Beli Produk Untuk Mandi Bayi

Dalam berbelanja kebutuhan untuk calon bayi saya, saya nggak pake aturan deh, random banget. Nggak bawa catatan, dan akhirnya malah membeli barang yang dari awal tidak direncanakan untuk dibeli. Contohnya akhir minggu lalu, rencananya saya pengen membeli celana pendek dan celana panjang di Carefour, tetapi berhubung harganya dua kali lipat harga di ITC Cipulir, makanya saya batal membeli celana bayi.

Tapi, pulang juga nggak mau bawa tangan hampa dong ya.. Ntar cuma dapet capeknya doang. Jelas nggak mau lah. Makanya, saya nenteng tiga barang yang murah meriah ini. Ada yang lagi diskon, makanya dibeli. πŸ˜€

Tisu

Meski nanti beli sapu tangan juga biar nggak banyak-banyakin sampah ke lingkungan, tapi tisu saya pikir juga butuh banget buat segala macam keperluan.

Tisu Untuk Bayi

Harganya Rp. 19.700,- untuk berat 1 kilogram.

Tisu Basah

Tisu Untuk Bayi

Kalau yang ini memang lagi diskon, jadi dibeli sekarang. Dari awalnya Rp. 37.900,- turun harga menjadi Rp. 24.900,- isi dua bungkus @ 70 lembar.

Perlengkapan Mandi

Tisu Untuk Bayi

Kalau yang perlengkapan mandi ini, sebenernya saya bingung mau beli yang merk apa. Tapi berhubung merk ini sepertinya sudah identik banget dengan bayi, makanya saya pilih satu set Cussons. Harganya Rp. 37.900,- udah isi macem-macem. Trus karena saya lihat ada minyak telon 60 ml [Rp. 10.100,-] dan minyak kayu putih 60 ml [Rp. 15.100,-] yang merk Cussons juga, sekalian saya beli deh.

 

Selanjutnya, masih perlu beli bak mandi dan segala macam perlengkapan mandi yang masih kurang. Belom beli handuk lagi, kemarin baru beli 1 karena di tempat grosir motifnya cuma ada 1. πŸ˜†

Beli Clodi Via Online Shop, Akhirnya!

Setelah bolak-balik membaca banyak tulisan perlunya memakai clodi buat bayi saya nantinya, maka hari ini saya memutuskan untuk belanja online! Yeayy!

Sebenernya dulu sudah sempat ngeprint beberapa model clodi buatan lokal yang harganya murah dan nunjukin ke suami, tapi kok ya nggak ada respon apa-apa. Kayaknya kalau bapak-bapak emang agak mikir kali ya, beli popok aja kok mahal-mahal. Saya juga masih mikir sih, apa bener emang perlu, atau hanya kepengenan saja, padahal nggak butuh-butuh amat.

Berhubung keinginan belanja keperluan diri sendiri beberapa kali nggak terwujud, makanya saya langsung putuskan buat beli keperluan dedek bayi ajalah. Daripada nantinya malah lari ke belanja barang-barang sendiri. πŸ˜†

Maka berburulah saya clodi yang reviewnya ditulis sama blogger-blogger lain yang sudah terlebih dahulu memakaikan clodi buat anak-anak mereka. Makasih ya emak-emak blogger, yang sudah berbagi cerita sehingga saya bisa menemukannya melalui search engine.

Untuk memilih mana online shop yang terpercaya, saya punya trik. Dari website resminya salah satu merk clodi yang saya beli, saya tahu distributor resmi mereka yang posisinya paling dekat sama saya. Sepertinya produsen clodi ini nggak menjual barangnya secara langsung ke konsumen ya.. Padahal kan enak juga kalo beli langsung ke produsen, pasti harganya lebih murah. *ngarep*

Tapi ya sudahlah. Yang pasti, karena saya belinya dari distributor resmi yang diakui oleh sang produsen, maka nggak perlu ada lagi kekhawatiran kalo produk clodi yang saya beli melalui online shop ini adalah barang palsu atau KW. Seperti yang kita tahu, kayak tas, sepatu dan sendal yang harganya beberapa ratus ribu itu kan ada barang KW-nya di berbagai online shop kan ya? Jadi susah untuk membedakan mana yang asli, mana yang cuma tiruan. πŸ˜€

Buat belanja pertama kali, lumayan juga tadi yang saya beli, 3 buah clodi merk Lil G (lengkap bersama insertnya) @ Rp. 64.000,- lalu 3 buah clodi merk Cluebebe Coveria PetitΒ  @ Rp. 75.000,- dan langsung beli 15 buah insert-nya saja @ Rp. 30.000,- Totalnya Rp. 867.000,- belum termasuk ongkos kirim. Berat barangnya 2 kilogram, dengan pengiriman JNE kena Rp. 14.600,- Yah, lumayan banyak lah ya yang harus dibayar, hehehe…

Sekarang tugasnya adalah belajar merawat clodi supaya nggak cepet rusak. Sayang kalau dibeli mahal-mahal, trus cuma kepakai sebentar. Pengennya sih nanti masih bisa dipakai sama adiknya seandainya ada..

Beberapa point penting yang saya baca untuk merawat clodi:

  1. Cuci dan keringkan minimal 3 kali sebelum clodi digunakan. Hal ini dilakukan agar daya serapnya bagus.
  2. Jangan pernah gunakan detergen dengan pemutih, pelembut dan enzym. Merk apa dong yang bagus? Sebaiknya beli yang khusus untuk clodi. Tapi nanti sepertinya harus banyak baca lagi, merk detergen yang dijual umum di pasaran.
  3. Takaran detergen tak perlu sebanyak ketika mencuci pakaian biasa. Setengahnya saja. Dan tak perlu memakai air hangat. Maksimal 30 derajat Celcius. Lalu, tidak perlu disetrika.
  4. Jika daya serapnya berkurang, segera lakukan stripping dengan cara: rendam di air panas, kucek dan buang airnya. Ulangi hingga 3 sampai 4 kali. Jika perlu ditambahkan air cuka satu sendok teh.

Okesip! Besok saya bagi cerita tentang clodi lagi ya, kalau pesanannya sudah dikirim oleh online shop tempat saya belanja. πŸ˜€

Pengen Pakai Clodi Untuk Bayi Nanti

Mungkin agak lebay jika saya menyebut telah membaca beratus-ratus tulisan tentang clodi [cloth diaper]. Dan saya mulai teracuni untuk menggunakannya pada bayi saya nanti. Dua alasan terbesarnya adalah untuk kesehatan dan penghematan pengeluaran.

Untuk alasan kesehatan, popok sekali pakai [disposable diaper] mengandung bahan kimia, bisa menimbulkan iritasi pada kulit bayi, dan sangat tak ramah lingkungan karena menghasilkan sampah yang sulit terurai dalam jumlah besar.

Untuk alasan penghematan pengeluaran, jika dihitung-hitung, pemakaian clodi akan sangat murah pada akhirnya bila dibandingkan dengan popok sekali pakai. Hanya saja, untuk investasi awalnya memang jauh lebih mahal dibandingkan membeli disposable diaper. Tak apalah, harus mulai menabung untuk membeli clodi [lokal maupun impor] mulai saat ini.

Mungkin untuk satu bulan awal saya masih akan menggunakan popok kain, karena membaca dari berbagai blog disebutkan bahwa ukuran clodi ini akan terlihat kebesaran pada badan bayi. Kasihan bayinya kalau “tenggelam” di dalam clodi. Jadi saya memang sudah akan merencanakan untuk tidak banyak membeli popok kain. Syukur-syukur nanti ada yang ngasih hadiah, hehehe…

Harga clodi lokal yang paling murah adalah Rp. 75.000,- hingga Rp. 100.000,- Asumsikan saja kita membutuhkan 20 buah clodi agar proses mencucinya tidak perlu terburu-buru, cukup satu kali sehari, maka dana yang harus disiapkan adalah berkisar Rp. 1.500.000,- hingga Rp. 2.000.000,- Pemakaian clodi bisa sampai bayi berumur 2 tahun. Dan dapat digunakan untuk si adik kelak.

Bandingkan jika menggunakan popok sekali pakai dengan harga rata-rata satuannya Rp. 1.500,- dan kita membutuhkan 4 sampai dengan 6 buah popok dalam satu hari. Harga yang harus dibayar dalam jangka waktu satu tahun menjadi Rp. 2.160.000,- hingga Rp. 3.240.000,-

Trus, apa saja merk clodi lokal dan import? Dan berapa harganya dari yang murah sampai yang mahal?

Berikut saya coba tuliskan beberapa yang saya tahu. Tidak saya urutkan berdasarkan harga dan kualitasnya, hanya saya coba menuliskan yang saya tahu. Catat ya, saya bukan penjual clodi, jadi harga yang tercantum itu hasil saya nyari. Soalnya seringkali yang bukan blogger mengira kalau saya jualan. :lol

  • Itti Bitty harganya sekitar $27. Mahal atau murah? πŸ˜†
  • Rumparooz harganya Rp. 275.000,-
  • Grobaby harganya Rp. 275.000,-
  • Blueberry Minky harga Rp. 355.000,- Mahal ya.. :mrgreen:
  • Blueberry Deluxe harga Rp. 315.000,-
  • Bumbee harga Rp. 98.000,-
  • GG One Size Pocket harga Rp. 74.000,-
  • GG Lil G harganya Rp. 64.000,-
  • Fuzzy Bunz harganya Rp. 260.000,-
  • Cluebebe Pocket Petite harga Rp. 75.000,-
  • Cluebebe Large harganya Rp. 90.000,-
  • Bum Genus harganya Rp.260.000,-
  • Pempem harganya Rp. 67.000,-
  • Smart Nappy harga Rp. 270.000,-

Pokoknya udah mantap banget deh bakalan pakek clodi buat si bayi nanti. Nabung dulu deh. 😳