Membiarkan Bayi Makan Seperti Orang Dewasa, Bolehkah?

“Aaah, biasa itu, kalau bayi susah makan… Nanti juga ada waktunya dia gembul, makannya banyak…”
“Kalau makannya susah, kasih saja minum susu yang banyak. Biar bayi nggak kelaperan!”

Sering kan denger nasehat-nasehat semacam itu?
Hihihi, saya pun!

Trus, dituruti?
Eeeerrr, ya kadang-kadang. Hahahaha…

Bisa dibilang saya orangnya santai. Meskipun tahu [setelah baca-baca banyak tulisan] mana yang benar dan mana yang kurang benar dalam memberi makan bayi, terkadang kenyataannya praktek itu sangatlah berat sodara-sodara!

Lha kalau badan lelah udah kerja seharian, ditambah printilan ini itu ngerjain tugas tambahan demi uang jajan [ihiiirr], trus bayinya susah nelen sebiji nasipun, apa yang akan dilakukan, hayo?

Berarti intinya saya permisif ini ya? 😆

Teorinya sih, tawarkan bayi berbagai makanan padat pada suatu waktu. Biar dia memilih mana makanannya, trus, biar makanannya juga variatif, gitu… Kenyataannya? Kadang di rumah adanya ya itu doang. Yang mau nggak mau ya cuma ada itu di rumah. #mbulet #TrusAkuKuduPiye?

Contohnya Diana suka makan pakai daging. Kadang, ya beberapa kali makan pakainya daging terus. Sayurnya? Wortel Jadi kayak duet maut Princess Syahrini dan Anang dulu sewaktu masih tak terpisahkan, gitu. Buat yang lihat sih udah eneg, dia lagi, dia lagi. Wortel pleus daging lagi, wortel pleus daging lagi. :mrgreen:

Agak sedikit adem sih perasaan hati ini saat membaca artikel yang menulis bahwa orang tua juga harus menghormati ketidaksukaan bayi, jadi nggak boleh terlalu memaksa. Yes! Ya sudah, yang Diana suka, saya beri terus berarti nggak papa, kan? Cuma masih ada tugas, yang nggak disuka juga harus secara berkala dicoba ditawarin lagi ke bayinya.

PR yang lain mungkin makan secara mandiri. Masih pakai cara tradisional nih, makannya disuapin, jadi ya PR banget ini sih biar Diana bisa makan sendiri.

Nah, ngomongin makanan orang dewasa bolehkah pada bayi? Sebuah jurnal di Eropah sonoh menuliskan, bahwa bayi yang memiliki saudara yang lebih tua, memiliki kecenderungan lebih banyak terpapar makanan siap saji (junk food dengan kandungan garam, soda dan manis berlebihan) bila dibandingkan dengan anak sulung. Diana sih anak sulung ya, tetapi ‘saudara tua‘nya lebih banyak lagi karena tetangganya itu banyak bangeeeettt… #AduhPiyeIki?

Daaaannn!

Nggak cuma saudara-saudaranya aja yang ‘meracuni’ Diana dengan makanan orang dewasa, karena Emaknya juga hobi nyuapin apa yang dimakannya ke dalam mulut Diana! 😳

Ya nggak banyak sih ya, kalau lagi ngemil kripik, ya sekali dua kali masuk mulut Diana juga.
Kalau lagi minum sesuatu kadang seteguk dua teguk masuk juga. Termasuk kopi!

Maaf, ya, Nak!

Related Post

Tulisan ini sudah 4,396 kali dibaca

One comment on “Membiarkan Bayi Makan Seperti Orang Dewasa, Bolehkah?

  1. Lina Zuhratul on said:

    Artikel sangat menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,149 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>