Nyobain Suplemen Makanan Untuk Ibu Menyusui

Jadi ya, bayi saya itu kan termasuk gemuk. Pas nimbang saat dia baru berumur 3 bulan lewat beberapa hari, beratnya sudah 7,6 kilogram aja. Entah sekarang, sudah berapa kilogram. Nah, tangan saya sebelah kanan itu sudah lama banget sakit. Saya nggak merasa pernah kepentok apa-apa. Jadilah sampai sekarang saya menduga keseleo atau salah posisi pas menggendong dedek Diana dan menyebabkan tangan menjadi luka. Maaf ya, Nak, dirimu menjadi kambing hitam, hehehe…

Karena males banget ke dokter cuma buat memeriksakan tangan yang saya pikir bisa saya obati sendiri, jadilah setiap hari saya olesi counterpain. Enak, hangat, tapi nggak bikin sakitnya tangan saya ini sembuh. Sudah berhari-hari saya pakai, masih tetep saja sakit kalau tangan saya digerak-gerakin. Posisi sakitnya ada di pergelangan tangan kanan saya. Lumayan mengganggu sih, karena saya harus bekerja ekstra hati-hati kalau nggak mau tangan sakit luar biasa kalau salah posisi.

Memutar baju saat membilas, mencuci piring dan menyapu lantai menjadi dua kali lebih lambat karena posisi tangan harus benar. Rasanya seperti dipelintir jika salah memegang sesuatu, dan sakit jika mengangkat yang berat-berat. Bahkan mengangkat gayung saat mandi pun bisa jadi sangat menyakitkan jika tidak ditopang dengan tangan kiri. Dari pada sakit menjadi-jadi, ke dokterlah saya pagi tadi.

Sama dokternya mau dikasih resep counterpain lagi, tapi akhirnya nggak jadi, malah dikasih piroxicam. Saya baca di internet sih, ini obat buat ngobatin rematik dan sebagai anti nyeri. Bentuknya sama kayak counterpain, salep gitu, tapi ini warnanya putih bening, bukan putih susu. Semoga aja deh beneran manjur. Trus, karena dokternya juga punya bayi yang umurnya 8 bulan dan beratnya baru 7 kilogram (padahal sufor sejak sebulan lalu), jadilah saya ngobrol panjang lebar, hampir setengah jam!

Lumayan takjub juga dokternya dengan asi saya yang bisa “mompa” bayi jadi segede itu, padahal saya nggak pernah makan yang namanya sayuran seperti katuk dan sejenisnya. Pas ditanya suplemen makanan atau vitamin yang saya konsumsi, saya juga bengong, lha nggak pernah minum juga. Dari sewaktu hamil, jujur, saya buang semua itu vitamin dan suplemen makanan yang dikasih sama dokter karena bikin saya susah buang air besar, hahahaha..

Tadi saya dikasih suplemen lagi, Nulacta Untuk Ibu. Iseng, saya googling dulu, apa kandungannya, dan berapa harganya, karena nggak tertulis HET di kemasannya. Padahal setahu saya, sekarang ini semua obat mencantumkan HET dalam kemasannya. Komposisi Nulacta: Fish oil 18/12, EPA/DHA 373 mg, peppermint oil 3 mg, vitamin E 4 mg. Indikasi: suplemen makanan untuk wanita hamil dan menyusui. Harganya ternyata maharani, Rp. 45.000,- an per lembar isi 12 kapsul. Saya mulai minum hari ini, mudah-mudahan saja nggak merepotkan saya ya, kalau bikin susah buang air besar lagi ya terpaksa saya buang lagi. Mentang-mentang gratisan. :mrgreen:

Oh iya, berat saya sekarang 44 kilogram. Turun 3 kilogram dari saat pertama start hamil, berat saya 47 kilogram waktu itu. Beberapa celana longgar saat ini, jadi waktunya beres-beres lemari dan mengisinya dengan yang baru. *disepak suami*

Tulisan ini sudah 50,910 kali dibaca

4 thoughts on “Nyobain Suplemen Makanan Untuk Ibu Menyusui

  1. Bund, ♏ªŭ nax gmn kondisi tanganx yg sakit stelah ke dokter, ada prubahan dag ? Stelah mnum obatx, slx sy jg menderita skit pergelangan tangan stelah melahirkan, bahkan ke 2 pergelangan tngan sy skit klo digerakin. Makasih

    1. Kalau yang tangan, obatnya kan salep, Mbak. Nggak ada yang diminum. Sembuh setelah dikasih salep.

      Yang diminum itu suplemen doang, multivitamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *