Cara Saya Menghitung Usia Kehamilan

Setelah dinyatakan hamil, pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah “Berapa usia kehamilan saya dan bagaimana cara menghitungnya?”

Beruntunglah saya yang memiliki siklus haid tetap, yaitu 28 hari, dan saya selalu mencatat hari pertama saya mendapatkan menstruasi. Buat ibu-ibu yang sedang merencanakan kehamilan, penting nih buat mencatat secara rinci siklus haid dan tanggal menstruasi supaya gampang menghitung usia kehamilannya.

Jika memeriksakan diri ke dokter kandungan pun, pasti yang pertama ditanyakan adalah kapan hari pertama menstruasi terakhir terjadi. Jika anda mengingatnya, maka menghitung usia kehamilan akan mudah dilakukan. Caranya dengan  rumus Naegele, hari ditambahkan 7, bulan dikurangi 3, tahun ditambahkan 1. Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya 1, 2, dan 3, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap.

Sewaktu saya memeriksakan diri di dokter, hasil perhitungan menunjukkan HPL (hari perkiraan lahir) janin adalah 07 Agustus 2012. Entah kenapa hasil tersebut berbeda dengan perhitungan manual saya, dengan menambahkan 40 minggu setelah masa subur. Pembuahan tentunya terjadi pada pertengahan bulan dalam satu siklus haid. Saya menghitung bayi akan lahir tanggal 19 Agustus 2012.

Ternyata cara manual yang dilakukan orang awam bisa salah ya.. Mending ke dokter deh biar pasti.

Oleh dokter, Ultrasonografi (USG) dapat dilakukan untuk menentukan usia kehamilan, dilihat dari keberadaan plasenta, usia, dan letak janin.

Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

“Kamu nanti anaknya empat laki-laki semua,” tebak seorang teman jauh hari sebelum saya hamil. Saya sih hanya senyum-senyum saja. Namanya juga tebakan, kalau salah kan nggak ada hukumannya. 😀

Belakangan ini, saat kandungan saya memasuki usia empat bulan, makin banyak saja yang menebak jenis kelamin bayi yang ada di dalam perut saya. Entah benar entah tidak, kebanyakan mereka menyebut jenis kelamin bayi perempuan. Alasannya, sekarang makin cantik aja, perutnya bulat, dan lain sebagainya.

Saya sendiri baru satu kali melakukan USG sejak hamil. Saat usia kehamilan saya dua setengah bulan, saya melakukan USG. Tetapi, jenis kelamin bayi di dalam kandungan belum bisa dideteksi karena masih terlalu kecil. Memang sih sudah terlihat bentuk kepala, badan dan kakinya, tetapi masih samar-samar. Rencananya, dalam waktu dekat saya akan melakukan USG untuk mengetahui jenis kelaminnya.

Untuk sementara, ya biarkan saja orang lain yang menebak-nebak apa jenis kelamin bayi saya. Pilihannya kan cuma ada dua: laki-laki atau perempuan. Jadi probabilitasnya besar, 50%, kalau nggak benar ya salah. 😆

Saya baca dari berbagai sumber online mengenai ciri-ciri kehamilan jika sang bayi berjenis kelamin laki-laki seperti: tidak mual di awal kehamilan, berat badan hanya bertambah pada bagian perut, YA, saya termasuk itu. Tetapi ciri-ciri ataupun tanda bayi di dalam perut berjenis kelamin perempuan seperti payudara sebelah kiri lebih besar daripada yang sebelah kanan dan menginginkan makanan yang manis, YA, saya juga masuk. Lha, trus, gimana? :mrgreen:

Buat saya dan suami, laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting sehat. Pada awalnya saya dan suami memang menginginkan laki-laki, tetapi setelah itu saya berubah pikiran pengen juga perempuan. *labil ya*

Dan yang pasti, sampai sekarang kami memang belum menyiapkan apapun buat bayi kami, kecuali dalam hal finansial saja. Soal nama, belanja barang-barang kebutuhan dan lain-lain, itu nanti saja. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan.

Kalau ibu-ibu yang sedang hamil, penasaran nggak sih, dengan jenis kelamin bayi yang ada di dalam perut?