Sehat Itu Tak Terkira Harganya

Diana Bayi Sehat

Seharian kemarin saya nganterin sepupu ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Nggak ada kesan serem sih, karena di bagian eksekutif dan baru periksa aja. Yang periksa juga nggak sebanyak di poli umum, karena harganya 3x lipat. Tapi namanya juga rumah sakit, pasti ada banyak cerita kalau datang ke tempat ini.

Menunggu 4 jam itu bosen juga. Tapi tanggung kalau mau balik dulu, malah kena macet, bisa muter-muter di jalan doang nggak dapet apa-apa. Ya sudah, saya nongkrong aja di sebuah gerai donat sambil ngopi-ngopi.

Sekitar satu jam sebelum dokternya dateng, sudah siap-siap di depan ruangan pemeriksaan. Sambil baca-baca buku yang disediakan, saya melirik sekilas pasien-pasien lain yang duduk di hadapan saya. Ada seorang bapak-bapak yang merepet melulu nggak sabaran pengen cepet-cepet dokternya mulai pemeriksaan, padahal menurut perawat yang jaga, dokter spesialis yang juga seorang profesor itu sedang ada operasi, sehingga sedikit terlambat.

Daripada saya jadi tertular aura negatif, saya letakkan majalah, langsung melipir aja ke lorong sebelah, duduk di bangku kosong di depan seorang nenek yang sedang memangku bayi. Tak lama, duduk lagi seorang ibu di samping nenek itu, yang kalau dilihat dari penampilannya pastilah ibu muda itu seorang yang berada. ‘Berapa minggu nih umurnya, Bu?‘ sapa si ibu muda. Pertanyaan yang sama muncul dari dalam hati saya, pertama melihat seorang bayi yang masih sangat kecil di RS jantung. ‘Baru 8 hari.’ kata sang nenek.

Deg.

Dada saya sesak. Bayi 8 hari, dan pastinya ada sesuatu terjadi sama jantungnya.

Tetapi saya tidak mengajukan pertanyaan. Cukup mendengarkan saja apa yang akan mereka berdua perbincangkan.

Lalu mengalirlah sebuah cerita dari si ibu muda, yang mengatakan kepada sang nenek bahwa dia patut bersyukur, bayi tersebut sejak awal sudah diketahui ada kelainan di jantungnya. Jangan sampai seperti bayi kembarnya, yang meninggal mendadak di usia 8 bulan dan 11 bulan karena dia tidak mengetahui jika bayinya sakit, memiliki kelainan jantung. Sempat dibawa juga ke RS Harapan Kita, namun tidak tertolong lagi.

Aaaahhh, sedihnya mendengar cerita seperti itu.

Semoga bayi mungil di depan saya itu tidak seperti dua anak kembar ibu muda tersebut.

Saya lantas teringat Diana di rumah. Sehat-sehat terus ya, Nak…

Related Post

Tulisan ini sudah 3,035 kali dibaca

One comment on “Sehat Itu Tak Terkira Harganya

  1. Memang lebih membuat sedih kalau yg sakit itu anak kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,263 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>