Pengalaman Mendaftar Sekolah Dasar (PPDB Sistem Zonasi)

Sudah legaaa~ Akhirnya Diana sudah terdaftar di Sekolah Dasar terdekat dari rumah. Sekolah yang memang dikehendakinya. Padahal dari tahun lalu sudah ditawarkan juga untuk masuk ke SD swasta, tetapi anaknya keukeuh nggak mau. Ya sudah, mengikuti jejak emak bapaknya yang dulu juga sama jebolan SD Negeri, masuklah Diana akhirnya bersekolah di SD Negeri juga.

Beruntung, posisi rumah berdekatan dengan setidaknya 4 SD Negeri. Jadi berdasarkan sistem zonasi yang dipakai dalam penerimaan sekolah negeri sekarang ini, tidak ada masalah berarti buat Diana. Soal kepastian dapat sekolah sih sudah pasti, tetapi Diana sendiri kan ngincernya satu SD yang memang dekat sekali dengan rumah ya, ini yang bikin deg-degan.

Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 17 hingga 19 Juni 2019. Saya mendaftar di tanggal 17 Juni pagi hari sebelum berangkat kerjalah ya, mumpung memang pendaftaran sudah dibukan sejak jam 07.00 pagi (secara langsung di sekolah).

Persyaratan mendaftar SD Negeri sistem zonasi ini juga sangat mudah, hanya menyeragkan fotokopi KK, Akte Kelahiran Anak dan KTP orangtua. Saya membawa dokumen aslinya juga tidak ditanyakan oleh panitia.

Kenapa tidak secara online saja? Nggak papa, sekalian pengen lihat sekolahnya dan kenalan sama gurunya juga. Jadi ambil formulirnya dan ngisi manual, baru nanti petugas dari pihak sekolah yang mendaftarkannya secara online. Sesampainya di kantor, saya cek posisi Diana pertama kali masih di urutan ke 4 dari 35 kursi yang diperebutkan.

Agak siang, saya cek lagi sudah turun posisi menjadi nomer 8. Turun teruuus, sampai akhirnya nomor 20. Udah deg-degan deh, karena hanya ada 35 kursi yang ada, dan pendaftaran masih menyisakan dua hari lagi. Takutnya, anak-anak dengan usia lebih tinggi dari Diana mendaftar di saat akhir.

Untuk tingkat SD memang setahu saya jarak rumah dan sekolahan tidak menjadi penentu dalam penerimaan siswa. Kalau itu yang dijadikan penentu, mungkin Diana akan menjadi 10 besar secara otomatis, karena jarak dari rumah ke sekolah hanya berselang sekitar 5 rumah saja jauhnya.

Kalau soal umur, udah nyerah deh. Diana belom berumur 7 tahun, sedangkan banyak sekali yang sudah berumur jauh di atas 7 tahun baru mendaftar tahun ini. Bahkan yang umurnya 8,5 tahun juga ada yang masuk di hari berikutnya.

Ya sudah deh, jika tidak masuk di SD ini, di SD pilihan kedua bisa dipastikan Diana akan masuk dengan mudah (karena kebanyakan usia anak yang mendaftar lebih muda dari Diana), hanya saja anaknya tidak terlalu bergembira jika diterima di SD pilihan kedua.

Deg-degan berakhir saat hari ketiga pukul 16.00 WIB saat pendaftaran ditutup, posisi Diana aman di nomer 28. Meski emaknya cukup deg-degan, tapi nggak sampai mules-mules dan susah tidur juga sih. Toh, kalaupun nggak masuk SD Negeri, ya siap-siap saja menyekolahkan anak di sekolah swasta.

Hari Kamis saya daftar ulang untuk memastikan bahwa kursi tersebut diambil, dan Diana sah bersekolah di situ.

Senengnya, sekolah ini sekolah pilihan Diana sendiri. Kedua, jaraknya deket banget dari rumah, sehingga tidak perlu antar jemput sudah bisa jalan sendiri. Selamat bersenang-senang di sekolah, Nak. 😉

Related Post

Tulisan ini sudah 7,275 kali dibaca

2 comments on “Pengalaman Mendaftar Sekolah Dasar (PPDB Sistem Zonasi)

  1. Pingback: Membuat Lunchbox Notes, Pemanis Bekal Anak Sekolah PAUD, TK dan SD - Hallo Diana! | Parenting and Lifestyle Blog

  2. Pingback: Anak Kedua, Pakai Barang Lungsuran Kakaknya Aja? - Hallo Diana! | Parenting and Lifestyle Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,379 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>