Persiapan Liburan Ke Bali Bawa Balita

Sepulang dari jalan-jalan ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu, saya langsung merencanakan jalan-jalan berikutnya. Karena pengen liburan yang lebih panjang lagi, saya akhirnya memilih Bali sebagai tujuan. Meski sudah lebih dari 5 kali buat saya, buat Diana ini akan menjadi yang pertama kalinya.

Persiapan liburan ini nggak bisa terlalu panjang, jadi harus gerak cepat dan banyak cari informasi seputar Bali. Lhoh, kok, masih banyak nyari informasi? Bukannya udah sering ke Bali? Hahaha, bolak-balik ke Bali itu dalam rangka kerja, dan 2 kali ikutan tour karena menang lomba. Oiya, satu lagi, 20 tahun lalu juga sudah pernah ke sana dalam rangka darma wisata kelulusan SMP. Hahahaha.

Jadi, yang benar-benar jalan-jalan dan merencanakan segala sesuatunya sendiri, ya baru kali ini. Termasuk, seluruh biayanya tentunya. Pusing harus nyari hotel dan nyusun itinerary, yang biasanya cuma duduk manis, dikasih nginep di hotel berbintang, sekarang harus ngubek-ubek seluruh penjuru dunia maya, berharap bisa menemukan tempat yang keren dengan biaya yang masuk akal.

Tapi saya yakin Bali adalah tempat yang sangat mudah. Fasilitas relatif lengkap, tinggal sesuaikan saja dengan budget yang kita miliki. Kalau saya, karena dananya cupet, pengennya jalan-jalan yang murah meriah aja, yang penting hati riang dan senang. Lagipula, bawa balita gini kan nggak bisa juga dipaksain harus datang ke banyak tempat dalam waktu yang cukup singkat.

Pesawat ke Bali

Dari semua persiapan liburan ke Bali ini, baru pesawat saja yang sudah fix dibeli tiketnya. Karena belinya nggak jauh-jauh hari, ya jangan berharap dapat tiket promo dengan harga murah. Tapi nggak papalah. Prinsipnya kan ya yang harus dibayar ya tetep bayar. Nggak boleh ngarepin dibayarin terus-terusan, nanti nggak jadi-jadi mulu jalan-jalannya. Hahaha.

Bertiga (saya, suami dan Diana), kami dapat tiket Citilink seharga Rp. 2.200.200,- pergi pulang. Harga yang normal lah ya, mengingat Diana masih di bawah 2 tahun yang hanya bayar tiket infant.

Hotel selama di Bali

Dari 4 malam di Bali itu, rencananya 2 malam akan kami cari hotel di daerah deket kota, entah di Kuta, Legian, Sanur, atau Seminyak, lalu 2 malam lagi di Ubud. Yang di kota saya belum putuskan, dan masih nyari-nyari review hotel yang bagus di mata blogger, sedangkan yang di Ubud saya sudah ketemu satu nama Tegal Sari. (Yang pasti sih bukan Grand Inna ya.)

Sayang sungguh sayang, begitu dipesan, datanglah segera konfirmasi dari hotel Tegal Sari Ubud ini, bahwa hotel sudah penuh pada tanggal yang saya inginkan. Tetapi masih ada dua kamar yang kosong, yaitu Villa Sesapi, dengan rate Rp 1,100,000 + 10% tax per room per night excluding breakfast, dan Villa Sarang Bambu dengan rate Rp 1,500,000 + 10% tax per room per night excluding breakfast. Halah, itu mah out of budget banget dah ah. So, saya perlu berburu hotel lagi nih, setelah gagal menginap di Tegal Sari.

Transportasi selama di Bali

Nanti mungkin bakalan pakai sepeda motor aja. Alasannya, biar bisa lebih fleksibel. Kalau anak nggak bisa diajak jalan jauh, nggak merasa sayang ‘meletakkan’ sepeda motor sewaan saja seharian, sementara kami asyik berenang atau main pasir saja di tepi pantai. Kalau pakai mobil dan sopir, sayang sekali membiarkan mereka nganggur. Pastilah kayak ‘dikejar’ target harus ke objek wisata ini dan itu, karena sudah terlanjur membayar sewa yang bisa dibilang mahal.

Apa saja objek wisata yang akan dikunjungi di Bali?

Saya nggak muluk-muluk. Bawa balita yang ngeyelnya ampun-ampunan mulai punya keinginan dan harus dipenuhi, saya cuma bisa nyusun tempat-tempat yang sepertinya masuk akal saja buat dikunjungi. Nggak usah banyak-banyak, kan biar bisa ada alasan buat datang lagi ke Bali tahun-tahun berikutnya.

Pantai-pantai sudah pastilah ya. Pantai Kuta, Sanur, Dreamland, Padang-Padang, Pandawa, Uluwatu, Nusa Dua, Tanah Lot, pokoknya yang penting banyakin pantainya. Saya pengen ke Pura Tirta Empul Tampak Siring, Pura Taman Ayun, Bedugul, Monkey Forest Ubud, dan Kintamani. Makan malam di Jimbaran kayaknya dicoret dululah. Hahahaha. Siplah, ntar kita lihat berapa banyak yang mampu kami kunjungi.

Persiapan lainnya?

Untungnya kalau soal peralatan tempur, kami nggak begitu rempong. Dengan Deuter 40 liter, saya yakin keperluan 5H/4M bakalan muat semua masuk ke dalam 1 tas. Jadi bagi tugasnya enak, suami bawa tas, saya gendong Diana.

Persiapan dana sih, sudah pasti. Sampai sekarang baru tiket pesawat doang yang terbeli, berarti masih banyak lagi yang harus dibayar. Untungnya, ada invoice yang bakalan cair deket-deket hari keberangkatan, jadinya buat uang saku udah nggak begitu khawatir. Siiiplah, tunggu aja nanti ceritanya di blog ini ya.

Tulisan ini sudah 13,229 kali dibaca

6 thoughts on “Persiapan Liburan Ke Bali Bawa Balita

  1. Josh gandosh mbaaak.. AKu dalam waktu dekat ini akan ke karimun jawa. Semoga sehat2 saja ya biar liburanku menyenangkan.

    Semoga liburan mbak isnu, mas yudi dan dik dian juga menyenangkaaan.. yg harus dipersiapkan tentu saja jaga kesehatan! hahahah

  2. ada minimal usiakah untuk anak2, mba? dulu kayaknya ada temenku yang nanya tentang anaknya yang boleh dibawa naik pesawat atau tidak. tapi akhirnya dia nunggu agak gedean. asyik, kalo bisa jalan2 bareng sekeluarga ya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *