Suami Juga Jago Kalau Dikasih Kesempatan Ngasuh Anak

Malah lebih jago suami sih, kalau di keluarga saya. Saya kalau harus ngurusin Diana seharian malah lebih gampang nyerah. Kecuali kalau memang suami harus kerja ke luar kota selama beberapa hari yah, mau gimana lagi?

Rekor paling lama saya ditinggal kerja suami ke luar kota adalah 14 hari. Jadi saya selama itu ngurusin Diana sendiri. Tapi, rekor saya pisah sama anak dan anak dalam pengasuhan suami adalah lebih dari 21 hari! Wow, kan?

Ya memang sih, selama lebih dari 21 hari itu suami dibantu sama orangtuanya, tapi masih tetep mayan keren lah ya, bisa ngatasin Diana yang udah mulai banyak tingkah itu sendirian tanpa bantuan saya.

Diana dan saya di pantai di Gunung Kidul

Dulu saya ditinggal kerja selama 2 minggu ke luar kota itu sewaktu Diana masih 3 tahun, dan siangnya saya titip ke simbahnya selama saya harus ngantor. Jadi ngasuhnya ya hanya pas malam hari aja.

Nah, dua minggu ini juga kembali Diana bakalan berdua saja sama bapaknya. Kalau sudah begini saya rasanya antara kangen, tapi juga seneng, nggak harus repot ngurusin anak sekaligus rumah, sementara siangnya harus tetep bekerja.

Apa nggak khawatir, kalau berpisah terlalu lama dengan anak? Nggak. Hahahaha. Saya dulu juga biasa saja berpisah berbulan-bulan bahkan setahun sama orangtua saya. Begitu juga suami, kebetulan perjalanan hidup kami mirip-mirip.

Malah, sepertinya Diana juga seneng kalau dapat kesempatan berpisah sementara sama mamanya. Kalau nggak ada mamanya kan nggak denger omelan dan kebawelan saya jadinya.

Soal pengasuhan anak yang lebih banyak di tangan suami ini, kadang ya bikin jengkel juga sih kalau dengerin komentar orang.

Tapi ya dimaklumi aja, kan memang mereka mungkin nggak pernah ngerasain bagaimana menjalaninya. Padahal, buat saya dan suami yang menjalaninya ya biasa saja.

Biasa saja kalau bermalam-malam hanya tidur berdua saja. Biasa saja kalau jalan-jalan atau jajan-jajan berduaan saja. Biasa saja harus berbagi tugas mengasuh anak, sementara yang lainnya harus tugas ke luar kota.

Kalau sudah dijalani, nggak seseram yang dibayangkan orang, kok. Tapi ya kalau nggak pernah berbagi tugas pengasuhan sih, mungkin nggak bisa kebayang. Kalau teman-teman gimana? Berbagikah peran mengasuh anak dengan suaminya?

Tulisan ini sudah 16 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *