Mengenal Pantai Yuk, Nak!

Dari AyahBunda saya membaca, memaksimalkan liburan di alam bersama anak bisa dilakukan dengan:

  • Mengajak anak merasakan sensasi alami inderanya. Misalnya mengelus gajah untuk merasakan tekstur kulit, mencicipi stroberi langsung dari pohon, atau mendengarkan suara jangkrik dan katak pada malam hari di pedesaan.
    Saya sudah pernah mengajak Diana ke kebun binatang, tetapi ya tentu saja karena umurnya baru 1 tahun, belum bisa meraba kulit binatang. Paling-paling baru diajarin melihat binatang secara langsung. Suasana pedesaan juga sudah diajarkan, pada saat mudik Lebaran, tinggal di rumah simbahnya di kampung halaman yang tidak ber-AC dan masih ada suara jangkriknya di malam hari.
  • Pilih lokasi liburan yang suasananya berbeda dengan daerah asal. Ajak anak mengamati perbedaan itu. Misal di daerah dingin, bukan cuma suhu yang berbeda, tapi jenis tumbuhan dan hewannya juga.
    Daerah dingin yang sudah pernah ya baru Bandung aja sih. Kalau daerah panas, sewaktu ke kampung halaman saya, itu sudah termasuk panas kali ya? Ditambah tidurnya nggak pakai AC, jadinya gembrobyos deh.
  • Jangan menunjukkan ekspresi menolak lingkungan, misalnya jijik pada lumut atau jamur. Nanti anak bisa ikut-ikutan jijik.
    Mudah-mudahan sih, enggak ya. Saya sendiri hampir nggak jijikan pada apa saja, meski agak sensitif sama bau sampah. Saya juga bisa lihat kok, teman saya yang jijik pada kecoa, anaknya jadi ‘tertular’.

Lokasi liburan wisata alam yang disarankan:

– Kampung Sampireun Garut
– Wisata Kebun Stroberi Bandung
– Kebun Teh Puncak
– Snow City di Singapura untuk merasakan salju dan suasana iglo (rumah orang Eskimo).
– Planetarium untuk belajar tatasurya. Anak semakin memahami alam dan kejadiannya. [Sumber dari AyahBunda]

Dari lokasi yang disarankan AyahBunda di atas, baru kebun teh di puncak aja sih yang sudah, sewaktu diana berumur 9 bulanan.

Pantai memang tidak masuk di dalam daftar rekomendasi di atas, tetapi saya yakin, yang namanya alam ya berarti bisa apa saja, termasuk pantai. Di pantai kita bisa mengajari anak berinteraksi dengan orang lain sesama pengunjung pantai, menjelaskan soal mengapa air laut rasanya asin, dan mengenalkan binatang-binatang laut yang tentunya tidak ada di daratan atau rumah sekitar kita.

Udah gatel banget nih saya pengen ngajakin Diana ke Kepulauan Seribu, tapi pekerjaan belum mendukung, masih belom bisa selow. Hehehe…

Related Post

Tulisan ini sudah 2,395 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

9,641 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>