Mama Libur?

Pertanyaan itu yang paling sering ditanyakan Diana sekarang ini. Tiap malam menjelang tidur, Diana akan tanya, “Mama libur?” Begitu juga pagi hari saat bangun.

Diana di blog bayi

Harus berulang memberikan pemahaman, saat pertanyaan itu datang dan datang lagi. Mama kerja nak, seminggu 5 hari kerjanya, liburnya 2 hari. Besoknya harus jawab gitu lagi, dan lagi.

Tiap kali mendapat jawaban iya mama libur, Diana langsung bersorak, hore! Kayak habis menang lotre puluhan juta aja. Wajahnya sumringah tak terkira.

Minggu lalu sempat ada drama, nggak mau sama sekali ditinggal kerja. Maunya digendong aja sama mama. Duh, Nak, mamanya campur aduk rasanya. Padahal biasanya pinter berangkat sendiri ke rumah simbahnya, merasa sudah gede, nggak perlu lagi dianterin sama mamanya.

Makanya belakangan ini saya nggak ikutan semua acara yang diadakan di akhir minggu, kecuali kerjaan yang bisa ngajak Diana. Kalau sekedar hore-hore doang, saya milih kruntelan di dalam kamar sama Diana.

Kalau punya duit ya ngajak Diana jalan-jalan. Kalau nggak ada dana lebih, ya bobok-bobok cantik aja bertiga seharian. Sambil maen game, sambil nonton Youtube. Kruntelan seharian nggak ngapa-ngapain aja udah bikin Diana seneng banget.

Kalau cuacanya sedang mendukung, alias nggak panas-panas amat, ya anaknya diajak jalan-jalan saat sore hari. Atau, naik odong-odong pesawat yang jadi kesukaannya Diana. Apa aja deh, yang murah meriah, yang penting anaknya seneng.

Btw, Diana sebenernya udah ngerti banget kok konsep kerja ini. Mamanya kalau pergi kerja itu berarti nyari uang. Uang itu yang bisa dipakai buat beli barang-barang. Kalau mamanya nggak kerja, bakalan nggak punya uang.

Tiap kali minta dibeliin sesuatu, Diana udah ngerti jawaban template emaknya. Pasti jawabannya mama kerja dulu, ngumpulin uangnya biar cukup buat beli. Itu harganya mahal, Nak, uangnya harus banyak. Dan anaknya ngerti, lho. Jadi jarang-jarang tuh ada drama-drama nangis kejer minta sesuatu saat itu juga.

Kemaren Diana menyeret saya dan ayahnya ke Payless dan nggak berhenti berdecak, wow bagus, Ma, katanya. Yang ini bagus ya, Ma? Sambil nunjuk sepatu berhak stiletto. Hmm, Nak! Bagus. Tapi mama nggak bakalan beli yang model begitu. Daaan, akhirnya Diana menemukan bagian sepatu anak.

Semua dipegang, sepatu dari gambar Hello Kitty sampai Elza. Tapi nggak minta dibeliin, lho! Sendirinya ngoceh gini sambil megang sepatu: “Ma, mama kerja dulu ya, ntar kalau duitnya udah banyak, baru beli sepatunya.”

Nah, itu pinter, Nak. Besok besok harusnya nanyanya bukan Mama libur, tapi, “Mama kerja?”

Related Post

One comment on “Mama Libur?

  1. hehe, untungnya Diana tahu kalau emaknya kerja ya, mba 😀 jadi enak emaknya bisa tenang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

7,483 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>