Traveling Selama Mudik Lebaran

Beberapa tahun belakangan, saya suka sekali dengan moment mudik Lebaran, karena pada saat itulah, sekaligus bisa dimanfaatkan dengan jalan-jalan. Cukup banyak menghemat budget, karena perjalanan pulang pergi dihitung pengeluaran mudik, bukan hanya untuk sekedar traveling. Jadi, yang perlu disiapkan dengan matang hanyalah waktu yang cukup lama untuk cuti.

Soal tempat wisatanya, ya dicari saja yang dekat-dekat dengan rumah di kampung halaman. Toh, masih banyak banget tempat di sekitar kita yang belum pernah dikunjungi, kan, meskipun bertahun-tahun tinggal di daerah tersebut?

Cerita traveling selama mudik tahun ini meskipun nggak banyak, tapi bikin seneng. Seneng karena masih sempat jalan-jalan bareng keluarga. Dari 5 tempat, yang barengan sama keluarga hanya yang ke Pantai Krakal, yang lain jalan-jalan sendiri bertiga ajah.

5 Tempat Wisata Yang Sempat Kami Datangi:

Pantai Kukup

Pantai Kukup

Ke Pantai Kukup dan Sepanjang ini kalau ditotal pulang pergi dari rumah naik motor lebih dari 150 km juga, lho. Diana juara ya, sanggup dibonceng motor sejauh itu. Mana tidurnya di atas motor cuma sebentar, jadi kalau dihitung ada ratusan kali dia tanya, “Ma, udah sampai belum, Ma?”

Lha ya jauh, Nak, Klaten – Gunung Kidul (Kukup) ini kalau dihitung di Google Map aja lebih 60 kilometer. Belum rute kita yang berangkat dan pulang nggak satu jalur, mampir dulu ke rumah simbah Wedi, baru balik Karangdowo.

Di Kukup nggak begitu lama, soalnya sudah pernah ke pantai ini tahun lalu. Nyewa payung Rp. 20.000,- dan Diana beli ember kecil buat main pasir. Pantai masih sepi, soalnya masih puasa dan belum banyak yang mudik. Paling sejam doang kami di pantai ini, lalu lanjut ke Pantai Sepanjang.

Pantai Sepanjang

Pantai Sepanjang

Di Pantai Sepanjang, Diana betaaahhh maen aer. Bapaknya sempat bikin video pakai GoPro, tapi ntar aja diaplotnya buat Blog Jalan-jalan aja.

Pantai Sepanjang ini bagus, deburan ombaknya bisa mengalir seperti aliran sungai, jadi anak aman main di pasir yang jauh dari batu karang.

Hutan Kota Gergunung dan Alun-alun Klaten

Ini semua salah Instagram sih, hahaha. Kebanyakan maen Instagram, jadi pengen lihat yang kekinian di Kota Klaten. Tapi ya berakhir dengan sedikit kekecewaan, karena nggak  WYSIWYG. Kekecewaan sedikit terobati dengan buka puasa di Alun-alun, makan 2 mangkuk soto ayam kampung dan 2 gelas es teh, tambah dua potong ayam kampung, satu tusuk telur puyuh dan 3 buah gorengan, hanya habis Rp. 36 ribu rupiah saja! Rasanya enak, pula. Klaten memang istimewa!

Setelah itu lanjut dengan Diana main di balon perosotan dan naik odong-odong kereta. Bapaknya seperti biasa, ngobrol dengan mas-mas pemilik yang menceritakan tahun ini lebih sepi. Bisa dimaklumi karena libur hari raya berbarengan dengan libur anak sekolah, sehingga biaya tidak banyak dihamburkan untuk lebaran saja. Hahahaha.

Pantai Krakal

Pantai Krakal

Jadi ya, niat awalnya itu mau liburan ke Gembira Loka. Kebun binatang di Jogja yang terakhir kali saya datangi pas masih TK. Berarti lebih 30 tahun lalu ya!

Sekeluarga sudah sampai Kota Klaten, lihat kendaraan arah Jogja nggak bergerak, akhirnya puter haluan lagi pulang ngidul. Dan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pilihannya adalah pantai di Gunung Kidul.

Tahun depan sepertinya harus direncanakan agak jauhan dikit ke Pacitan atau Wonogiri, biar nggak Gunung Kidul muluk. Tapi gimana, saya juga udah terlanjur jatuh cinta sama Gunung Kidul.

Pantai Krakal ini juara pasirnya putih bak merica. Pantainya dihalangi batu, sehingga cocok buat main anak-anak, nyari kelomang di sela bebatuan. Orang tua tenang karena anaknya nggak bakalan ikut ombak, selama mainnya di pinggir pasir dan nggak ke tengah.

Karena jalan-jalannya H+3, jadi tempat wisata ya lumayan banyak pengunjungnya, tapi masih jauh lebih sepi dibandingkan Baron yang lautan manusia 2 tahun lalu.

Diana seperti biasa, susah diajak udahan kalau main ke pantai.

Luweng Sampang

Luweng Sampang

Tempat ini udah 2 tahun lalu saya lihat di Instagram. Udah tahu juga yang namanya Desa Sampang itu sepelemparan kolor doang dari rumah. Tapi kan nggak tahu di mana tepatnya, dan itu daerah ‘nggunung‘. Jadilah kurang semangat dan niat mau ke situ.

Bolak-balik ke Nglanggeran juga kan sebenernya lewat Luweng Sampang ini, wong itu emang jalan utama dari rumah kalau mau ke Nglanggeran. Luweng Sampang ini adanya pas di pinggir jalan, nggak usah mblusuk dan nggak perlu tenaga banyak seperti naik ke Nglanggeran atau ke Embung Nglanggeran.

Tempat parkirpun belum ada. Mobil-mobil cuma berjejer aja di jalan sempit, dan motor diparkir di warung semi permanen di atas kali.

Owalah, jebul di sini doang toh tempatnya Luweng Sampang. Kirain harus nerabas hutan atau ndaki bebatuan. Ternyata cuma persis di pinggir jalan aspal. Aspalnya juga udah lumayan kok, tahun ini saya lewat aspalnya relatif halus.

 

Selain wisata ke tempat-tempat tersebut, kami bertiga juga banyak keliling desa naik motor. Sisanya, ya cuma tidur-tiduran dan ngobrol bareng keluarga aja sih di rumah.

Kalau teman-teman, ke mana saja liburan kemaren?

 

Tulisan ini sudah 1,145 kali dibaca

One thought on “Traveling Selama Mudik Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *