Mempersiapkan Masa Depan Terbaik Untuk Diana Dengan Mandiri Tabungan Rencana

Diana dan Simbah Buyut

Dedek Diana dan Simbah Buyutnya

Perkenalkan, ini dedek Diana sama simbah buyutnya yang dari Klaten. Simbah buyut maen ke Jakarta beberapa hari yang lalu. Simbah buyut yang di foto ini adalah adik bungsunya simbah buyutnya Diana. Simbah buyutnya dedek Diana sendiri sudah berumur 90 tahun dan sudah nggak mampu jalan-jalan ke luar kota. Semoga libur Lebaran nanti, dedek Diana masih diberi kesempatan buat ketemu sama simbah buyut putrinya ya.. Aamiin. *hiks, ngetik sambil sedih karena simbah buyut kakungnya dedek Diana meninggal saat dedek Diana masih di dalam perut*

Simbah buyut dedek Diana dulu nggak sekolah, jadi nggak bisa membaca dan menulis. Pekerjaannya dagang di sebuah pasar kecil di Klaten sana. Meskipun nggak sekolah, simbah buyutnya dedek Diana bekerja keras menyekolahkan 7 anaknya hingga lulus SMA, bahkan 2 di antaranya hingga lulus sarjana. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa.

Simbahnya dedek Diana juga nggak mau kalah dengan simbah buyut. Keempat anaknya, saya dan 3 orang adik saya disekolahkan hingga lulus perguruan tinggi.

Nah, saya? Malu dong ah sama simbah buyut kalau nggak mampu nyekolahin dedek Diana setinggi-tingginya.

Sekarang zaman sudah beda. Untuk mewujudkan keinginan saya itu, diperlukan sebuah perencanaan yang harus dihitung dengan matang. Nggak bisa lagi berpikir, “Ah, biaya sekolah dipikirin nanti aja kalau udah deket waktunya.”.

Tanya sana, tanya sini kepada teman-teman dekat yang sudah menyekolahkan anaknya (yap, kebanyakan teman saya sudah TK atau bahkan masuk SD anaknya) biaya masuk sekolah saat ini saja sudah dalam hitungan sekian juta. Whaattt?? *ekspresi mata melotot seperti tokoh antagonis di sinetron*

Nggak bisa membayangkan, 5 tahun yang akan datang, berapa banyak uang yang harus saya keluarkan untuk membiayai pendidikan Diana? Kalau tidak dipikirkan dan dipersiapkan dari sekarang, bisa jadi terjerat hutang nantinya. Duh, jangan sampai dong ya.

Sayang Cucu Cium Cucu

Kalau sayang anak, persiapkan pendidikannya sejak dini.

Makanya, demi mewujudkan keinginan memberikan pendidikan terbaik untuk Diana, saya mencari informasi, bagaimana caranya menabung yang nggak ribet, tapi dananya benar-benar bisa terkumpul dan bukannya ditarik sama emaknya setiap ada diskon gede-gedean atau cuci gudang di mall… Hahaha

Sebagai nasabah Bank Mandiri, saya segera browsing di webnya, dan menemukan salah satu produk Bank Mandiri yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya tersebut. Namanya Mandiri Tabungan Rencana. Apa sih Mandiri Tabungan Rencana itu? Mandiri Tabungan Rencana merupakan tabungan dengan setoran wajib bulanan yang memberikan ekstra perlindungan asuransi dan tersedia dalam Rupiah dan US Dollar.

Jadi kalau saya ikutan Mandiri Tabungan Rencana, saya wajib setor setiap bulan selama jangka waktu tertentu (bisa antara 1 tahun hingga 20 tahun), tanpa bisa diambil di tengah jalan, dan selama menabung secara otomatis saya bakalan dicover asuransinya oleh PT. AXA Mandiri Financial Services hingga maksimal sebesar Rp. 5.000.000,- per bulan.

Hmmm, kira-kira kalau saya menabung sebesar Rp. 250.000,- per bulan mulai Januari 2013 ini hingga 5 tahun ke depan (Desember 2018), cukup nggak ya buat biaya sekolah TK dan masuk SD-nya Diana?

Cukuplahyaaaa Rp. 15.000.000,- sekian (sama bunganya) buat masuk TK dan masuk SD.. Kalau kurang ya diambilin dari tabungan deh kekurangannya… *brb, ngumpulin persyaratan buat buka rekening Mandiri Tabungan Rencana*

Gampang kok syaratnya, nggak ribet, cukup penabung berusia minimal 18 tahun dan berusia maksimal 70 tahun pada saat Mandiri Tabungan Rencana jatuh tempo, memiliki Mandiri Tabungan atau Mandiri Giro dan mengisi formulir aplikasi pembukaan Mandiri Tabungan Rencana dan Form Pernyataan Kesehatan. Gampang, kan?

Setoran bulanannya bebas dan bisa diubah, mulai Rp 100.000 atau USD 10,- per bulan. Di luar setoran bulanan, tetap bisa menambah dana ke Mandiri Tabungan Rencana. Yang paling penting, suku bunga Mandiri Tabungan Rencana di atas suku bunga tertinggi Mandiri Tabungan, lhooo

Perlindungan asuransi yang akan kita dapatkan jika terjadi Ketidakmampuan Total Tetap atau meninggal dunia, adalah pihak asuransi yang akan meneruskan setoran rutin bulanan (maksimal Rp 5.000.000,- atau USD 500,- per bulan untuk setiap penabung). Tetapi jika kita tidak membayar setoran rutin bulanan sebanyak 3 kali, maka sistem secara otomatis akan menutup rekening Mandiri Tabungan Rencana.

Semoga rencana saya ini bisa mewujudkan keinginan saya menyekolahkan Diana setinggi-tingginya ya. Aamiin…

Kalau teman-teman, bagaimana caranya mempersiapkan dana pendidikan anak-anak nantinya? Bagi pengalamannya, dong…

~~~
Catatan: Simbah Buyut adalah orang tuanya Simbah (Nenek/Kakek).

Related Post

Tulisan ini sudah 5,640 kali dibaca

2 comments on “Mempersiapkan Masa Depan Terbaik Untuk Diana Dengan Mandiri Tabungan Rencana

  1. r10 on said:

    bisa-bisa, 250 rb x 60 bulan = 15 juta

    kalau nabungnya di bank bantal aja gimana :Movie-Time:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,071 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>