Piknik Hingga Ke Pelosok Jungwok

Pantai Jungwok yang kami datangi saat libur akhir tahun kemarin ini nemunya juga dadakan, tanpa rencana sebelumnya. Yang ada di rencana awal adalah piknik ke pantai yang ada di deretan Pantai Wediombo.

Saat liburan Lebaran yang lalu, kami ke Pantai Sepanjang dan Pantai Krakal (yang sampai sekarang belum ditulis, hahaha) di mana saat itu dari arah Klaten menuju Semanu ke kanan (cmiiw), saya ingat ada plang penunjuk jalan arah Pantai Wediombo ke kiri. (Nggak perlu khawatir sih di Gunungkidul, penunjuk arah itu ada di semua tempat, jadi dijamin anti nyasar.) Alamat Pantai Jungwok ada di Desa Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya bilang ke suami, besok lagi kalo ke pantai, kita ambil yang ke arah kiri ya, Pi. Jadilah kami bertiga langsung capcus ke (arah) Pantai Wediombo tanggal 25 Desember 2017 saat teman-teman beragama Nasrani merayakan Natal.

Jalan menuju Pantai Jungwok 2017 ini masih jelek berbatu, tetapi saya yakin jalan ini sudah jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Jika saya baca blogger yang menulis satu dua tahun lalu masih harus menitipkan motor di Pantai Wediombo dan berjalan kaki menuju Pantai Jungwok, kini (lihat Youtube saya yang diambil 25 Desember 2017) kondisi jalannya sudah bisa dilalui sepeda motor dengan lancar.

Mobil juga terlihat ada sudah bisa terparkir di Pantai Jungwok, meski saya sarankan jika masih pengemudi pemula dan jam terbang terbatas, jangan berani-berani membawa sampai ke sana (saya lihat foto mobil ringsek menggelinding saat cari bahan bacaan tentang pantai ini).

Suasana sepi Pantai Jungwok
Pantai Wediombo ada di balik bukit itu ya… Dulu sebelum dibangun jalan yang tadi kami lewati, pengunjung harus trekking dari Wediombo.

Sesampainya di Pantai Jungwok, Diana langsung bilang, wow. Sip! Pantainya indah. Dan yang pasti tidak penuh sesak seperti Pantai Wediombo yang barusan kami lewati. Pantai Wediombo bisa diakses oleh bus pariwisata dan mobil pribadi, nggak heran jika pengunjung melimpah. Pantai Jungwok butuh usaha ekstra buat mencapainya, jadi ya hanya yang sanggup berjalan/melewati jalanan berbatu tajam-tajam sejauh kira-kira 1 kilometer saja yang sampai ke sini.

Langsung Nyebur di Jungwok

Mainan air di Pantai Jungwok

Karena berangkat dari rumah Klaten sudah siang, sudah lebih jam 10.00 pagi, sesampainya di Pantai Jungwok sudah hampir tepat tengah hari bolong. Tapi Diana nggak pernah peduli sama panas, langsung hajar bleh nyebur ke air pantai.

Pantai Jungwok 2017

Saya bersyukur Gunungkidul punya deretan pantai yang indah-indah, jadi bisa dengan mudah memenuhi keinginan anak untuk sering-sering piknik ke pantai. Dari rumah keluarga suami di Klaten, kami hanya perlu waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam naik sepeda motor sampai di pantai-pantai di Gunungkidul. Kami langsung naik gunung dari Kecamatan Cawas ya, bukan melewati Yogyakarta dan Wonosari.

benarkah pantai jungwok mistis dan menyimpan misteri?

Watutopi, Ikon Jungwok

Larangan berenang ke tengah di Pantai Jungwok

Pantai Jungwok punya batu karang besar di tengah laut yang khas yang menyerupai topi, sehingga disebut dengan watutopi oleh penduduk (saya nggak ambil foto batu yang utuh, karena pengen ambil foto nelayannya, ada sih di GoPro tapi belum dipindah masih males).

Sempat saya lihat seorang yang kembali dari laut (sepertinya habis memancing) menenteng ikan berbentuk seperti belut berukuran sangat besar lebih dari lengan saya  sepanjang kira-kira 1 meter sebanyak 3 buah. Sudah maju mundur untuk bertanya berapa harga ikannya, tapi urung karena ya siapa yang mau makan ikan sebanyak itu juga?

Camping Di Pantai Jungwok

Bisa mendirikan tenda dan camping di pantai Jungwok Gunungkidul

Nah, bisa kelihatan kan, ada tenda di ujung sana di tepi Pantai Jungwok? Yap. Karena melihat tenda itulah, timbul kembali keinginan saya untuk bisa camping bersama keluarga di tepi pantai. Mungkin bukan Pantai Jungwok sih yang akan jadi destinasi camping pertama kami, karena baca-baca dari beberapa blog, agak mistis dan menyimpan misteri juga pantai ini. Tetapi mistisnya di sebelah mana juga tidak jelas dituliskan.

Saya sih menduga, karena medannya yang masih agak susah dan posisinya terpencil, jauh dari rumah penduduk, makanya agak serem juga kalau mendirikan tenda dan camping di tepi pantai. Tetapi kalau ada temen dan bareng-bareng banyakan orang sih, saya mau juga camping di Pantai Jungwok. Ayo, siapa yang mau?

Oiya, saat di Pantai Jungwok ini, saya menyewa tikar dan duduk di bawah pohon pantai (entah pohon apa sih ini, yang daunnya agak mirip kelapa tetapi berduri itu loh). Saya memilih memesan makan siang terlebih dahulu dari warung yang berada paling dekat dengan parkiran motor. Diana dan bapaknya sih langsung nyebur ya. Setelah saya selesai makan, baru saya panggil Diana untuk gantian makan siang, dan terakhir baru suami yang makan.

Ombak di Pantai Jungwok ini nggak sebesar Pantai Watulawang. Hamparan pasir putihnya sangat kasar, sehingga saya dan Diana harus menggunakan sandal untuk berjalan dari parkiran hingga ke bibir pantai. Secara umum, kebersihan pantai masih terjaga, meskipun satu dua sampah plastik botol minuman kemasan saya dapati di hamparan pasir. *sigh*

Keindahan Pantai Jungwok

Oke, sampai jumpa kembali, Jungwok!

Pengeluaran piknik murah meriah ini udah all in cuma seratus ribu ajah:

  • Bensin 28.000
  • Jajan 15.000
  • Tiket masuk 10.000
  • Mandi 11.000
  • Makan siang 36.000
  • Parkir 2.000
  • Tikar 5.000

Tulisan ini sudah 1,580 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *