Tips Menghadapi Temper Tantrum Pada Anak

Tips Menghadapi Temper Tantrum Pada Anak – Sebagian besar anak yang masih kecil pernah mengamuk, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah temper tantrum. Saat anak merasa frustasi, lelah, capai, atau terlalu terstimulasi dia akan meledak, menangis, berteriak, dan menendang bahkan memukul siapapun atau apapun yang dekat dengannya. Tantrum dimulai setelah 1 tahun, dan mencapai pucaknya di usia 2 dan 3, dan biasanya akan berhenti pada usia 4 tahun. Ini merupakan bagian dari perkembangan normal, tapi dengan menghindari pemicunya (misalnya anak terlalu lelah) bisa mengurangi temper tantrum pada anak.

Sebagian besar orang tua biasanya akan kebingungan dan frustasi jika menghadapi anak yang sering mengalami kondisi ini, tapi Anda tidak perlu khawatir, karena tips berikut ini akan membantu Anda menenangkan dan menghadapi Anak dengan konstruktif.

  • Pada awal tantrum, coba temukan penyebabnya. Sebagai contoh, berikan camilan jika anak lapar, atau bacakan cerita jika dia tampak kesal atau terlalu bersemangat saat mau tidur. Beri perhatian penuh jika bisa.
  • Bahkan jika tidak ada penyebab tantrum, janganlah marah. Berteriak akan menakutkan anak dan membuat perilakunya memburuk. Tunjukkan bahwa Anda sayang padanya meskipun dia mengamuk.
  • Sangat sulit menangani anak ketika dia mengamuk. Sepanjang dia tidak menyakiti dirinya dan ada di tempat aman, biarkan saja. Tunggu anak di tempat yang terlihat olehnya.
  • Jika tantrum terjadi di tempat umum, abaikan reaksi orang dan coba tangani anak dengan tenang dan penuh humor.
  • Jangan mengalah dengan permintaan aneh-aneh atau membelikan sesuatu untuk membujuk. Ini akan membuat lebih sulit menangani saat dia mengamuk lagi.
  • Menahan nafas biasanya tak berbahaya. Selama serangan baringkan anak. Jika dia pingsan, tenanglah, dia akan kembali sadar. Jika tidak ada perubahan atau Anda khawatir segera minta bantuan medis.

 

Tips Menghindari Pemicu Temper Tantrum

Jika anak rentan temper tantrum, sebaiknya identifikasi masalah dan frustasi yang memicunya. Menghindari pemicu bisa mencegah tantrum lainnya atau paling tidak membuatnya ringan dan kurang mengesalkan.

  • Jangan mengabaikan anak. Jika sedang melakukan aktivitas lain, seperti menelpon atau menyelesaikan pekerjaan, berhentilah sejenak.
  • Punya harapan yang masuk akal. Perhatikan dan beri hadiah untuk tingkah laku positif dan abaikan perilaku negatif kecil lainnya. Jangan meributkan masalah kecil dan sepele.
  • Tegaskan bilang “tidak“ untuk masalah penting seperti keselamatan atau tingkah laku yang bisa melukai dirinya atau yang lain.
  • Beri anak kontrol dengan menawarkan pilihan bukannya instruksi. Batasi pilihan dengan “ini/atau” untuk anak kecil, seperti “mau pakai sepatu atau sandal?“ atau “Ingin ke taman atau main di halaman ?“
  • Jaga agar waktu makan, tidur, dan main yang teratur untuk mencegah anak kelaparan atau kelelahan. Jika ada perubahan jadwal harian, beritahu anak sebaik mungkin dan yakinkan anak punya mainan atau buku cerita kesukaannya.
  • Anak kecil biasanya sering frustasi karena tidak bisa mengungkapkan dirinya. Bicara, dengarkan, dan perhatikan anak sehingga Anda mengerti keinginan, kesukaan, dan ketidaksukaannya.

Atur jadwal kedokter jika Anda tidak bisa menangani tantrum anak, atau tantrum dan menahan nafas terus berlanjut setelah usia 4 tahun.

~~~

Artikel ini ditulis oleh Basri Abdullah, dengan blog yang beralamat di www.berandasehat.com

Tulisan ini sudah 2,568 kali dibaca

3 thoughts on “Tips Menghadapi Temper Tantrum Pada Anak

  1. tips e apik banget. Sangat suka dengan “pilihan” itu. Mbakku, anake cuma ditawarkan mau apa enggak. Bukan pilihan. tentu saja anaknya bilang nggak mau. kalau sudah nggak mau, yowis otomatis gak makan (misalnya ditawari makan)

    Harusnya sih diberi ilihan ya, “Sayur bayam apa kangkung?” kalau gitu khan si anak jadi otomatis milih salah satu. Sama sama sayurnya. hahaha..

    Walhasil ponakanku, gak doyan sayur (dan RIBUAN jenis makanan sehat lainnya), padahal sudah kelas EMPAT SD!!!

    Repot gak tuh? Repot bingit -_-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *