Minum Susu Formula Untuk Bayi Bukanlah Aib

Kenapa saya tiba-tiba ngomongin soal minum susu formula? Karena saya banyak sekali membaca tulisan blogger lain yang merasa sangat sedih, depresi dan merasa bersalah karena tidak mampu memberikan ASI ekslusif bagi bayinya. Nggak tahu juga kenapa ya, apa ini karena pemberitaan bahwa ASI adalah minuman terbaik untuk bayi yang kebablasan, sehingga muncul stigma bahwa ibu yang tidak bisa memberikan ASI ekslusif pada bayinya adalah seorang ibu yang “gagal”.

20121025-160224.jpg

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih memberikan full ASI kepada Dedek Diana. Tapi tidak lantas menganggap keberhasilan saya ini sebagai sesuatu yang “wah”, hebat, dan orang harus bilang WOW untuk itu. Bahkan saya berusaha mengingat-ingat untuk tidak bertanya pada rekan soal minuman bayinya. Pedih jika membaca tulisan-tulisan blogger lain yang berusaha memberikan ASI ekslusif untuk bayinya dengan berbagai cara namun masih tetap saja tidak berhasil.

Banyak ibu-ibu yang sudah berusaha maksimal. Makan berbagai macam hal yang katanya bisa menghasilkan asi lebih lancar. Beli suplemen ini itu. Memerah asi dengan breast pump. Berkunjung dan konsultasi dengan dokter. Tapi hasilnya masih juga nggak ada. Apa yang bisa mereka perbuat?

Memang, saya juga tidak menutup mata, ada saja yang bayinya minum susu formula karena takut payudaranya turunlah, kendorlah. Ada juga sebagian lagi yang memberikan susu formula karena ketidaktahuannya akan manfaat ASI. Karena di layar kaca divisualisasikan manfaat susu formula yang bisa membuat anak sehat, cerdas dan pintar, tanpa imbangan dari iklan layanan masyarakat soal kandungan gizi ASI, jadilah sebagian ibu menyimpulkan bahwa susu formula lebih bagus dari pada ASI.

Kalau saya ditanya, susu yang paling baik untuk bayi, maka jawaban saya tentulah ASI. Susu formula diberikan jika darurat.

Terlepas dari itu semua, apa pun minuman bayi kita, yang penting bayi kita tetap sehat. Tak perlu ada “kasta” dalam menyusui.

Tulisan ini sudah 25,115 kali dibaca

7 thoughts on “Minum Susu Formula Untuk Bayi Bukanlah Aib

  1. pernah merasakan hal tersebut.. πŸ™‚

    maklum dede dinda udah sempet ditinggal emaknya ini dari umur 2 minggu (terpaksa harus prajab 2,5 minggu) dan setelah itu langsung masuk kantor (cuti dipotong dan ga boleh ngelanjutin lagi).. alhasil stok ASI dikulkas ga cukup dan terpaksa ditambah sufor.

    Alhamdulillah sampai saat ini tetap ASI dan pumping dikantor walaupun ga cukup (tetep tambah sufor 1-2 botol @100ml/hari), tapi sejak umurnya 1th (27okt2012) stop sufor dan ganti ke UHT hehehe..

    intinya sih buat mim, ASI yang terbaik dan sufor hanya sebagai tambahan jika kurang plus seminimal mungkin membatasi dede dinda minum sufor ^^

    ayooooo semangaaaatt jadi bunda πŸ˜€

    1. Bunda Maxy, saya sudah berkunjung ke blognya Maxy, dan baca tuntas semua tulisannya.. Sayang saya nggak bisa komentar karena online melalui hp dan berat sekali loadingnya dari opera mini, hehe..

      Semangat ya, saya nggak bisa mbayangin kalau saya yang dititipi bayi seperti Maxi. Yang di atas tahu, bundanya Maxy kuat, jadi ya harus tetap semangat. Saya bakalan sering2 mampir ke blognya buat ikutan belajar mendampingi anak dengan pertumbuhan khusus seperti Maxy…

    1. Sy mau nangis bacanya…
      Bayi sy kuning saat lahir dan perlu fototerapi , saat itu asi sy msh kurang bgt.. Akhirnya pake tambahan sufor.. Abis itu dengar mertua sakit parah.. Dan hrs mengurus 2 anak tanpa art…lengkaplah sudah capeknya.. Blum lagi bekas caesar ada infeksi krn aq stres dan Ga nafsu makan shg asi seret. Sampai skrg bayiku tetap pakai tambahan sufor.. Doaku semoga bayiku tetap sehat selalu.. Sedih sekali tdk bisa ksh asi spt ke anakku yg pertama (asi sampai 2 thn).. Berulang tiap bayiku tidur aq minta maaf tdk bisa kasih asi full :'(

      1. Iya bu aku juga ngalami hal yg sama,waktu umur kehamilan 9 bulan ibu ku sakit parah aku jadi kepikiran alhasil air ketuban ku tiba” mengering dan mengharuskan aku SC secepat nya,setelah dede lahir ibu ku tak kunjung sembuh jadi aku di rawat mertua,dilema anak pertama benar” ku rasakan karna aku belum tahu harus bagaimana mengurus anak,aku stres krn bnyak pikiran dri smua masalah yg ku hadapi,aku gak nafsu makan dan akhirnya asi ku langsung srek saat dede baru umur sebulan,memang dri awal lahir dede minun sufor BBLR krn beratnya kurang tpi karna asi ku srek alhasil yg awalnya selang seling sufor ASI sekarang dia sufor full tanpa ASI sejak umur 2 bulan,dia cuma ngerasa ASI sekitar 1 bulan aja,aku sedih sakit hati kecewa dsb kasihan ngelihat dede gak eksklusif asi,sudah coba semua cara tapi belum berhasil,aku jadi merasa bersalah di tambah omongan orang diluar bahwa tidak asi itu kasian anak nya aku makin sedih😒tapi mereka gak tau cerita di baliknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *