Pengalaman Pertama Bikin Muffin, Bantat!

Ahahahaha, saya percaya saja resep yang ditampilkan dalam sekumpulan blog mama-mama trendi. Meski nggak ngikutin ukurannya dengan tepat (karena saya biasa cemplung-cemplung) saya ngikutin bagaimana cara mama tersebut membuat muffin.

Oke, saya catat garis besarnya membuat muffin cara dia, bahan ada semua di rumah, tepung terigu, gula, garam, baking powder, telur, susu UHT (saya ganti susu bubuk yang dicairkan) dan choco chips buat taburan.

Cara membuat muffin versi dia, campur telur dan gula dengan cara dikocok, trus masukkan tepung dkk ke dalam telur, berselang-seling dengan susu UHT, tuang ke dalam cup, oven. Saya ikutin, dong, dengan PD. Pas udah mateng, kenapa hasilnya bantat? Oke, kadang memang pengalaman pertama suka gagal, tapi saya kan udah ikutin caranya dia?

Pengalaman Pertama Bikin Muffin

Baru deh saya googling. Nggak rela aja, udah susah-susah baking, kok jadinya bisa buat mbalang kirik. Ternyata oh ternyata…

Kalau berdasarkan blog-blog resep yang sungguh terpercaya (versi saya), membuat muffin itu prinsipnya gampang: campur bahan basah dengan bahan basah, campur bahan kering dengan bahan kering. Satukan keduanya dengan meminimalisir pengadukan. Kalau bisa, dalam 5x kali aduk saja! 5 kali saja! Sekali lagi, 5x saja!

Piye carane ya?

Gimana itu caranya mencampurkan hanya dalam 5 kali saja adukan? Apa nggak masih kroncal-kroncal, tepungnya belom kecampur? Saya belom bisa mbayangin. Ntar ya kalau sudah dipraktekin saya tulis lagi hasil muffin yang nggak bantat.

Sementara, nikmati dulu aja ya, gambar muffin yang bantat ini. Stttt, meskipun bantat, suami tetep ngabisin, kok. 😉

Tulisan ini sudah 2,140 kali dibaca

2 thoughts on “Pengalaman Pertama Bikin Muffin, Bantat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *