Soal Makannya Dedek Diana

Makanan Bayi Sehat

Iya sih, kesehatan kita itu bergantung juga pada apa yang kita makan, saya tahu itu. Tapi kok ya susah banget ya, mendisiplinkan diri buat selalu makan makanan sehat setiap saat. Eh, ntar dulu, bicara makanan sehat inipun, standar masing-masing orang bisa jadi beda lhoh. Saya nggak mau eyel-eyelan ya, di blog ini saya kan sharing soal pengalaman saya, dan sudah dikasih warning di halaman about, kalau resiko ditanggung yang mbaca. Ya gitu aja deh.

Nah, soal ngasih makan dedek Diana, saya nggak menerapkan no gulgar istilah kerennya mommy blogger, yang maksudnya adalah makanan tanpa tambahan gula dan garam pada usia anak di bawah 1 tahun. Hajar bleh, yang saya terapkan. Makanan instan pun saya kasih juga ke dedek Diana. ย Yang mau menghujat silakan saja, hehehe.

Satu-satunya yang agak saya sesali adalah memberikan makanan halus (bubur) terlalu lama kepada Diana. Kalau dari neuroscience, penyebab bayi terlambat berbicara kemungkinan adalah karena kurangnya stimulasi pada mulut bayi. Nahlo, saya pun cuma bisa manggut-manggut. Ini kali ya, kenapa Diana agak terlambat kemampuan bicaranya.

Oiya, satu lagi ding. Soal variasi menu makanan. Sebagai emak-emak nan males, saya baru nyadar kalau jenis makanan yang saya kasih ke Diana kok ya itu-itu doang. Hampir mirip sama yang dimakan emak bapaknya. Padahal, belum tentu kan ya, apa yang saya tidak suka, otomatatis Diana tidak suka pula? Kenapa enggak mencoba ngasih makanan yang saya tidak suka?

Saya tersadarkan oleh data base makanan yang ada di Mommychi. Beberapa makanan bahkan saya nggak tahu itu apa. Seperti arrowroot dan balichong. Hahaha, sama kan? Hayo, siapa yang tahu itu makanan apa? Padahal kandungan gizinya bagus lho. Balichong, misalnya. Dia sumber kalsium yang bisa diandalkan, 380 mg per 100 gram. Keren, kan?

Jadi malu kalau andalan makanan buat dedek Diana selama ini cuma sop daging doang. Kan memang saya ngasih makan cuma kalau hari Sabtu dan Minggu doang. Sisanya, ya simbahnya yang masakin. Kalau dia sih, saya nggak begitu khawatir, karena masakannya pasti jauuuh lebih bervariasi dari makanan saya. Plus, banyak sayurnya, lagi.

Dan nyebelinnya, kalau sama simbahnya kok bisa ya Diana anteng makan di tempat? Padahal, kalau sama saya, untuk menghabiskan semangkuk makanannya, perlu membuat pinggang saya pegal setengah mati mendorongnya pakai stroller keliling kompleks perumahan. Bukan cuma deket doang lho ini jalan-jalannya, pokoknya muter-muter jauh deh. Kalau sudah habis baru saya bawa pulang.

Gimana, pengalaman saya pasti beda jauh kan ya sama mommy blogger lain. Cerita dong.

Related Post

Tulisan ini sudah 3,006 kali dibaca

4 comments on “Soal Makannya Dedek Diana

  1. wah diana dapatnya monster ya, kalau Alvin dapatnya captain america

    • isnuansa on said:

      Hihihi iya, masih nunggu yang berikutnya penuh di stikernya, Mbak. Ntah nanti dapetnya apa. ๐Ÿ˜€

  2. Hahaha ponakanku wis meh rong taun malah ra gelem muni blas lambene mbak. Padahal pendengarane normal loh soale seneng ndelok iklan ndik tivi. Tapi sing penting bocahe sehat dan happy masalah selesai lah..

    Moga moga diana cepet ngoceh yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,263 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>