10+ Ide Asyik Menstimulasi Kecerdasan Majemuk si Kecil dengan Bermain ala Morinaga MI Play Plan

 

Si G sudah bisa menghitung sampai 50, lho!” kata ibu-ibu yang saya temui di taman ketika sore hari saya mengajak main Diana. Mudah ditebak, dia pasti sangat bangga anaknya memiliki kemampuan matematika jauh di atas Diana, padahal usianya hanya terpaut beberapa minggu saja. Terlihat dari matanya yang berbinar-binar.

Ya nggak salah juga sih. Namanya juga anak. Siapa yang tak bangga kalau sudah bisa ini-itu, sedangkan teman-temannya belum. Awalnya dulu saya juga begitu. Lalu sedih kalau tahu Diana belom bisa begini, belum bisa begitu, karena mendengar cerita ibu-ibu lain tentang anaknya.

Sekarang? No way, lah ya!

Sudah mempelajari lebih jauh tentang konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) menjadikan saya lebih kalem ketika ada yang show off, karena saya tahu setiap anak itu unik. Mereka punya kecerdasan majemuk yang menonjol sendiri-sendiri, dan jika orangtuanya mampu menstimulasi dengan baik, semua anak akan bisa tumbuh menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta. 

Multiple Intelligence

Saya sepakat dengan Ibu Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, bahwa setiap anak lahir dengan potensinya masing-masing yang menjadikannya unik. Setiap orang tua bisa membekali anak mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dirasa paling bermanfaat dan dibutuhkan, untuk membentuk generasi yang unggul dan multitalenta.

Jadi nggak perlu lagi dong ya, panas hati begitu mendengar kemampuan anak lain yang sudah bisa ini, sudah bisa itu, sedangkan anak kita belum. Mungkin talenta anak kita berbeda dengan anak tersebut. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengidentifikasi apa sebenarnya talenta yang menonjol dari anak kita? Apakah anak kita lebih memiliki kecerdasan linguistik dibandingkan logika matematikanya? Apakah anak kita tipe anak yang menonjol kecerdasan naturalisnya dibandingkan dengan musikalnya?

Diana Minum Susu Morinaga

Minum Susu Morinaga Sehat!

Continue reading →

Bermain Kirim Surat Di Kotak Pos

Zaman sekarang, tidak banyak anak yang memiliki sahabat pena.  Walaupun demikian, Si Kecil masih  bisa  belajar untukmengirim surat. Bunda/ Ayah bisa mengajarkan Si Kecil bagaimana caramengirim surat, dan sekaligus memperkenalkan profesi tukangpos. Bahkan, melalui aktivitas  ini, Si Kecil bisa mencoba untuk menjadi tukang pos. Menarik bukan? Ayo kita coba yuk, Bunda/ Ayah. Tujuan Pencapaian: •Membantu Si Kecil untuk dapat  mengelompokkan jenis buah dan hewan. •Memperkenalkan Si Kecil tentang  cara mengirim surat. •Memperkenalkan Si Kecil dengan  profesi pengirim surat (Tukang pos). Alat dan Bahan: •Kardus susu bekas yang sudah dilapisi karton. •Printable buah dan hewan. •Amplop. •Kertas. •Karton. •Spidol. •Lem. •Gunting. Cara Membuat: •Siapkan kardus susu bekas yang sudah dilapisi karton laluberikan lubang sebagai tempat memasukkan amplop. •Berikan tulisan “BUAH” pada salah satu kardus, dan tulisan “HEWAN” pada kardus lainnya. •Persiapkan beberapa amplop. Bunda/ Ayah dapatmembantu menempelkan gambar hewan dan buah padamasing-masing amplop. Wah persiapan untuk melakukan permainan ini sangatsederhana ya,  Bunda/ Ayah. Tanpa menunggu  lama lagi,bagaimana kalau Bunda/ Ayah langsung mengajak Si Kecil dan cari posisi bermain yang asyik, karena sebentar lagi kita akan mulai bermain. #Morinaga #morinagaplatinum

Foto kiriman Morinaga Platinum (@morinagaplatinum) pada

Permainan dari Morinaga MI Play Plan ini agak saya modifikasi sedikit. Soalnya kardus bekas susu sudah saya gunakan untuk permainan lain, jadi saya sudah kehabisan stok kardus ini. Akhirnya saya menggunakan kardus bekas isi tinta printer yang ada di rumah. Continue reading →

Mengenalkan Siklus Hidup Hewan

Siklus Hidup Ayam

Sebagai penikmat film Ipin Upin, Diana sedikit banyak tentu terpengaruh dengan isi film tersebut. Salah satunya adalah gemar makan ayam goreng, terutama bagian paha. *sedaaapnye* Kalau diberi makan dengan sayur sop berkuah banyak dan sepotong ayam goreng paha, pastilah makan Diana bertambah lahap. Tak jarang, kalau sudah lama tidak dikasih ayam goreng paha, Diana minta dibuatkan ayam goreng.

Kalau pas lagi main di taman, Diana juga suka lihat ayam. Pemiliknya adalah rumah yang di samping taman. Diana suka jongkok memperhatikan ayam-ayam yang ada di kandang. Continue reading →