Udah Ngerasain Enaknya Nginep Di Hotel

Sejak kecil, saya udah berusaha nyeimbangin pengalaman yang saya berikan ke Diana. Jadi nggak pengen ngajakin yang enak-enaknya aja. Kalau main yang deket-deket, udah pasti naik sepeda motor panas-panasan. Kena asep knalpot bajaj dan metromini yang item gara-gara kejebak di belakangnya itu udah biasa. Nyobain semua kendaraan umum dari mulai angkot, bis antar kota antar propinsi, kereta api ekonomi, sampai naik perahu nggak kebagian tempat duduk dan terpaksa di luar di dek depan kapal juga udah pernah. 

Begitu pula dengan tempat menginap. Sebisa mungkin dicari yang paling murah, karena disesuaikan dengan isi kantong, hahaha. Namanya juga sekarang kalau jalan-jalan harus sepaket, biaya yang dikeluarkan kan harus dihitung dengan matang. Transportasi dan makan untuk 3 orang itu kan udah lumayan banget kalau dibandingkan dengan yang masih single. Belom lagi biaya tak terduga kalau anak rewel minta jajan ini itu.

Nginep di kaki gunung Salak

Diana juga sangat membanggakan, karena bisa diajak tidur di mana saja. Di atas kereta api ekonomi yang melaju selama 18 jam, bisa. Di salah satu homestay di Kepulauan Seribu, bisa. Di salah satu penginapan di kaki Gunung Salak juga bisa. Kalau hotel, mulai bintang dua, tiga, empat dan lima jelaslah pasti bisa.

Nah, gara-gara udah pernah nginep di hotel bintang empat dan lima itulah, Diana bisa ngerasain enaknya nginep di hotel. Di hotel itu enak, kata Diana. Bisa berenang lama. Bisa main-mainan (di kids club, maksudnya). Bisa nonton kartun terus (tivi kabel). Kasurnya empuk. Hahaha.

Sekarang, setiap kali lihat hotel, Diana minta nginep. Kemaren diajak sama bapaknya ngejemput saya di kantor. Pintu belakang kantor saya hadap-hadapan sama hotel bintang lima yang harga nginep semalemnya nggak ada yang di bawah 3 juta perak. Diana minta nginep situ. “Pak, hotel, Pak.. Hotel, Pak.. Mau!

Dijawab kalau nanti nginepnya di situ setelah uangnya terkumpul, malah jadi nangis. HAHAHA, nggak tahu dia, kalau sampai nginep di situ, gaji emaknya bisa habis dalam semalam. Jangan-jangan habis nginep di hotel, pulangnya makan mie instan pagi-siang-malam sebulan penuh! :mrgreen:

Tulisan ini sudah 3,030 kali dibaca

5 thoughts on “Udah Ngerasain Enaknya Nginep Di Hotel

Leave a Reply to Lidya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *