Pengalaman Naik Mpok Siti Keliling (Sebagian Kecil) Jakarta

Harus sabar, ya, Kak, kalau nungguin Mpok Siti. Saya, suami, Diana dan adik saya menunggu lebih dari 1 jam sampai saat Mpok Siti lewat di depan halte Plaza Indonesia. Saya menunggu di hari Sabtu, 6 Desember 2014 jam 13.15 lewat dan baru dapet bisnya jam 14.30 lewat.

Yang beredar di internet cuma jadwal operasinya, Senin-Sabtu jam 09.00-19.00, sedangkan hari Minggu jam 12.00-19.00, tanpa kita tahu jam berapa istirahatnya. Jadi kalau saran saya sih, mendingan kalau mau naik di atas jam 14.00 aja nunggunya. 😳

Mpok Siti Lama Kumenunggumu

Rute city tour ini adalah: Bundaran HI-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baroe-Masjid Istiqlal-Monas-Balai Kota-Sarinah-Bundaran HI. Yang saya tahu, bis ini gratis hingga akhir tahun 2014, entah ya nanti kalau bayar berapa tarifnya.

Bis tingkat yang baru ada beberapa buah ini memang nyaman. Saya dapet duduk di bagian atas paling depan. Bisa leluasa memandang ke jalanan ibu kota dari atas. Tempat duduk ini jadi incaran yang naik Mpok Siti. Diana yang semula sudah mulai cranky karena kelamaan nunggu, jadi seneng dan ceria kembali melihat mobil-mobil dan bangunan yang kami lewati.

Saat saya naik, gerimis satu dua mulai turun. Dan setengah perjalanan yang kami lalui hujan mengguyur dengan deras. Karena hujan ini pulalah, saya dan keluarga tidak turun di halte Plaza Indonesia, dan terus ikut putaran yang kedua. Hehehe, jangan ditiru ya. 😉

Mpok Siti Lama Kumenunggumu 2

Di putaran kedua inilah Diana mulai mengantuk, jadi dia nenen sebentar dan sepanjang perjalanan merem dengan suksesnya. Untung jalanan nggak begitu macet, jadi satu kali putaran nggak lebih 45 menit waktu yang dibutuhkan. Menurut pengamatan saya, penumpang paling banyak naik turun di halte Museum Nasional dan di Masjid Istiqlal. Di halte Plaza Indonesia lumayan sepi (yang saya tahu karena kelamaan nunggu, pada nyerah, pergi lagi, hehehe).

Kalau di lantai bagian atas, tidak terdengar suara tour guide yang memberikan penjelasan sepanjang perjalanan. Ada kamera CCTV terpasang buat memantau penumpang di bagian atas, yang terlihat berdiri akan mendapatkan teguran dari petugas. Kesimpulannya, saya sih nunggu jalur yang lebih panjang dan luas lagi, sehingga bisa menjelajah tidak lagi sebagian, tapi keseluruhan Jakarta. 😉

Tulisan ini sudah 2,188 kali dibaca

2 thoughts on “Pengalaman Naik Mpok Siti Keliling (Sebagian Kecil) Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *