Maen Ke Setu Babakan di Hari Sabtu

Wiiiy, senengnya, karena akhir-akhir ini kami bertiga mulai sering jalan ke luar rumah, meskipun tujuannya cuma deket aja masih seputaran Jakarta. Akhir minggu lalu, saya usul untuk mengunjungi Museum Layang-layang, tetapi suami masih ogah-ogahan, ya udah akhirnya dipilihlah Setu Babakan yang disetujui kedua belah pihak. :mrgreen:

Pagi-pagi masak dulu, bawa bekel karena mikirnya nanti bisa makan di pinggir setu gitu. Nyatanya, sampai sana, di sepanjang setu penuh gitu sama meja kursi tukang jualan. Ya nggak mungkinlah duduk tanpa kita beli makanan dari situ. Sedang bekal sudah terlanjur dibawa dari rumah, hehehe.

Masuk ke Setu Babakan ini berbeda dengan tempat wisata lainnya, karena tiket tidak dihitung berdasarkan jumlah orangnya, tetapi cuma kendaraannya. Dan sekali masuk, bisa buat seharian. Karena bentuknya memutar gitu, tukang tiketnya ada di beberapa penjuru gitu, jadi kalau kita muter, nanti ketemu pintu yang lain, tinggal tunjukin kalau kita sudah bayar di pintu masuk lainnya. Murah meriah banget pokoknya.

Bisa apa saja di Setu Babakan? Entahlah. Kami tidak mengeksplor di lingkungan situ, meskipun pada saat lewat ya saya melihat banyak rumah penduduk yang menjual berbagai souvenir khas daerah dan memajang Ondel-ondel di depan rumah mereka. Beberapa penjual makanan khas Betawi seperti kerak telor juga saya lihat ada di Setu Babakan. Kami tidak mencobanya kemaren tapi ya..

Diana mudah ditebaklah. Karena melihat ada banyak sekali perahu air dengan berbagai bentuk, pasti dia minta naik. Sebelumnya pernah minta naik perahu seperti ini juga di Ancol, tapi tidak kami kabulkan. Biaya naik perahu di Setu Babakan dihitung per orang. Dewasa Rp. 7.500,- sedangkan anak-anak di bawah 12 tahun Rp. 5.000,- saja (Oktober 2017). Jadi untuk naik perahu bertiga mengitari danau, cukup membayar dua puluh ribu rupiah saja.

Murah? Ya jelaslah, lha wong kita pakai tenaga sendiri. Harus mengayuh sampai ngos-ngosan keliling-keliling danau memenuhi keinginan bocah cilik. Saya lihat perahu lain ada yang cuma sekali puteran langsung udahan. Hahahaha. Kalau kami ya muter beberapa kali dululah, sekalian selfie-selfie ambil foto yang banyak dulu, biar bisa diaplot ke Instagram.

Setelah lelah ngiterin danau, kami duduk dulu sebentar di tempat duduk sekitaran perahu, buat makan. Diana awalnya mau makan sendiri, tapi nanti kelamaan, akhirnya disuapin ajalah sama emaknya.

Abis makan kami langsung pulang, mampir ke rumah sepupu di daerah Lenteng Agung.

Mungkin minggu depan Diana bakalan kami ajak (lagi) ke Ragunan, karena pas mau berangkat ke Setu Babakan Diana sempat agak ngadat minta maen ke Ragunan saja. Pas lewat Ragunan minta di sini saja jalan-jalannya, Diana sudah lama nggak ke Ragunan, katanya. Halah, Nak, kemaren udah habis dari Gembira Loka Jogja, kok, udah nagih lagi main ke kebun binatang. Emak bapaknya bosen atuhlah.

Tulisan ini sudah 1,351 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *