Yeay! Berhasil Ajak Bayi 1 Bulan Naik Kereta Api dengan Aman dan Damai

Setelah merasakan kegalauan sebelumnya, akhirnya berhasil juga melalui pengalaman satu ini: membawa anak bayi yang berumur 1 bulan pulang ke kampung halaman dengan kereta api. Yeay!

Perjalanan dilalui dengan aman dan damai tak lepas dari peran sang kakak yang dengan kemauan sendiri minta ditinggal saja di Jakarta alias tidak ikut pulang kampung. Diana sebelumnya minta ijin gurunya untuk ikut ke Klaten, tetapi oleh ibu gurunya diberi pertimbangan tentang peran Diana di acara akikah adiknya yang tidak begitu penting dibandingkan dengan sekolahnya yang sayang jika ditinggalkan selama satu minggu. Jadi Diana dengan sadar memilih tetap masuk sekolah dan tidak ikut mudik. Good job, Mbak Nana.

Karena Diana tidak ikut, tentu saja beban jauh menjadi ringan. Pertama, packing baju hanya memerlukan satu koper saja. Kedua, saya dan suami sepanjang perjalanan hanya fokus sama satu anak saja. Ketiga tentu saja fisik dan emosi jadi lebih stabil, tidak ada drama sama sekali sepanjang perjalanan Jakarta Klaten.

Pilihan membeli tiket kereta api ekonomi sudah sangat tepat sekali. Awalnya saya kepengen membeli tiket eksekutif supaya lebih nyaman duduknya, untung saja sebelum membeli tiket, saya browsing pengalaman blogger lain yang membawa bayinya naik kereta api. Dari salah satu blogger saya tersadar, ada kelebihan kereta api ekonomi yaitu justru tempat duduknya yang lurus, terhubung 2 atau 3 tempat duduk menjadi satu (tergantung sisi sebelah kanan atau kiri lorong), bisa dipakai untuk menidurkan bayi.

Saya langsung meminta suami untuk membeli tiket kereta api ekonomi saja untuk kepulangan kami ke kampung halaman bersama Yaya si bayi yang baru berumur 1 bulan ini. Nggak kebayang kalau saya jadi beli tiket kereta api eksekutif, dengan kursi terpisah model satu-satu, sepanjang jalan (8 jam) saya harus memangku Yaya. Ya kalau bayinya tenang, kalau rewel?

Yap, lihat saja, dengan bangku model lurus di kereta api ekonomi, Yaya tidur dengan nyaman di atas bangku, sedangkan di seberang lorong, ada ibu-ibu yang duduk di bawah karena anaknya tertidur.

Berdasarkan pengalaman, kalau mau anak bisa tidur dengan nyaman dan orang tua tidak menderita, ya memang harus membeli kursi tambahan. Anak bayi seperti Yaya memang belum membayar tiket, tetapi ya hitungannya tidak mendapat tempat duduk. Jadi saya membeli dua bangku tambahan. Di saat yang lain sempit-sempitan, kami duduk dan tidur dengan sangat nyaman meskipun naik kereta api kelas ekonomi.

Malam sebelum keberangkatan, Yaya sempat rewel dan ngajak begadang. Saya sudah ketar-ketir, tetapi juga sekaligus mempersiapkan mental seandainya terjadi hal yang lebih buruk: misalnya rewel berlanjut hingga di kereta api.

Tetapi untungnya tidak terjadi sama sekali. Sepanjang perjalanan dari rumah hingga stasiun, aman dan damai. Agak deg-degan karena macet, jadi sudah mepet waktunya dengan keberangkatan kereta. Di sepanjang perjalanan juga si bayi 1 bulan ini anteng, jadi perjalanan makin aman dan damai.

Terima kasih Dek, nanti kapan-kapan kita jalan-jalan sama Mbak Nana juga ya.

Tulisan ini sudah 1,839 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,552 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>