Pola Makan Anak Sudah Sehatkah?

Bulan lalu, saat ke Posyandu, tercatat berat badan Diana (21 bulan) adalah 15 kilogram, dengan tinggi badan 92 cm. Kalau dilihat sekilas, Diana ini nggak gendut. Badannya sekel, kenceng gitu dan antep. Seorang tetangga di rumah mama saya, sempat tidak percaya kalau berat badannya 15 kilogram. Ah, masa sih? Coba angkat saja, jawab saya, kalem. Baru dia yakin.

(Dan, anak itulah yang setiap hari harus saya gendong naik turun tangga rumah karena kamar tidur ada di lantai atas!)

Umur  Berat (dalam gram)  Tinggi (dalam cm) 
Standard 80% Standard Standard 80% Standard
1 tahun 3 bulan 10.600 8.500 78,0 62,40
1 tahun 6 bulan 11.300 9.000 81,5 65,20
1 tahun 9 bulan 11.900 9.500 84,5 67,60
2 tahun 0 bulan 12.400 9.900 87,0 69,60
2 tahun 3 bulan 12.900 10.300 89,5 71,60
2 tahun 6 bulan 13.500 10.800 92,0 73,60
2 tahun 9 bulan 14.000 11.200 94,0 75,20
3 tahun 0 bulan 14.500 11.600 96,0 76,80

Tapi ngomongin berat badan anak, saya percaya itu bukan satu-satunya patokan baik buruknya gizi anak, apalagi soal kesehatannya, karena saya pernah baca, anak yang cukup berat badannya, bisa saja menderita gizi buruk. Berarti, ada sedikit salah kaprah ya di masyarakat kita, yang sering berkomentar, “Wah, sehat anaknya..” kepada anak yang memiliki badan (sedikit atau menuju) tambun.

Nah, sekarang ngomongin soal makannya Diana. Kemarin ada yang berkomentar di postingan ini, minta diceritain bagaimana pola makan Diana, kok badannya bisa begitu.

Jadwal makan Diana itu tidaklah 3 kali makan berat, dan 2 kali snack atau buah. Saya dan simbahnya Diana yang momong lebih suka membebaskan Diana makan saat dia lapar. Kalau saya tawari untuk makan dan Diana menolak, ya saya biarkan. Tetapi pada umumnya Diana makan berat 2 kali, sekitar jam 10 hingga 11 pagi, dan sore hari sekitar jam 16 hingga 17. Makanannya, sama dengan makanan keluarga. Sayur asem, sop, bayam, gulai (tidak terlalu pedas, tapi tetap pakai cabai), lodeh, Diana doyan. Paling suka dengan wortel rebus, terkadang mentahpun doyan dengan lahap kalau makan acar. Pokoknya, sebisa mungkin ngasih sayur-sayuran dalam setiap makanannya.

Buah-buahan nggak terlalu banyak sih macemnya, yang sering saya kasih itu semangka, apel dan anggur. Anggur yang paling dia suka. Kalau bapaknya beli sop buah, Diana suka juga nyomotin buah naga, padahal asem kan ya itu.

Trus, soal makanan instan dan snack. Kalau simbahnya Diana sangat meminimalisir ngasih snack yang banyak MSG-nya ke Diana. Tapi, kalau goreng-gorengan (bikin sendiri) tetep aja dikasih. Diana suka tahu dan tempe goreng bikinan simbahnya. Saya suka kasih kacang sukro dan roti isi keju. Snack ber-MSG juga sesekali saya kasih. Nggak kuat nolak keinginan anak, hahaha.

Minumnya, air putih, teh (kotak, hahaha), susu UHT dan susu formula mulai jam 09 pagi saat saya kerja, sampai jam 18 saat saya pulang. Sisanya, masih nenen.

Yang tak kalah penting menurut saya selain soal makanannya, adalah soal kegiatan fisik. Diana ini anaknya aktif bergerak terus, kayak nggak pernah habis batrenya. Kalau ada lapangan, pengennya keliling aja lari-larian. Untungnya, ada banyak tempat terbuka di dekat rumah yang bisa mengakomodir kesukaan Diana ini. Setiap sore, Bapaknya Diana mengajak Diana ke lapangan, sekedar melihat orang main layangan, sampai bermain lari-larian dengan temannya.

Related Post

Tulisan ini sudah 3,167 kali dibaca

3 comments on “Pola Makan Anak Sudah Sehatkah?

  1. Hu umb, Diana kelihatan sehat banget. Maklum ternyata doyan makan yaa.. syukurlaaaah..

  2. mama nafisa on said:

    wah..akhirnya dipost juga..makasih ya..saya dulu awalnya ketat dengan pola makan anak saya..tapi jadinya makin ke sini malah GTM..mungkin harus lebih longgar seperti prinsip mama Diana..Hajar bleh..hehe

    • isnuansa on said:

      Saya pakai keyakinan, yang penting nggak berlebihan aja, Mbak.

      Karena 5 hari Diana ikut pola makan di rumah simbahnya yang semuanya hasil masakan sendiri, jadi di hari Sabtu dan Minggu, saya nggak perlu merasa sampai bersalah dan depresi hanya karena ngasih makanan hasil beli di warung. Gitu.. Yang pasti, saya juga pilih warungnya yang bersih.

      Jarang sih Diana GTM sampai yang nggak mau makan sama sekali. Meski cuma 5 suap sekali makan, biasanya dia mau-mau aja. Kalau suapan kelima udah mulai susah, ya berhenti aja dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,282 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>