Jangan (Lagi) Sepelekan Gusi Berdarah

Sering melihat darah saat menyikat gigi? Nah loh, banyak yang ngangguk-angguk, tuh! Yuk, baca sampai selesai hasil berguru saya sama drg. Sandra Olivia, MARS, Sp. Perio.

Jadiii, selama ini kebanyakan dari kita pergi ke dokter gigi kalau giginya sakit, kan? Atau bolong, pengen ditambel. Atau minta dirapiin pake kawat gigi. Ngakuuuu!

Memang benar, cuma 2% aja yang pergi ke dokter gigi, mengeluhkan tentang gusinya. Padahal, 1 dari 2 orang dewasa di dunia ini mengalami gingivitis (radang gusi). Radang gusi yang nggak segera diobati, pada akhirnya akan mendatangkan berbagai masalah gusi lainnya yang lebih serius (periodontitis) dan bisa mengakibatkan gigi tanggal. Ngeri!

Tanda-tanda yang paling mudah dideteksi paling awal, ya itu tadi: berdarah saat menyikat gigi. Tanda lainnya seperti: gusi bengkak, gusi lunak, gusi berwarna merah dan bau mulut. Kalau gusi yang sehat, warnanya pink ya..

Penyebab umum gingivitis ini tentunya adalah tidak menjaga kesehatan mulut. Males gosok gigi. Atau salah caranya menggosok gigi. Kebiasaan buruk itu bakalan membuat plak menumpuk dan mengeras. Plak inilah yang jadi awal mula penyebab radang gusi.

Dijelaskan juga oleh drg. Sandra, gingivitis yang tidak ditangani bakalan nyebar ke jaringan di bawah gusi dan tulang (periodontitis). Dan ternyata, bakteri di periodontitis ini, erat kaitannya dengan penyakit jantung karena sama. Periodontitis seringkali diasosiasikan dengan stroke, penyakit yang berhubungan dengan paru dan mengakibatkan kelahiran prematur dengan kekurangan berat badan bayi bagi ibu hamil.

Nah, saya dapet ilmu ini dan jadi aware soal kesehatan gigi saat diundang dateng ke acara Sobat Gusi Sehat Parodontax. Sobat ini singkatan sodium bikarbonat. Sodium bikarbonat adalah formulasi utama dari Parodontax (67%). Kandungan sobat yang tinggi bisa menghancurkan plak dan mengurangi gusi berdarah sebesar 57% pada minggu awal penggunaan.

Parodontax

Di acara tersebut, saya mencoba menggosok gigi, dan ternyata nggak ada darahnya dong. Aman, Alhamdulillah! Tapi bakalan tetep dipakai dong pasta giginya dari gudibek.

Ayo, ayo pada dicek. Kalau gosok gigi, gusinya pada berdarah, nggak?

Nonton Film Cinderella Bareng Diana

 

Udah lumayan lama saya nggak ngajak Diana nonton bioskop. Nonton di bioskop memang bukan salah satu kegiatan favorit kami sih. Kalau nonton DVD di rumah, Diana seneng banget. Film-film yang saya belikan sudah berkali-kali ditonton. Seringnya diulang karena ada temannya yang main ke rumah.

Nah, minggu lalu, masuk email undangan buat nonton bareng film Cinderella. Saya menjawab, saya bersedia datang. Ada dua alasan yang menyebabkan saya mau, pertama filmnya untuk segala umur, jadi bisa ngajak Diana buat nonton, dan kedua, jaga hubungan baik sama pihak agency, hehehe.. Yang ngundang sering banget kasih kerjaan, bo.

Okelah. Saya lingkari kalender.

Hari H, saya dan Diana meluncur ke Central Park Mal. Karena taksi pesenan datengnya kecepetan dan jalanan lancar, saya sampai jam 09.05 di Mal, dan mal-nya belom buka! Muter dulu dah lewat jalan karyawan masuk dan sempet beberapa kali tanya, barulah sampai di lokasi.

poster Cinderella

Seperti juga acara nonton bareng yang biasa kami datengin, nobar kali ini juga dapet snack dan minum. Diana seneng banget makan popcorn-nya. Daaann, isi gudibek yang dibagiin, selain produk Lactacyd, ada juga handuk putih. Diana seneng banget, dan bilang, “Ini handuk Diana, yang ngasih Om.” Sampai di rumah langsung dipake mandi, hehehe.

Yang bikin Diana melongo, sebelum film Cinderella, diputer dulu film pendek Frozen. Karena demen banget, beneran sampe kebuka lebar lho mulutnya Diana. Kalau film Cinderella sendiri malah nggak begitu tertarik, karena bukan film kartun. Jadi pas tengah-tengah film udah mulai rewel minta nenen. Untungnya, nenen ini obat ampuh segala macem situasi. Jadi daripada saya harus pulang sebelum film selesai, mending sumpel nenen aja deh, biar saya bisa tenang nonton. Diana malah lanjut tidur. Hehehe, bioskop ACnya enak ya, Nak. Meskipun suara jedar-jeder, tetep aja nggak ngaruh.

Saya tentunya bisa menikmati filmnya ya, bahkan sampai menitikkan air mata. Yaiyalah, pastinya, kalau udah nonton film kan saya cemen, hahaha. Untungnya gelap ya bioskop, jadi nggak ketahuan. Pas nangis pas Diana bangun. Selebihnya, tonton aja sendiri ya, saya nggak mau spoiler.

Terima kasih Lactacyd, sudah ngundang saya buat nobar Cinderella. Buat yang belom tau, Lactacyd itu adalah pembersih area intim wanita (feminine wash). Akhir tahun lalu Lactacyd ngeluarin varian terbarunya, White Intimate, yang bisa mencerahkan kulit sekitar area V dalam waktu 4 minggu. Ini saya baru molai nyobain, hehehe. 😳

Mainan Bubble Gun di Kebun Binatang Ragunan

Main Bubble Gun

Saya menemukan foto di atas secara tak sengaja. Jadi Diana minta jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan lagi gara-gara lihat video mainan bubble gun di hp saya. Saya jadi pengen upload video itu ke Youtube. Bukalah hard disk, eh, malah nemu juga folder foto Ragunan 3 tahun lalu saat masih hamil Diana sekitar 3 bulanan. Saya sendiri udah nggak inget pernah bikin foto yang seperti itu. Lha kok bisa sama persis, mainan bubble gun di Kebun Binatang Ragunan. Manalah saya pernah foto-foto pakek properti segala, kalau bukan karena ikutan acara dan propertinya udah disiapin sama panitianya.

Enak ya, jadi blogger, hal-hal sepele kayak gini aja di-blog-in. 😳

Kalau yang di video ini diambilnya akhir tahun lalu (November 2014), saat Diana saya ajak ke Kebun Binatang Ragunan lagi buat lihat gajah. Dan karena sudah lumayan sering jalan-jalan ke kebun binatang, saya udah agak males kalau dalam waktu dekat ini harus ke sana lagi. Diana mungkin juga hanya pengen mainan bubble doang, bukan pengen lihat binatang, hihihi…

Pas saya ajak Diana naik odong-odong pesawat terbang kemarin, saya lihat ada penjual bubble sih, meskipun bentuknya bukan tembakan ya. Saya lihat harganya murah meriah, hanya 5 rebu perak, jadinya kalau saya pulangnya nggak kesorean, niat bawa Diana ke tempat odong-odong aja. Bubble gun toys seperti yang ada di foto dan video di atas itu harganya udah 20 ribu ajah. :mrgreen:

Pengen deh, sekali-kali bikin foto berdua bareng anak yang agak diniatin dikit gitu. Tapi entah temanya apa. Belom pernah kayaknya foto saya muncul bareng Diana yang ‘agak bagusan atau kreatif dikit gitu’, yang pake properti atau baju bagusan. Yang ada foto-foto seadanya doang. Hahahaha.