Meski Bekerja Masih Punya Banyak Waktu Untuk Bayi

Bayi Dipangku Orang Tua

Beberapa orang tetangga kadang bertanya, ‘Belum berangkat kerja, Mbak?‘ saat jam menunjukkan pukul 09.00 atau terkadang pukul 10.00 dan saya masih kelihatan di rumah simbahnya Diana. Tampang-tampang kepo tidak bisa disembunyikan dari wajah mereka. 😆

Seperti mau tahu aja atau mau tahu banget pekerjaan saya yang sebenarnya itu apaan. Apalagi, tak jarang mereka juga [mungkin] melihat saya ada di rumah, tidak berangkat kerja.

Walah, jaman sekarang kalau berpikir semua kerjaan itu harus dilakukan di meja kantor, ya kasihan banget. Ada banyak macam pekerjaan yang tetap bisa dilakukan di tempat lain, meskipun status kita adalah karyawan [bukan freelancer].

Bayi Sama Simbahnya

Pekerjaan saya tidak selalu menuntut harus berada di kantor sepanjang waktu. Itu sisi enaknya. Jadi, terkadang saya berangkat terlalu siang, dan pulang terlalu cepat [untuk ukuran jam kerja normal orang kantoran].

Saya jadi senang karena punya banyak waktu untuk bayi saya lebih banyak lagi. Kalau bisa, pengennya bayi saya jangan terlalu banyak di tangan orang lain dibanding saya [meski dia adalah Simbahnya yang juga 1000% menyayanginya].

Seorang teman pernah curhat, waktunya ketemu dengan anak sangat terbatas sekali, kadang hanya beberapa jam malahan. Bangun pagi sebelum berangkat ke kantor, nggak sempat becanda dan ketemu dengan anak karena dia harus mengejar supaya tepat waktu berada di kantor. Anaknya belum bangun, dia sudah berangkat. Pulangnya, kalau jalanan lancar dan bisa berada di rumah sekitar jam 20.00, ada beberapa jam sebelum anaknya tidur bisa becanda. Kalau macet? Si anak sudah tidur saat teman sampai di rumah. Sisanya, anak diurus sama asiten rumah tangga.

Makanya bersyukur banget saya ini bisa tetep ikut campur tangan membesarkan Diana, tidak sepenuhnya menggantungkan pertumbuhannya di tangan simbahnya. Karir? Nggak ada dalam pikiran saya sekarang ini. Hidup cukup sederhana, yang penting Diana sehat aja sudah bahagia saya. 😳

Related Post

Tulisan ini sudah 2,949 kali dibaca

2 comments on “Meski Bekerja Masih Punya Banyak Waktu Untuk Bayi

  1. beruntung lah mbak tidak seperti ibu muda lainnya yang kurang beruntung. Saya melihat sendiri anak tetangga depan rumah yang selalu ditinggal ibunya dinas di luar kota. Kadang-kadang nangis tidak berhenti saat mau di tinggal. walau diurus oleh neneknya dan bukan sama pembantu namun tetap saja anak lebih baik di asuh oleh ibunya sendiri :Delicious: :Approve:

  2. enk on said:

    kerjanya apa mba, saya juga penasaran. pengen seperti itu juga. banyak waktu untuk ngurus anak..salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,286 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>