Pencernaan Sehat, Langkah Penting Supaya Anak Cerdas

Bhihik, udah lamaaa undangan dari PT. Nestle Indonesia “Gut-Brain Axis : Pencernaan Sehat Awal si Kecil Cerdas” ini baru bisa saya tuliskan di blog. Karena acaranya keceh, jadi sayang kalau ilmunya nggak ‘ditularkan’ kepada emak-emak lain. Supaya yang nggak bisa hadir, bisa dapat ilmunya juga.

Undangan dengan narasumber yang mumpuni seputar dunia anak, pastinya nggak akan saya lewatkan selagi kegiatan di kantor nggak padet. Ada tiga narasumber, Rini Hildayani M.Si. Psychologist, psikolog anak dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, pakar gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Saptawati Bardosono, dr., M.Sc, dan Dr. Ahmad Suryawan dr., Sp.A(K), ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya.

Saya mulai berbagi dari penyampaian ibu Rini Hildayani M.Si. Psychologist ya, Kesehatan Saluran Cerna Ditinjau Dari Aspek Psikologis. Dua tahun pertama dari kehidupan anak itu adalah masa sensitif perkembangan attachment. Periode ini ditandai dengan kecenderungan untuk mencari dan memelihara kedekatan dengan orang tertentu.

Supaya terbentuk secure attachment atau hubungan yang baik dan lekat antara ibu dan anak, orang tua harus memiliki kemampuan untuk memberi umpan balik yang responsif terhadap tanda-tanda yang ditampilkan bayi. Melakukan kontak fisik/sentuhan yang positif adalah salah satu cara.

Gut Brain Axis

Materi dari pakar gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Saptawati Bardosono, dr., M.Sc, adalah tentang  Peran Zat Gizi Dalam Tumbuh Kembang dan Kesehatan Saluran Cerna. Kesehatan saluran cerna ini amat penting karena saluran cerna berfungsi memecah dan menyerap zat gizi. Kalau saluran cerna bermasalah, gimana mau bisa memecah dan menyerap zat gizi?

Dokter Tati mengingatkan, makanan untuk anak kita harus selalu mengandung campuran dari berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, minyak dan lemak, vitamin dan mineral, serta air.

Pencernaan sehat itu yang bagaimana sih? Mulai dari kenalan dengan saluran cerna itu sendiri, yuk. Fungsi saluran cerna itu terdiri dari:

1. Mulut, saat makanan dikunyah, saliva mulai mencerna karbohidrat.
2. Esofagus, otot mendorong makanan ke dalam lambung melalui suatu proses yang disebut dengan peristalsis.
3. Lambung, semua makanan dicampur dengan cairan pencernaan. Asam hidroklorik membunuh bakteri. Enzim memecah protein.
4. Liver, asam empedu yang berwarna hijau disekresi dan disimpan oleh hati untuk membantu memecah lemak.
5. Pankreas, berbagai enzim pencernaan diproduksi di pankreas
6. Usus Kecil, makanan dicampur dengan asam empedu dari hati dan cairan pankreas untuk dikembalikan ke hati untuk diproses.
7. Usus Besar, makanan yang tidak tercerna dan air diproses, disimpan dan ditransfer ke usus besar
8. Anus, sisa makanan melewati rektum untuk meninggalkan tubuh.

Menjaga saluran cerna supaya tetap sehat pada bayi itu dimulai sejak lahir. (Tentunya sejak ibu hamil asupan gizinya sudah dijaga yaaa.) Secara alami, kandungan ASI menjaga saluran cerna bayi tetap sehat, karena ASI mengandung Lactobacillus reuteri, salah satu probiotik yang mencegah berbagai gangguan saluran cerna seperti diare, konstipasi, kolik, serta nyeri perut.

Ketika Dr. Ahmad Suryawan dr., Sp.A(K), ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya menyampaikan materinya, ini yang paling banyak makjleb buat saya. Materinya tentang Kesehatan Saluran Cerna Dan Perkembangan Perilaku Dan Kecerdasan Anak, menjelaskan bahwa perjalanan jangka panjang tumbuh kembang anak itu dimulai sejak berada dalam kandungan. Perlu masukan nutrisi yang baik, dan terus dijaga dengan tetap memberikan nutrisi dan stimulasi hingga periode masa kritis 2 tahun usia anak (1000 hari pertamanya) terlampaui.

Pada rentang usia 0 hingga 2 tahun, 80% otak anak sudah terbentuk. Hingga usia 6 tahun, 95% otaknya sudah terbentuk. Nah, kalau kita sebagai orang tua baru berusaha ‘membentuk‘ kecerdasan anak pada usia remaja dan dewasanya, itu sudah sangat terlambat, Kakak! :mrgreen:

Trus, bagaimana mekanismenya Gut-Brain Axis : Pencernaan Sehat Awal si Kecil Cerdas? Bisa dilihat pada gambar di atas ini. Antara saluran cerna dan otak, itu terjadi komunikasi dua arah. Saluran cerna melalui mikrobiotanya menghasilkan kortisol yang akan memegang peranan penting dalam membentuk sel-sel imun (sitoksin), dan akhirnya sistem syaraf otak akan menghasilkan mood, kognisi dan emosi yang baik pada anak.

Bagaimana jika seorang ibu tidak memperhatikan kesehatan saluran cerna anak? Anak akan mudah mengalami konstipasi, kolik, diare dan yang paling menakutkan adalah penyerapan nutrisi ke tubuh tidak optimal, sehingga dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Efek lanjutannya, daya tahan tubuh menurun, sehingga anak tidak bisa aktif bermain dan belajar sesuai tahapan usianya. Tuuuh, kaaaann, syerem!..

Lalu, nutrisi apa yang paling baik untuk kesehatan saluran cerna anak? ASI jawabannya!

Tapi kalau lihat infografik di atas, jadi sedih yaaa. Lebih dari 60% bayi di dunia, menurut data WHO, tidak mendapatkan ASI Ekslusif. 😥 Di Indonesia sendiri, hanya ada 33% bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif. Masih kurang ya, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang manfaat ASI ini, padahal ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Yuk ah, buibu, kalau sudah sempat membaca tulisan saya ini, berikan ASI kepada bayinya nanti yaaa.

Happy Tummy Council, pakar-pakar yang peduli kesehatan saluran cerna anak.

Jika tertarik mendapatkan modul dan pengetahuan dari Happy Tummy Council, bisa langsung ke sini, buibu.

Kumpulan Emak Blogger di acara peluncuran modul Happy Tummy II.

Related Post

This entry was posted in Info.
Tulisan ini sudah 6,140 kali dibaca

12 comments on “Pencernaan Sehat, Langkah Penting Supaya Anak Cerdas

  1. dari pencernaan kesehatan anak di mulai ya mbak

    • isnuansa on said:

      Betuuul, Mbak. Ternyata, semuanya berawal dari kesehatan pencernaan ya.. Kalau anak nggak konstipasi, nggak diare, dan nggak kolik, nantinya jadi ceria, aktif dan bisa belajar sesuai dengan tahapan usianya.

      😀

  2. April on said:

    Semoga bisa selalu memberikan nutrisi terbaik buat si kecil TFS Mbak 🙂

  3. Eh ada fotoku #gagalfokus
    Dulu si kakak pernah bermasalah dengan pencernaannya, jadi harus hati-hati milih susunya 🙂

  4. jadi inget, pernah baca juga…kondisi pencernaan bagus itu tergantung dengan seberapa sering/lamanya kita ngunyah makanan 😀
    makasih mbk sharingnya ^^

    • isnuansa on said:

      Mengunyah makanan itu salah satu hal yang bisa membantu kinerja usus dalam mencerna makanan, Mbak kalau setahu saya. 😉

  5. Saluran cerna bayi sangat krusial, ya mbak… kesadaran para orang tua harus terus dipupuk dan dibimbing bersama. Kita kudu terus sharing untuk mengedukasi kesehatan anak kita, nih, sebagai penerus bangsa yang sehat dan pintar :-).

    Btw, Mbak Nunik di foto Emak-Emak KEB yang mana? Kok ngga keliatan yaaa? Jadi kamera-emak nih, Mbak?

    • isnuansa on said:

      Yap, ini semua demi kesehatan anak kita. Siapa lagi yang mengedukasi, kalau bukan kita sebagai blogger yang ikut berperan aktif. 😀

      Hihihi, iya, Mbak, saya nggak ada di foto di atas.

  6. Aku kadang membenci ibu2 yg gak mau nyusuin anaknya. Soalnya aku aja yg ngempeng 3,5 tahun ini, masih juga gak pinter2 amat, apalagi yg nggak nyusu ASI sama sekali?

    hahaha..

  7. belajar online on said:

    terimakasih atas infonya dengan begini kita bisa lebih berhati2 menjaga kesehatan anak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,149 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>