Liburan Ke Pantai Drini GunungKidul

Diana di Pantai Drini

Libur Lebaran selalu jadi waktu yang tepat buat mampir ke salah satu pantai di Gunung Kidul. Kali ini ke Pantai Drini, setelah liburan sebelumnya ke Pantai Pok Tunggal dan Pantai Baron.

Alasan utama dipilihnya GunungKidul adalah lokasinya yang bisa dijangkau dari rumah kami di Klaten tanpa harus melewati jalan raya Jogja Solo yang selalu lebih macet saat libur Lebaran tiba, bila dibandingkan dengan kemacetan jalanan Jakarta.

Liburan ke pantai, buat saya selalu menyenangkan. Diana bisa betah beberapa jam berendam di dalam air laut, sampai bibirnya berwarna ungu dan jari-jarinya berkerut-kerut.

Emaknya sih lebih banyak berperan sebagai fotografer. Urusan basah-basahan biar bapaknya yang menangani. Tetapi tentu saja saya juga nggak mau melewatkan difoto selama liburan. Biar ada bukti juga, saya sudah sampai di Pantai Drini, Gunungkidul.

Jadinya, selama beberapa saat saya menemani anak bermain pasir pantai yang putih dan berbutir besar-besar itu. Setelah beberapa foto berhasil diambil oleh suami, ya gantian, dia lagi yang menemani anak bermain di pantai.

Pantai Drini GunungKidul

Hampir sama dengan Pok Tunggal, di bagian tepi Pantai Drini juga merupakan batuan karang yang memecah ombak dari lautan, sehingga pengunjung aman bermain di tepinya. Tetapi di bagian tengah ada berupa palung yang berbahaya.

Meski saat kami datang di libur Lebaran kemarin tidak menjumpai ubur-ubur yang menyengat, tetapi dipasang juga papan pengumuman agar pengunjung berhati-hati.

Jumlah pengunjung Pantai Drini saat Libur Lebaran tahun 2015 nggak begitu padat. Masih banyak space kosong di pantai yang bisa dipakai buat foto-foto cantik.

Kami sekeluarga besar yang berangkat dengan 5 buah mobil penuh, masih bisa bebas berkeliaran ke sana ke mari, tanpa takut anak-anaknya hilang di tengah kerumunan orang-orang yang berlibur. Mengajak anak brrwisata kan memang butuh pengawasan ekstra, bila dibandingkan dengan traveling bersama teman-teman dewasa.

Di pinggir pantai dijajakan ember kecil dan serokan berwarna-warni yang bisa dipakai bermain pasir dan menangkap kelomang. Kelomang berwarna-warni yang sudah disemprot gambar kartun dan beraneka bentuk mainan rumah kelomang juga dijual (meski sayang, harganya jauh lebih mahal dari harga di Jakarta).

Sebagai anak normal, ya Diana minta dibelikan juga semua mainan itu. Nggak papalah mainan dipakai sekejap, yang penting anak bisa ikut liburan yang menyenangkan. Cerita liburan lainnya menyusul ya, masih banyak…

Pok Tunggal Gunung Kidul, Pantai Pertama Diana

Dedek Diana Main ke Pantai Poktunggal Gunungkidul

Setelah lulus naik mobil selama hampir 18 jam perjalanan mudik (banyak istirahat sih) Jakarta-Klaten, saatnya mengajak Diana pertama kalinya jalan-jalan ke pantai. Pantai Pok Tunggal yang berada di Gunung Kidul, Jogjakarta jadi pilihan saya. Kenapa? Karena saya malas dengan kemacetan Klaten-Jogja dan Klaten-Solo saat libur Lebaran. Untuk menuju Pantai Pok Tunggal dari Klaten, bisa melewati jalur alternatif Cawas, tanpa harus bermacet-macet ria, cukup 1,5 hingga 2 jam sudah sampai lokasi, padahal mobilnya pelan-pelan. Continue reading “Pok Tunggal Gunung Kidul, Pantai Pertama Diana”