Main Matching Game, Mencari Mana Yang Sama

Sekarang ini Diana udah pinter banget nyusun puzzle. Di tulisan ini bisa terlihat Diana bisa menyelesaikan satu puzzle yang baru dilihatnya dalam waktu sekitar 3 menit. Saya pikir, dengan sudah bisa mengerjakan game dengan tingkat kesukaran lebih tinggi, anak bisa dengan mudah menyelesaikan permainan yang tingkat kesulitannya lebih rendah. Awalnya saya pikir begitu. Makanya saya maju mundur mau membuatkan permainan matching game.

Prinsip matching game ini kan lebih sederhana, cuma mencari dua gambar yang sama. Udah itu doang. Kan gampang banget. Kalau pikiran kita orang dewasa.

Halah, masak anak umur tiga setengah tahun masih mainan hal yang sesederhana itu? Saya mikirnya gitu. Pastilah anak dengan mudah bisa mengerjakan. Apalagi permainan yang lebih rumit sudah berhasil ditakhlukkannya. Ternyata tidak, sodara-sodara. 

Hal-hal yang sederhana dan dasar banget-pun, itu harus dikenalkan dan diajarkan lebih dahulu. Tidak serta merta bisa, hanya karena umurnya sudah ‘besar‘. Dan untungnya saya tahu hal ini lebih cepat. Daripada saya tunda-tunda, lebih baik saya kejar ‘ketinggalannya‘ segera setelah tahu.

Printable-nya saya dapat dari Itsy Bitsy Fun, entah di halaman mana saya lupa. Saya print dua kali, karena namanya juga matching game ya, kalau cuma satu ya mau dicocokin sama apa? Setelah saya cetak, digunting. Trus dilem ke kertas pink, gunting lagi. Biar awet, saya lapisi pakai selotip bening, soalnya belom beli plastik laminating sendiri. Gunting lagi biar rapi, baru bisa dimainkan.

Matching Game ala Mama Diana

Setelah satu kali main, saya jadi tahu, kalau permainan ini susah menurut Diana. Sebabnya, saya langsung kasih 24 lembar (12 pasang) permainan matching game ini. Mungkin kalau caranya sedikit diubah, bisa jadi gampang buat Diana. Misalnya: 12 gambar saya letakkan dulu di atas meja, baru saya kasih 12 gambar yang bisa dipilih sama Diana untuk dicari pasangannya. Tentu hasilnya akan lain.

Terbukti juga setelah dua tiga kali main, Diana sudah bisa memainkannya sendiri tanpa bantuan. Dan bisa menyebutkan ini bentuk alat transportasi apa namanya.

Matching Game

Bahan permainan ini juga bisa dimanfaatkan untuk memory game, tidak hanya matching game. Tapi mungkin untuk umur Diana, harus dimulai dari lebih sedikit dulu, tidak langsung 12 pasang sekali main. Bisa dari 6 pasang kartu, diacak, lalu dibalikkan kartunya. Satu kesempatan membuka dua kartu. Kalau tidak sama, harus ditutup lagi, begitu seterusnya sampai ketemu  dua kartu yang sama dalam satu kali kesempatan membuka kartu.

Gimana? Tertarik untuk membuatkan permainan seperti ini untuk anak-anak di rumah?

Tulisan ini sudah 3,119 kali dibaca

8 thoughts on “Main Matching Game, Mencari Mana Yang Sama

  1. Wah, udah 3,5 tahun aja… udah gede dan makin pinter ya, mba? Mamanya juga keren dan penuh inisiatif! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *