Sisir Atau Sikat Rambut Bayi?

Satu lagi hadiah dari tantenya Dedek Diana yang berguna banget. Sisir dan sikat rambut bayi. Ada dua dalam satu paket kemasan, sayang saya nggak sempat ambil gambarnya, barang udah keburu dipakai. Soalnya saya memang nggak sempet beli sisir selama persiapan melahirkan. *nggak sempet atau pelit ya?*

Ternyata sisir dan sikat untuk rambut bayi harganya mahal juga ya? Satu setnya 50K, setdah. Sisir orang dewasa paling sepuluh ribuan, hahaha…

Sisir Rambut Bayi Dedek Diana

Sampai sekarang yang lebih kepake adalah yang bahannya nilon. Ini sebutannya jadi sikat rambut kan ya, bukan sisir?

Saya nggak mau terlalu ribet dalam merawat rambut bayi. Banyak tulisan saya baca, memberi saran sebaiknya bayi keramas dua atau tiga hari sekali, supaya nggak tipis dan kering. Tapi saya tetap percaya bacaan yang menyebut bahwa tebal tipisnya rambut bayi karena faktor gen dan juga gizinya. Mau dikeramasi tiap hari juga nggak akan ngaruh. Lagipula, semua rambut bawaan itu akan “gugur” dengan sendirinya sebelum umur satu tahun dan berganti dengan rambut permanennya. Lha kalau sekarang nggak tiap hari dikeramasin, baunya kayak apa?

Shampo bayinya kan sudah didesain untuk rambut bayi, jadi aman. Kena mata aja nggak pedes dan bayi nggak nangis, berarti lembut dong ya..

Saya juga nggak menggunduli rambut bayi demi mendapatkan rambut yang lebih tebal di kemudian hari. Mitos saja kan ya itu?

Jadinya, simpel aja deh perawatan si rambut bayi saya ini. Tiap kali Dedek Diana mandi, saya selalu sampoin. Setelah dikeringin, saya pakein hair lotion dan disisir. Hair lotionnya wangi, bikin pengen nyium terus..

Oiya, saya baca juga, beberapa bagian rambut bayi yang masih botak atau belum tumbuh juga wajar. Perlahan rambut Dedek Diana yang saat lahir masih botak juga sudah tumbuh sekarang. Masih tipis sih, tapi makin rata.

Dulu, saya sering lihat bayi yang punya kerak di kepala. Orang Jawa menyebutnya selo karang, tapi kok Dedek Diana nggak muncul ya? Apa karena rajin keramas itu tadi?

Tulisan ini sudah 8,136 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *