Tentang Kehilangan Teman Berolahraga

Sejak awal puasa beberapa hari lalu, pemandangan di taman tempat saya berolahraga menjadi lain. Yang biasanya di pagi hari banyak sekali orang berolahraga, kini dipenuhi dengan remaja tanggung yang bergerombol, sebagian duduk-duduk sambil cekikikan, sebagian lagi ada yang dar-der-dor menyalakan petasan.

Memang, masih ada beberapa orang yang tetap berolahraga, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Sisanya? Entahlah. Apakah masih lelap sehabis sahur, atau mereka memindahkan waktu berolahraga menjadi sore hari menjelang berbuka, atau malah pindah berolahraga di tempat lain?

Tentu saja saya merasa kehilangan teman. Padahal ya saya nggak kenal satupun dengan orang-orang tersebut, hanya familiar karena hampir setiap pagi bertemu di taman.

Ketidakhadiran mereka, sedikit banyak menurunkan semangat saya berolahraga juga. Taman menjadi lebih sepi.

Biasanya saya terpacu semangatnya melihat mereka yang rajin sekali berolahraga. Kebanyakan sih memang oma dan opa yang sudah pada sepuh, mereka berjalan santai memutari taman setiap pagi agar badannya tetap bugar di usia senja.

Tapi ada tiga anak muda yang menarik perhatian saya. Dua diantaranya sepertinya pelari jarak jauh. Mungkin juga atlet lari. Setiap kali olahraga di taman selalu melihatnya berlari berpuluh kali putaran, dilanjutkan dengan senam. Yang satu, dilihat dari bentuk badannya, anak muda ini terlihat sedang berusaha menurunkan beratnya. Salutlah sama usahanya.

Nah, demi berolahraga bareng dengan mereka lagi, saya sudah beberapa kali mengubah jam ke taman. Pernah saya datang jam 05.00 saat taman masih gelap gulita, pernah jam 05.30 hingga jam 06.30 baru mulai olahraga, mereka tak juga muncul.

Kesimpulannya, sepertinya selama bulan puasa ini teman-teman saya tersebut libur olahraga. Ya sudah, harus semangat sendiri deh jadinya.

Sesemangat-semangatnya, tetep aja turun banget. Yang biasanya jalan 5 kilometer per hari, saat bulan puasa ini tinggal setengahnya saja palingan. Saya lihat yang lain juga begitu, datang ke taman, muter beberapa kali, trus tiba-tiba saya cari udah nggak kelihatan lagi, udah ilang.

Setiap hari Kamis seperti hari ini, biasanya di taman juga ada senam aerobik yang diadakan oleh perkumpulan opa oma komplek sekitar taman. Pagi tadi tak terlihat ada kegiatan itu. Minggu lalu saya nebeng ikutan nyempil di belakang. Hari ini nggak bisa ikutan senam deh.

Ngomongin soal senam, kemaren saya diajakin gabung senam aerobik yang pesertanya kebanyakan anak muda, setiap hari Minggu pagi di depan kolam renang dekat rumah. Tapi ya mulainya tetep sehabis Lebaran, karena konon senamnya ‘berat‘. Saya langsung mau, karena ternyata asyik olahraga bareng-bareng itu.

Saya sudah download banyak sekali video Youtube mulai dari senam sendirian di rumah, Zumba di pusat kebugaran, sampai tarian seperti poco-poco yang biasa dilakuan rame-rame di lapangan, niatnya buat diikutin olahraga sendiri di dalam rumah. HASILNYA NOL. LOL.

Cuma menuh-menuhin handphone doang. Ya sesekali dilihat sih, tapi dilihat doang. Nggak ikutan gerak praktek. Sama aja boong kan?

Soalnya itu tadi, kurang termotivasi. Saya sepertinya tipe yang harus lihat langsung baru bisa muncul motivasinya yah. Jadi memang penting banget ngelihat teman-teman semangat berolahraga di taman. Giliran mereka nggak muncul, saya juga ikutan keok.

Ya semoga aja masih bisa tetep konsisten jalan terus, meskipun cuma setengah jaraknya dari sebelum bulan puasa. Saya udah mulai khawatir nih nanti di kampung halaman mendekati Lebaran, saya olahraha di mana dan sama siapa? Haduuhhh.

Tulisan ini sudah 3,403 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *