Sudah Heboh Soal MPASI Rumahan

Umur dedek Diana aja baru 3,5 bulan hari ini. Tapi sudah sejak seminggu yang lalu saya menelusuri beratus-ratus halaman blog demi membaca tulisan emak-emak tentang MPASI, peralatan makan MPASI dan berbagai macam resep MPASI rumahan.

Hasilnya? Malah bikin galau bin bimbang, milih antara puree atau BLW. Trus, ngebet pengen beli Takahi slow cooker buat bikinin bubur sama nasi tim, padahal juga pengen beliin high chair buat dedek Diana. Hahahaha…

BLW

Sampai sejauh ini sih belum memutuskan, toh masih ada 2,5 bulan lagi sebelum dedek Diana mulai MPASI. Menimbang-nimbang mana yang bakalan lebih cocok sama dedek Diana.

Kalau dilihat dari kemampuan dedek Diana minum susu memakai sendok di awal-awal minggu pertama dulu, lebih yakin dedek Diana bakalan cepet beradaptasi dengan sendok sih dibandingkan BLW. Mungkin saya bakalan menggunakan dua metode itu, gabungan yang konvensional di awal, sama sesekali diselingi BLW.

Masalah utamanya, kalo BLW butuh high chair yang harganya mahal sangadh. Ada nggak ya alternatif selain harus beli high chair dan bumbo yang ada tray-nya? Yang murah meriah tapi fungsinya sama, gituu…

Satu lagi masalahnya, saya malas bersih-bersih hasil makanan yang berantakan. Ini mah ujung-ujungnya bakalan balik lagi ke metode konvensional, dimana bayi makan disuapin dengan piring dan sendok, hahaha.

Sekarang ini sih dedek Diana sudah menunjukkan tanda-tanda memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Jari tangannya empat biji bisa sekali masuk ke dalam mulut. Bajunya juga ditarik-tarik naik ke atas dan coba dimasukin ke mulut. Tapi belom pinter megang teether, kalau dikasih masih dipegang sebentaran doang, langsung dibuang lagi. Jadi kalaupun diajarin makan cara BLW kemungkinan belum bisa langsung pintar juga nantinya.

Soal MPASI rumahan, meskipun bekerja, saya nggak akan merasa repot karena sejak awal sudah mengetahui soal slow cooker, jadi membayangkan akan membuat bubur nggak kesulitan. Tinggal cemplung-cemplung dan bubur mateng esok paginya. Resep-resep MPASI rumahan tinggal ngumpulin deh dari berbagai blog yang bertebaran.

Jadi kesimpulannya? Sepertinya metode konvensional dengan membuat MPASI rumahan dan meminimalkan makanan instan (kecuali terpaksa). 🙂