Persiapan Belanja Perlengkapan Bayi

Orang tua berdasarkan keyakinan yang diberikan secara turun-temurun menyarankan untuk berbelanja perlengkapan bayi setelah kandungan memasuki usia 7 bulan. Meski tak sepenuhnya percaya, nggak ada salahnya juga mengikuti anjuran tersebut. Buat saya, usia kandungan 7 bulan memang sudah tepat, karena jenis kelamin bayi sudah bisa diketahui dengan lebih jelas. Memang pada usia kehamilan 5 bulan saya telah melakukan USG 4 D [4 dimensi] dan dokter menyatakan jenis kelamin bayi saya perempuan, saya hanya ingin memastikan saja bahwa pada pemeriksaan selanjutnya sudah tidak ada lagi perubahan jenis kelamin bayi.

Dan berdasarkan hasil saya baca-baca beberapa situs, mereka juga menyarankan untuk persiapan berbelanja segala kebutuhan perlengkapan bayi hanya sampai usia 3 bulan saja.

Mengapa 3 bulan?

Perlengkapan Bayi

Selama 3 bulan pertama setelah melahirkan, ibu bayi masih diharapkan merawat bayinya dengan perhatian ekstra. Kegiatan berbelanja ke luar rumah yang menyita waktu dan tenaga sebaiknya tidak dilakukan terlebih dahulu. Dan untuk waktu selanjutnya, perlengkapan bayi bisa kita beli secara bertahap, menyesuaikan dengan tingkat pertumbuhan bayi kita. Jangan sampai baju yang sudah kita stok sejak lama, ternyata ukurannya sudah tidak muat lagi ya digunakan pada bayi kita. 😉

Apa saja persiapan perlengkapan bagi bayi yang baru lahir?

Ada banyak sekali item yang harus kita siapkan sebagai ibu yang akan segera memiliki bayi. Beberapa item mungkin sudah kita miliki karena ada barang “lungsuran” dari saudara atau keluarga. Tetapi, sebagian besarnya memang harus dibeli dan disiapkan sebelum bayi lahir.

Daftar perlengkapan yang dibutuhkan akan saya coba rinci sebagai berikut:

  1. Perlengkapan pakaian bayi. Item-item yang dibutuhkan seperti: satu set popok [mungkin perlu membeli beberapa lusin karena bayi pasti sering ngompol], baju bayi dan celana bayi [usahakan ada yang berupa lengan panjang, lengan pendek, tanpa lengan, celana panjang dan celana pendek], beberapa pasang kaos kaki dan kaos tangan bayi, beberapa pasang sepatu bayi, jaket, selimut, perlak, alas ompol, dan bedong bayi.
  2. Perlengkapan mandi bayi. Yang diperlukan oleh bayi untuk proses mandi diantaranya adalah: bak mandi, perlak, handuk bayi, 2 buah ember dengan tutupnya [sebagai tempat pakaian bayi yang kotor terkena ompol dan BAB], serta produk mandi seperti shampo bayi, sabun mandi bayi, baby oil, lotion, minyak kayu putih, minyak telon, bedak bayi, tissue basah dan lain sebagainya.
  3. Perlengkapan makan bayi. Biasanya untuk perlengkapan makan dijual dalam bentuk paket, tetapi bisa juga kita membelinya satu per satu. Ini bisa saja dibeli belakangan, karena jika kita memberikan ASI secara ekslusif pada bayi selama 6 bulan, maka perlengkapan makan ini tidak kita butuhkan selama 3 bulan pertama. Namun jika ASI bermasalah, dan bayi perlu untuk makan, maka perlu kita beli perlengkapan makan. Beberapa item yang akan kita butuhkan antara lain: mangkuk dan sendok kecil, slabber, serta blender untuk menghaluskan makanan.
  4. Perlengkapan tidur bayi. Kita akan membutuhkan boks bayi, kasur, bantal, seprei, perlak dan kelambu.

Di samping benda-benda yang telah saya sebutkan di atas, masih ada beberapa perlengkapan yang seharusnya kita miliki. Seperti termometer untuk mengecek suhu badan bayi. Kita memerlukannya karena bayi terkadang juga rentan sakit. Ada pula kereta bayi [stroller] yang mungkin kita butuhkan untuk membawa bayi jalan-jalan. Gendongan bayi juga vital karena saat ini sudah jarang yang menggendong bayinya menggunakan kain [jarik dalam bahasa Jawa]. Beberapa mainan bayi untuk usia 0-3 bulan juga perlu kita beli. Dan satu lagi, tas yang akan membawa semua perlengkapan yang kita butuhkan jika ke luar rumah.

Bagaimana soal harga? Berapa dana yang harus disiapkan untuk membeli perlengkapan bayi tersebut?

Nah, ini juga sebuah pertanyaan yang sulit. Karena biasanya ibu-ibu yang tengah mempersiapkan perlengkapan bayinya tidak membeli barang-barang tersebut sekaligus. Mencicilnya satu per satu hingga akhirnya tiba masa melahirkan. Dan tentu saja, harga barang-barang yang akan kita beli juga tergantung kualitasnya. Ada perlengkapan yang berharga mahal, ada juga yang murah. Sesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga. Jika dana yang kita miliki terbatas, ya beli yang kualitasnya agak di bawah. Toh, penggunaan perlengkapan bayi tersebut tidak akan lama karena pertumbuhan bayi tentunya lebih cepat bila dibandingkan dengan orang dewasa.

Oke, saya akan cari-cari dulu ya perlengkapan buat bayi saya. Nanti ceritanya akan saya tulis di dalam artikel yang lain.

Tulisan ini sudah 40,107 kali dibaca

One thought on “Persiapan Belanja Perlengkapan Bayi

  1. Kalau boleh saya ingin menambahkan bu, agar lebih hemat lebih baik perlengkapan bayi yang bisa minjam, lebih baik minjam saja. Contohnya stroller bayi. Setelah lewat umurnya barang ini dak bakal kepakai, sementara harganya kan cukup mahal, jadi kalau misal ada teman atau keluarga yang punya dan tidak dipakai, bisa pinjam deh hehe.

    Saya setuju juga dengan anda masalah 7 bulan, walaupun sudah ditambahin bumbu-bumbu mistik, saya sendiri lebih percaya tujuan utamanya adalah agar benar-benar tahu jenis kelamin bayi, laki-laiki atau perempuan. Jadi kalau beli perlengkapan bayi tidak bakal salah dan mubazir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *