suatu ukuran. Tidak semua anak prasekolah harus bisa (mengerjakan semua) worksheets ini. Masing-masing anak bisa saja menonjol di satu atau banyak kecerdasan majemuk yang bisa dibaca di tulisan saya yang ini.

Jika ada yang penasaran, bagaimana saya menyiapkan worksheet untuk Diana ini, berikut apa saja yang saya lakukan:

Stok Kertas A4

  • Stok banyak kertas ukuran A4 untuk mencetak.

Beli kertasnya sekalian sekian rim. Hahaha. Tentu ini sudah satu paket dengan printer dan tinta berwarna ya. Saya sudah coba perbandingan antara cetak hitam di atas kertas putih, dibandingkan dengan cetak berwarna, jauh. Saat dicetak tanpa warna, Diana kurang semangat melirik lembaran-lembaran kerja tersebut. Cuma bilang, “Ini diapain, Ma?” Tetapi terus diam saja walaupun sudah saya jelaskan, yang ini diginiin, yang ini diginiin.

Jauh berbeda saat saya cetak berwarna. Tanpa harus banyak meminta Diana mengerjakan, malah muncul keinginan anak untuk belajar. Makanya sudah tepat pilihan saya membeli sebuah printer berwarna hasil dari menulis di blog.

  • Beli plastik dan binder ukuran A4.

Untuk apa? Supaya worksheet-nya bisa dikerjakan berulang-ulang. Tidak seperti buku LKS yang dikerjakan dengan pinsil atau pulpen, worksheet yang sudah saya cetak, saya masukkan ke dalam plastik yang bisa dilepas-pasang di binder.

Tidak semua lembaran saya berikan ke anak sekaligus. Dalam satu hari, paling sepuluh atau dua puluh lembar saja yang bisa dipilihnya. Yang dikerjakan biar saja hanya satu atau dua lembar. Nanti diganti-ganti mana saja yang sudah sering dikerjakan, ditukar dengan lembaran yang baru lagi.

Kalau nyetak sekaligus banyak. Kadang satu worksheet saya cetak dua atau tiga lembar sekaligus, siapa tahu anaknya melepas kertas dari plastiknya dan mengerjakan langsung di atas kertas. Jadi tumpukan cetakan worksheet yang saya miliki, buanyak banget, hehehe…

  • Beli spidol untuk whiteboard dan siapkan tisu.

Diana saat ini masih lebih banyak pegang spidol whiteboard daripada saya ajari corat-coret pakai pensil dan pulpen.

 

Teman-teman bisa lihat video saya di atas, supaya bisa dapat gambaran, seperti apa sih, worksheet-worksheet yang saya omongin dari tadi. Video itu sebenernya ada saya lagi ngomong nerangin, tapi karena saya nggak biasa pakai GoPro, ternyata kalau GoPro dimasukin ke sarung yang biasa buat nyelem di aer, suaranya jadi nggak kedengeran. Hahaha, dodol. Udah ngerekam, males ngulang lagi dan belum belajar caranya dubbing video. Jadi ya sila lihat videonya, dan baca tulisan saya buat keterangannya ya. HAHAHAHAHA.

Kira-kira gambarannya seperti yang sudah saya contohkan dalam video di atas. Nah, sekarang, yuk mari kita bahas satu per satu worksheets untuk anak prasekolah yang bisa diberikan untuk anak usia prasekolah seperti Diana. 

Traveling Selama Mudik Lebaran

Beberapa tahun belakangan, saya suka sekali dengan moment mudik Lebaran, karena pada saat itulah, sekaligus bisa dimanfaatkan dengan jalan-jalan. Cukup banyak menghemat budget, karena perjalanan pulang pergi dihitung pengeluaran mudik, bukan hanya untuk sekedar traveling. Jadi, yang perlu disiapkan dengan matang hanyalah waktu yang cukup lama untuk cuti.

Soal tempat wisatanya, ya dicari saja yang dekat-dekat dengan rumah di kampung halaman. Toh, masih banyak banget tempat di sekitar kita yang belum pernah dikunjungi, kan, meskipun bertahun-tahun tinggal di daerah tersebut?

Cerita traveling selama mudik tahun ini meskipun nggak banyak, tapi bikin seneng. Seneng karena masih sempat jalan-jalan bareng keluarga. Dari 5 tempat, yang barengan sama keluarga hanya yang ke Pantai Krakal, yang lain jalan-jalan sendiri bertiga ajah.

5 Tempat Wisata Yang Sempat Kami Datangi:

Pantai Kukup

Pantai Kukup Continue reading →

Cerita Mudik Lebaran Tahun Ini

Mudik Lebaran tahun ini, kami naik kereta api ekonomi, baliknya ke Jakarta baru naik kereta bisnis. Karena udah biasa naik kereta api ekonomi, ya biasa-biasa aja sih, nggak ada kekhawatiran Diana bakal nggak nyaman. Terjauh naik kereta ekonomi itu waktu libur Lebaran tahun lalu, sebelum ke kampung mampir dulu ke Batu.

Libur tahun ini nggak bisa terlalu lama, cuma 12 hari, jadi kami nggak jalan-jalan dulu, langsung pulang kampung aja.

Berangkat dari rumah naik taksi dan sesampainya di Stasiun Senen, kaget karena bayarnya jauh lebih murah dari tahun lalu. Tahun lalu kalau nggak salah tarifnya sekitar seratus lima puluh ribu rupiah, padahal jalanan lancar. Tahun ini cuma habis sembilan puluh ribu rupiah aja, padahal sepanjang jalan macet. Kok aneh ya? Malah turun drastis ongkos taksinya?

Mudik Lebaran Continue reading →