Mencoba Membuat Churros Sendiri

Dari judulnya aja udah nggak meyakinkan ya? Hahahaha, anda tepat sodara-sodara!

Dibilang gagal ya nggak bisa juga sih, rasanya tetep enak, kok. Tapi ya, begitulah, belum terlalu kece kalau dipotret.

Sebelum terlalu jauh, mungkin ada yang belum tahu Churros itu apaan.. Churros adalah makanan yang asalnya dari Spanyol. Yang biasanya ngider jalan-jalan ke mall, udah apdet banget nih sama makanan beginian. Setelah saya baca blognya Nieke, dan bahan serta cara membuatnya mudah, saya cobain aja bikin sendiri.

Resepnya pada dasarnya ngikutin yang ada di blognya Nieke, tapi berhubung saya nggak punya alat ukur buat masak, jadinya pakai takaran asal cemplung-cemplung doang. Dan berakibat agak fatal sih sebenernya. Nih, resep asalnya seperti ini:

Bahan:
– 250 ml air (atau susu cair)
– 100gr unsalted butter
– 150gr tepung terigu protein sedang
– ¼ sdt garam
– 3 butir telur
– pelengkap: taburan gula tepung dan bubuk kayumanis di atasnya, dan minyak goreng untuk menggoreng adonan.

Saya pengennya pakai susu cair, biar bagaimanapun kayaknya bakalan lebih enak Churrosnya kalau pakai susu daripada pake air doang kan? Berhubung nggak punya susu cair plain, saya larutkan susu bubuk plain dengan air. Airnya seberapa? Nah ini jadi masalah. Kalau pakai susu cair kan ada kemasan 125 ml, tinggal pakai 2 kotak kecil, nah ini 250 ml cara ngukurnya gimana?

Unsulted butter saya juga nggak punya. Pakai aja margarin kemasan yang ada rasa asinnya itu, jadilah saya nggak pakai garam lagi. Pelengkapnya saya juga nggak pakai, karena nggak punya.

*kemudian pembaca protes, ‘Lha kamu niat masak apa enggak? Kok semua-semua nggak punya?’*

Oke, lanjut ke cara membuat Churros ini ya..

Cara membuat:
1. Masak air yang telah ditambah susu bubuk bersama margarin hingga mendidih.
2. Masukkan tepung, aduk hingga tercampur rata. Nah, sampai di sini berhasil, nih. Trus, dinginkan.
3. Mixer adonan yang sudah dingin tadi dengan menambahkan telur sedikit demi sedikit. Dhyar! Di sini kayaknya yang agak melenceng dari skenario. Karena adonan jadi lembek. Kalau lihat hasil Churros Nieke yang bentuknya mulus kenceng itu, kayaknya adonan saya ini kelemesen.
4. Masukin adonan yang sudah jadi ke dalam piping bag dan cetak dengan spuit berbentuk bintang.
5. Proses mencetak ini bisa dua macem. Langsung masukin minyak goreng panas, atau bikin dulu di atas nampan. Percobaan pertama saya cetak di atas nampan. Bener, jadi lengket, nggak bisa diambil, meskipun sudah saya simpan di freezer beberapa menit. Langsung saya coba masukin dari piping bag ke minyak goreng. Hasilnya Churros mlungker-mlungker nggak karuan, karena emang wajan saya juga kecil. Setelah matang saya cicipi. Meski bentuknya ajaib, rasanya enak! Mirip kue sus, tapi ini model yang digoreng.

Akhirnya, nggak semua saya goreng langsung. Karena penasaran, saya sisain satu cetakan di atas piring, saya masukin freezer yang udah digedein (dingin pol) dan saya biarkan semalaman. Jadi es, jadi es deh, pikir saya. Soalnya yang sebelumnya udah dibiarin seperempat jam di freezer, tetep patah waktu diambil dari piring, malah mleyot-mleyot nggak karuan.

Hari berikutnya, baru saya panasin minyak sampai panas, dan keluarin Churros yang sudah disimpan di freezer, langsung goreng deh dengan api kecil.

Hasilnya, lumayan kece, kan? Nggak pakai taburan juga enak, kok. 😉 (Makasih, Nieke, resepnya.)