Persiapan Traveling Bareng Balita (Infografis)

Ritual persiapan saya tiap kali akan mengajak anak yang masih balita jalan-jalan hampir sama saja. Agak ribet di awal-awal sih, tapi ya nggak papa, dinikmati aja. Nanti dengan seiring anak makin besar, mudah-mudahan step-stepnya bisa dibikin makin simple. Karena yang sekarang, kehebohan sudah terjadi sejak jauh hari sebelum traveling. Dari menentukan destinasinya aja udah ribet. Kadang udah baca puluhan blog dan riset kecil-kecilan, eh, ternyata nggak cocok buat anak kecil. Baru dibayangin aja udah ribet tempatnya. Kadang susah banget transportasinya, dan lain sebagainya. Jadi, harus diulang dari awal lagi deh. Hahaha.

Pertanyaan utama yang harus dijawab adalah, “Apakah anak nantinya bisa menikmati?” Kalau Diana, selama berhubungan dengan pantai, sudah pasti dia akan seneng. Tapi dari pengalaman traveling terakhir kami ke Semarang (yang belum ditulis, padahal udah sebulan lalu), Diana akhir-akhir ini jauh lebih seneng bagian nginep hotelnya doang. Jadi ya harus lebih mengerem hasrat traveling lagi nih saya sebagai orang tuanya. Jauh-jauh pergi, Diana maunya ngadem di hotel terus.

Menentukan destinasi yang ramah anak ini berarti saya harus mencoret kegiatan ekstrim dan berbagai outdoor activity yang belum cocok dilakukan oleh balita. Lebih banyak ke tempat wisata alam, kebun binatang dan taman-taman kota yang sekarang ini semakin bagus dan banyak di semua kota besar di Indonesia. Wisata kuliner juga oke, tapi pertimbangkan juga harus ada menu yang cocok dimakan oleh balita ya. Pertimbangkan juga jadwal tidur si kecil ya. Meski traveling, anak harus tetep istirahat kan ya? 

Persiapan Traveling Bareng Balita (Infografis) Jalan jalan bawa anak itu nggak ribet!

Kalau sudah tahu mau ke mana liburannya, yuk lah mari berhitung-hitung biaya yang dibutuhkan. Budget buat traveling saya nggak banyak. Harus pinter-pinter nyiasatin beberapa bagian supaya bisa dihemat. Salah satu yang pernah saya lakukan adalah dengan mengajukan sponsorship kepada hotel, supaya kami bisa gratis menginap. Lumayan kan kalau nginepnya gratis? Kita tinggal memikirkan biaya transportasi, makan, tiket masuk dan yang lainnya. Kalau sudah oke dengan jumlah yang harus dikeluarkan, oke, ayuk lanjut. Prinsip saya sih, traveling harus dengan biaya yang memang sudah dianggarkan dan tidak mengurangi pos kebutuhan pokok lainnya, dan juga bukan dengan berhutang. 😉

Setelah itu saya akan menyusun itinerary. Saya mendaftar obyek wisata mana saja yang akan saya datangi, transportasi yang dibutuhkan, apakah dengan transportasi umum, menyewa mobil, ataukah motor, dan di mana saya akan menginap. Semuanya dibuat sedetail mungkin ya. Salah satu contoh itinerary bisa dilihat di sini (klik ya). Menyusun itinerary akan mempermudah saat traveling. Tinggal baca dan ikuti saja.

Go show? Kalau nggak bawa balita sih patut dicoba, tapi saya pilih memesan jauh hari sebelum hari H. Tiket pesawat, sewa kendaraan dan pesan hotel semua dilakukan sebelum liburan tiba. Biar nggak grasa-grusu.

Nah, urusan packing, saya biasanya lakukan last minute banget. Kalau belum sampai H-1 tuh kayaknya belom bisa packing, gitu. Untungnya, kalau bawa barang, saya tipenya yang light. Bawaannya dikiiit. Kalau nggak perlu mending ditinggalin di rumah aja. Ngapain traveling bawa semua barang kayak orang pindahan, coba? 😉

Udah, segitu doang sih persiapan saya kalau mau traveling bareng anak. Kalau temen-temen, apa saja persiapannya?

Tulisan ini sudah 1,421 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *