Membuat Takakura dan Biopori Di Setiap Rumah Untuk Project Sunlight

 

“Ndak mau!”

“Lho, kenapa, Nak? Ayo, habisin. Sayang kan kalau susunya nggak diminum?”

Tiba-tiba Diana nggak mau minum susunya. Padahal biasanya dikasih sebotol langsung dihabisin tanpa sisa. Saya bingung, ada apa ini? Lalu saya coba ingat-ingat. Ketemulah saya penyebabnya: airnya! Karena air kemasan galon yang biasanya saya pakai untuk membuat susu habis dan di agen samping rumah kebetulan lagi kosong. Saya ambil inisiatif untuk menggunakan air ledeng yang direbus untuk membuat susu Diana. Ternyata, hasilnya nggak doyan.

Saya pikir, kualitas air ledeng masih lebih baik daripada air tanah di Jakarta ini. Tenyata, kok anak juga masih nggak doyan ya? Belum nyobain masakin air tanah sih, tapi dilihat dari wujud fisiknya aja udah lebih keruh dan berbau. Sampai nggak sanggup membayangkan minum air yang seperti itu.

Kualitas air tanah ini sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang berkait dengan aktivitas sanitasi penduduk seperti cara penggunaan air dan cara pembuangan limbah. Makanya, sedih banget kalau sanitasi air yang dipermukaan nggak bagus, lama-kelamaan kualitas air di dalam tanah pun semakin buruk.

Supaya semuanya itu tidak terjadi, makanya saya punya mimpi kalau seluruh rumah tangga mulai menerapkan dua hal yaitu membuat Takakura dan Biopori.

Takakura

Takakura Infografik

Takakura adalah cara membuat kompos dari sampah organik sisa rumah tangga dengan inokulan atau native mikroorganisme. Saya sudah pernah menuliskannya di blog dan bisa dibaca di sini.

Salah satu keuntungan melakukan takakura adalah caranya yang relatif mudah, dan dapat dilakukan dalam skala rumah tangga. Takakura cukup menggunakan keranjang berukuran sedang, dengan sampah organik sisa rumah tangga sebagai bahannya. Pembuatan keranjang takakura tidak menghasilkan bau, sehingga bisa disimpan di sekitar rumah, dan hasilnya bisa digunakan untuk media tanam menanam di rumah tangga.

Kalau setiap rumah tangga bisa mengelola sampahnya masing-masing, mudah-mudahan bisa memperkecil timbulnya masalah berkembangnya penyakit karena rendahnya sanitasi lingkungan. Tata cara pembuatan takakura bisa dilihat di infografik di atas.

Biopori

Biopori Infografik

Biopori secara singkatnya adalah lubang resapan. Lubang resapan ini dibutuhkan, supaya air dapat tertampung oleh tanah, dan tidak menggenang di permukaan saja. Karena sifat air mengalir ke tempat yang lebih rendah, maka pembuatan lubang biopori diprioritaskan di tempat-tempat di mana air biasa terkumpul.

Lubang biopori sebaiknya dibuat di tempat yang jarang dilalui oleh orang. Bisa di saluran pembuangan air, di sekeliling pohon, di samping pagar rumah atau bisa juga di pinggir taman. Tata cara pembuatan biopori, bisa dilihat di infografik di atas.

Kenapa saya mengusulkan biopori agar bisa dilakukan di setiap rumah dalam Project Sunlight?

Beberapa manfaat berikut ini alasannya:

  1. Biopori memperbaiki ekosistem tanah.
  2. Biopori dapat mencegah banjir.
  3. Biopori dapat menambah cadangan air tanah.
  4. Biopori dapat mengatasi kekeringan.
  5. Biopori dapat mengubah sampah menjadi kompos.

Yuk, sekecil apapun, teman-teman semua bisa berpartisipasi di Project Sunlight. Informasi lebih lanjut bisa like terlebih dahulu fanpage Unilever ya..

Sumber gambar dari blog ini.

Tulisan ini sudah 2,797 kali dibaca

One thought on “Membuat Takakura dan Biopori Di Setiap Rumah Untuk Project Sunlight

  1. Di RT ku dibagiin gratis nih mak keranjang takakura, tapi malah pada dibbalikin 🙁

    Aku sebenarnya pengen banget nih, tapi karena rumahku kecil bingung mo ditarok mana, anakku dua juga masih kecil2 takutnya malah diacak2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *