Mencapai Kecerdasan Majemuk Dengan Zwitsal Baby Spa

Kecerdasan akan diperoleh apabila fungsi saraf sudah matang secara optimal, meliputi kematangan dalam kemampuan fisik yang khusus, seperti koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan maupun kemampuan menerima rangsangan panca indera.

Kecerdasan majemuk berdasarkan cara pandang neurosains memiliki makna yang lebih dibandingkan dengan kecerdasan majemuk pada umumnya. Misalnya, apabila kecerdasan visual selama ini hanya dilihat dari sisi penglihatan, maka dari ilmu neurosains kecerdasan visual berarti juga kemampuan mengontrol anak untuk melihat, menginterprestasikan apa yang dilihat, merespon sesuatu yang telah ia lihat. Kesemua ini akan terjadi jika sudah terjadi kematangan pada sarafnya.

Bayi yang sehat adalah bayi yang mampu berkembang secara alami. Refleks di dalam tubuhnya berkembang seiring dengan
berkembangannya seluruh panca indera. Melalui stimulasi neurosains, bayi dirangsang seluruh inderanya agar berfungsi optimal.

Indera memiliki peran yang sangat penting bagi kematangan fungsi saraf. Stimulasi dini pada anak dengan memberikan rangsangan pada panca indera dapat meningkatkan kecerdasan anak. Rangsangan berupa pemijatan dapat menstimulasi indera-indera tersebut dengan optimal, dan anak akan menjadi cerdas. Kecerdasan ini juga merupakan keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk menyampaikan ide dan perasaan.

1. Indera Penglihatan. Mata adalah indera yang digunakan untuk melihat lingkungan sekitarnya sehingga mampu dengan mengenali benda-benda yang ada di sekitarnya dengan cepat. Pada saat stimulasi neurosains dilakukan di sekitar area mata, kegiatan tersebut tidak hanya merangsang saraf-sarafnya, namun juga memperkuat aliran darah dan otot-otot disekitar mata.

2. Indera Penciuman. Hidung adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu dari aroma yang dihasilkan. Kita mampu dengan mudah mengenali makanan yang sudah busuk dengan yang masih segar dengan mudah hanya dengan mencium aroma makanan tersebut. Di dalam hidung kita terdapat banyak sel kemoreseptor untuk mengenali bau. Stimulasi pada bayi melalui penciuman aroma yang lembut dan segar, bukan sekedar harum wangi saja, akan merangsang area otak, berguna pengelolaan emosi dan mengajarkan bayi untuk belajar.

3. Indera Pendengaran. Telinga adalah alat indera yang memiliki fungsi untuk mendengar suara yang ada di sekitar kita sehingga kita dapat mengetahui / mengidentifikasi apa yang terjadi di sekitar kita tanpa harus melihatnya dengan mata kepala kita sendiri. Stimulasi neurosains di sekitar telinga juga bertujuan memberi rangsangan dan peredaran darah yang baik bagi organ keseimbangan.

4. Indera Pengecap. Lidah adalah alat indera yang berfungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari benda-benda yang masuk ke dalam mulut kita. Lidah dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin. Lidah juga bertugas merasakan tekstur yang membuat refleks gerakan lidah ke arah kiri kanan dalam rongga mulut, serta gerakan menelan. Stimulasi neurosains di sekitar area bibir, akan membantu anak ketika mulai belajar membaca, berkomunikasi, juga bernyanyi. Semua gerak lidah ini penting dalam proses kesiapan anak berbicara.

5. Indera Peraba. Kulit adalah alat indera kita yang mampu menerima rangsangan temperatur suhu, sentuhan, rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Pada kulit terdapat reseptor atau ujung saraf untuk menerima rangsang. Stimulasi neurosains berupa rangsangan saat bayi dimandikan, pergantian suhu ruangan dengan suhu air di dalam bak mandi berguna untuk persarafan bayi mengenali temperatur dan mengenal ruangan disekitar dia. Serta akan membantu bayi mendapat pengalaman beradaptasi dengan otaknya terhadap respon suhu. Saat tubuh bayi dikeringkan dengan handuk, bayi juga mengenal stimulus tekanan yang lembut. Pemijatan memperkenalkan perbedaan tekanan lebih dalam bagi tubuh bayi. Semua rangsang dari permukaan kulit hingga tekanan ke dalam memberi variasi bagi bayi untuk mengenali perbedaan tekstur dan perkenalan pada besar gaya atau energi yang diterima untuk kemudian direspon olehnya.

Zwitsal Baby Spa yang dikembangkan berbasiskan neurosains, menjadi sebuah metode yang dapat dilakukan para Bunda di rumah untuk membantu menstimulasi seluruh fungsi saraf agar otak bekerja dengan maksimal dan kecerdasan anak berkembang dengan baik.

Zwitsal Baby Spa merupakan metode yang sangat praktis, yang dapat digunakan untuk memperkaya ritual bayi sehari-hari. Sesuai dengan asal katanya yaitu; SPA (Solus Per Aqua) yang berarti pengobatan/perawatan menggunakan air, dan berbasiskan neurosains yaitu ilmu yang mempelajari tentang fungsi otak dan saraf, maka Zwitsal Baby Spa berarti rangkaian perawatan bayi yang diperkaya dengan langkah-langkah stimulasi untuk saraf yang bertujuan menunjang perkembangan dan kematangan sistem sarafnya.

Seperti apa 4 langkah Zwitsal Baby Spa? Baca lengkapnya di sini ya. 😀

(Sumber: buku Panduan Lengkap Zwitsal Baby Spa)

Related Post

One comment on “Mencapai Kecerdasan Majemuk Dengan Zwitsal Baby Spa

  1. Pingback: 10 Kiat Agar Anak Cerdas (Infografis) - Hallo Diana! | Parenting and Lifestyle Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

8,448 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>