Pengalaman Hamil Trimester Kedua

Sekarang sudah bisa nulis tentang pengalaman selama masa hamil di blog nih, karena sebelumnya nggak enak aja kalau nulis campur-campur di blog utama saya. Mudah-mudahan nanti ada waktu dan nggak malas buat nulis cerita juga saat-saat awal kehamilan di blog ini.

Memasuki bulan keempat kehamilan, saya mulai agak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan, dan perut semakin membesar saja. Berat rasanya kalau mau berdiri dan jalan. Saat usia kandungan lima bulan, saya melakukan USG 4D dan hasilnya bayi masih dalam keadaan sungsang. Sebentar lagi saya akan kembali ke dokter saat memasuki usia kehamilan 6 bulan.

Dari hasil pemeriksaan pada saat USG 4D diketahui data bayi sebagai berikut [saya kutip dari paspor kehamilan saya]:

  • Hamil tunggal hidup.
  • Letak sungsang.
  • BPD 23 minggu 3 hari. [Biparietal Diameter (BPD), diameter antara 2 sisi kepala.]
  • FL 25 minggu. [Femur Length (FL). Mengukur panjang tulang paha yang mencerminkan pertumbuhan memanjang janin.]
  • AC 23 minggu 4 hari. [Abdominal Circumverence (AC). Mengukur lingkar perut ibu. Ini adalah pengukuran yang paling penting pada akhir kehamilan, namun lebih mencerminkan ukuran dan berat janin daripada usianya.]
  • TBBA: 689 gram.

Apa yang mulai saya rasakan?

  1. Punggung sakit. Yang ini benar-benar di luar kebiasaan. Meskipun sehari-hari saya duduk di depan komputer dan malamnya tidak merasa sakit pada punggung, namun memasuki trimester kedua saya merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan sampai-sampai seperti punggung terasa kaku dan sulit digerakkan.
  2. Semakin sering buang air kecil. Bolak-balik ke toilet adalah pekerjaan rutin harian saya. Nggak pernah ngitung sih sehari berapa kali, tapi yang pasti dalam satu jam bisa dua tiga kali, tergantung juga seberapa banyak saya minum air putih. Di malam hari saat tidur, setidaknya saya terbangun tiga hingga lima kali untuk ke toilet. Untung kamar di lantai dua sudah dipensiunkan sejak saya dinyatakan hamil, karena kamar mandi ada di lantai bawah.
  3. Baju dan celana kesempitan semua. Dari awal kehamilan saya memang tidak membeli banyak celana dan baju khusus untuk orang hamil. Karena ukuran badan yang lumayan ramping, saya masih bisa memaksakan memakai pakaian lama yang berukuran agak longgar. Di trimester pertama hanya menambah dua celana kerja dan beberapa atasan serta daster, di trimester kedua terpaksa membeli lebih banyak lagi karena semua baju dan celana sudah tidak muat lagi. Jebol juga deh kantong jadinya.

Ada yang punya pengalaman lain saat hamil trimester kedua? Share dong di kolom komentar. 😀

Tulisan ini sudah 8,091 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *