Yang Dimasukkan Tas Melahirkan

Jadi flashback deh saat-saat persiapan mau melahirkan dedek Diana 3 bulan yang lalu. Niat awalnya sih mau melahirkan secara normal ya, tapi akhirnya saya harus melahirkan secara caesar. Persiapannya udah mateng bener padahal, dan bertahan lama menunggu kelahiran bayi sampai pembukaan 5. Tapi berhubung nggak nambah-nambah pembukaannya 5 mulu hingga 8 jam, yasudahlah ya, caesar aja.

Yang saya masukkan ke dalam tas melahirkan nggak banyak. Sekali lagi, semua tergantung kebutuhan masing-masing ya. Seperti yang sudah pernah saya tulis, kan ada orang yang pada dasarnya suka rempong, dan ada juga yang praktis. Yuk mari, saya tulis satu per satu, mana barang yang akhirnya kepakai, dan mana yang bisa ditinggal saja di rumah.

Perlengkapan mandi dan baju ganti buat suami yang menunggu kita di rumah sakit itu wajib banget buat dibawa. Suami kan nggak mungkin kepikiran buat nyiapin keperluannya sendiri, jadi musti kita yang siap menghitung kira-kira berapa banyak celana panjang, kemeja atau kaos untuk dipakai selama dia di rumah sakit. Saya bawa 2 stel saja, karena hari pertama kan nggak perlu ganti baju, sebelum berangkat sudah mandi dan pakai baju bersih.

Charger juga penting. Jangan sampai mati gaya kehabisan batre. Dan saya menyesal kenapa saya nggak bawa ipod. Yap, supaya tenang, harusnya mendengarkan musik dan nggak mendengar suara duniawi lainnya. Saya lupa, jadinya nggak bisa konsentrasi full pas nunggu pembukaan bertambah karena masih bisa mendengar suara orang. Musik pasti bisa menenangkan, dan siapin playlist lagu-lagu kesukaan.

Perlengkapan bayi juga wajib bawa, setidaknya buat bawa bayi pulang. Baju bayi, bedong, selimut, topi, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Diapers juga kalau mau bawa dari rumah boleh, beli di rumah sakit juga biasanya ada.

diana bayi lucu

Habis melahirkan kan kita bakalan menyusui bayi, jadi jangan lupa bawa bajunya yang berkancing depan, biar gampang bukanya. Kalau saya pilih daster yang ada restletingnya sampai ke puser itu, lebih praktis lagi pakainya karena nggak ribet harus buka tutup satu-satu kancing baju. Tinggal sret-sret kalau mau buka tutup. Beli aja online kalau mau, cari “daster malang” biasanya ada. BHnya beli yang BH menyusui ya, jangan BH yang biasa dipakai. Pembalut nifas saya pakai yang biasa dipakai saat menstruasi malam hari yang panjang itu lho.. :mrgreen:

Buat pulang dari rumah sakit, siapin saja baju satu stel. Saya bawa satu celana panjang dan kemeja kancing depan satu buah, siapa tau bayinya di jalan minta nenen.

Yang saya bawa dan akhirnya nggak kepakai adalah kain jarik, karena gendongnya cukup dibopong pakai selimut bayi aja yang ada penutup kepalanya itu. Kan cuma dari ruangan rumah sakit sampai parkiran. Trus, breast pump juga nggak kepakai, karena sehari setelah operasi caesar saya langsung pulang. Jadi proses memerah asi dilakukukan di rumah.

Itu doang sih sebenernya yang perlu buat saya. Kalau kebanyakan barang malah ribet bongkar muat tasnya. Oh iya, usahakan saat memasukkan, meletakkan barang-barangnya teratur, mana yang keperluan kita, mana barang untuk suami, dan mana barang-barang yang akan dipakai sama bayi. Jadi nanti tinggal ambil aja, nggak perlu ngaduk-ngaduk tas. Tas melahirkan juga harus dikomunikasikan sama suami, jadi nanti saat berangkat, siapa tahu kita sudah nggak sanggup bawa, tinggal bilang sama suami dia sudah ngerti dan nggak salah bawa tas.

Kalau teman-teman, apa saja yang menurutmu perlu dimasukkan ke dalam tas melahirkan?

Tulisan ini sudah 23,150 kali dibaca

2 thoughts on “Yang Dimasukkan Tas Melahirkan

    1. Enggak juga, Mak. Masa pemulihan kan sehari. Saya operasi sesar tengah malam, dan nginep semalam doang setelah sesar, pagi harinya udah pulang.. Gitu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *