Saat Akhir Pekan Hanya Di Rumah Saja

Jam 4 sore dan belum masak, nggak punya makanan apa-apa selain nasi di rumah, tapi saya tetap tenang ngelonin Diana tidur siang yang baru dimulainya sejam yang lalu.

Begitulah salah satu kegiatan kami di rumah kala week end. Nggak ada keharusan buat masak. Nggak wajib nyuci atau setrika. Bisa bebas nemenin Diana ngerjain PR, kalaupun mau nemenin ikutan tidur siang juga boleh. Tapi saya nggak biasa tidur siang, ya jadinya ngetik blog post aja di handphone sambil Instagraman.

Ntar makan gimana? Gampang, jajan. Jangan kayak orang susah. Nggak perlu dibikin ribet kalau makanan harus selalu kita sendiri yang masak. Mending kelonan sama anak daripada uplek di dapur trus anak dibiarin maen hape sendiri. #eh

Ya itu sih pemikiran saya ya. Kalau yang lain punya pemikiran lain ya silakan saja. Bebas. Sesekali saya nulis begini karena kok lama-lama geram dan baper juga kalo dihina sebagai ibu rumah tangga yang nggak pernah masak. Hahahaha..

Perpustakaan Nasional Continue reading “Saat Akhir Pekan Hanya Di Rumah Saja”

Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah?

Sewaktu kecil ada satu hal yang saya ingat, sebelum berangkat sekolah saya selalu sarapan nasi dengan kecap dan telor  ceplok. Plus krupuk. Sepertinya nggak ada menu lain yang bisa saya ingat. Setiap hari itu saja yang disiapkan mama sebelum saya berangkat sekolah. HAHAHAHA.

Begitu beranjak agak lebih besar, menu berganti menjadi nasi putih ditambah dengan sepotong tempe goreng. Dasar cucu anak penjual tempe. Jadi sarapannya ya selalu sama: tempe goreng. HIHIHI.¬† Continue reading “Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah?”

Maen Ke Setu Babakan di Hari Sabtu

Wiiiy, senengnya, karena akhir-akhir ini kami bertiga mulai sering jalan ke luar rumah, meskipun tujuannya cuma deket aja masih seputaran Jakarta. Akhir minggu lalu, saya usul untuk mengunjungi Museum Layang-layang, tetapi suami masih ogah-ogahan, ya udah akhirnya dipilihlah Setu Babakan yang disetujui kedua belah pihak. :mrgreen:

Pagi-pagi masak dulu, bawa bekel karena mikirnya nanti bisa makan di pinggir setu gitu. Nyatanya, sampai sana, di sepanjang setu penuh gitu sama meja kursi tukang jualan. Ya nggak mungkinlah duduk tanpa kita beli makanan dari situ. Sedang bekal sudah terlanjur dibawa dari rumah, hehehe.

Continue reading “Maen Ke Setu Babakan di Hari Sabtu”