Macan Ternak, Mama Cantik Antar Anak Sekolah

Tahun depan Diana mungkin udah mulai sekolah. Maunya di sebuah taman kanak-kanak tempat teman mainnya saat ini sekolah. Lokasinya nggak jauh dari rumah. Belakangan, saya sadar, sebuah halaman rumah yang saya lewati tiap hari juga mulai ‘disulap‘ menjadi sekolahan. Entah PAUD, entah juga TK, saya belum mencari informasi. Dari jalan, karena pagernya tinggi banget, nggak kelihatan isinya kayak apa, dan belom ada papan namanya juga.

Dari ‘tampilan‘ anak-anaknya yang setiap hari memakai seragam rapi sih, sepertinya TK ya (saya lewat pas mereka bubaran sekolah, sekitar jam 09.30). Soalnya kalau PAUD mungkin ada hari yang pakai baju bebas kan ya, namanya juga (harusnya) kebanyakan bermain doang kan ya kalau masih pendidikan usia dini. 

Macan Ternak

Diana saya tawarin buat sekolah di situ, yang lebih deket lagi dari rumah dibandingkan sekolah yang dia mau, tapi menolak. Hiks, kayaknya ketahuan deh, maksud mamanya supaya nanti berangkat dan pulang sekolah sendirian, nggak usah dianterin.

Ya, saya bukan bermaksud mau menghindar dari macan ternak calon teman-teman sekolahnya Diana nanti ya (walaupun kalau bisa menghindar sih ya, saya pilih menghindar, HAHAHAHAHA).

Tapi beneran deh, sampai sekarang masih ngebayangin gimana nanti pertama kali antar anak sekolah. Apa biar bapaknya aja ya, yang tugas nganter anak sekolah. Gimana? Gimana? Setuju, nggak? SETUJUUUU!

Urusan nganter anak sekolah ini hal yang baru sih buat saya. Karena generasi saya sampai adik-adik saya pun semua berangkat dan pulang sendiri tanpa dianter sama orang tua. Kalau masih SD ya jalan kaki karena jarak rumah dan sekolah dekat. SMP dan SMA ya naik sepeda. Kuliah ya ngebis atau ngangkot, karena emang jauh.

Yang paling utama sih ya, tujuannya kan memastikan anak aman selama dalam perjalanan berangkat dan pulang sekolah, kan ya? Makanya saya tawari sekolah yang sepelemparan kolor dari rumah, supaya anaknya lari sendiri ngibrit ke sekolah. Insya Allah aman lah ya, kalau cuma jalan kaki 5 menit dari rumah.

Lha, kok masih gagal saya merayu Diana sekolah di situ. Masih ada waktu sekitar setengah tahun buat ngrayu terus sik. Semoga aja terbujuk rayu ya.

Nah, satu manfaat lagi milih sekolahan yang deket dari rumah itu kan biar kalau pagi nggak terjadi huru-hara kerempongan yang amat sangat.

Jadi semuanya bisa dilakukan dalam slow mode. Mamanya harus persiapan mau kerja, anaknya harus siap-siap mau sekolah. Semuanya pengen nggak ada yang telat. Semuanya harus bisa dilakukan tanpa mamanya harus ngeluarin suara dalam nada tinggi dan berakhir dengan amukan mamanya yang sumbunya pendek banget.

Tapi ya nanti akhirnya semua harus menyesuaikan sih ya. Misalnya saya nanti ya harus rela nggak bikin bekal lagi kalau memang waktunya udah nggak cukup untuk itu. Harus rela juga bangun lebih pagi, yang berarti juga berusaha sekuat tenaga untuk tidur lebih cepat.

Kuncinya, harus dinikmati ya. Tapi tenang, masih lama kok, itu. 😉

Tulisan ini sudah 24,998 kali dibaca

3 thoughts on “Macan Ternak, Mama Cantik Antar Anak Sekolah

  1. Saya setiap hari masih jemput anak. Tpai urusan ngantar sih tugas suami hehehe. Cuma memang nyaris gak pernah ngumpul sama para macan ternak. Lebih suka nunggu di parkiran 😀

    1. Ini TK lokasinya di gang, Mak. Jadi kalau mau nunggu harus lumayan ngumpul gitu posisinya. Kecuali kalau mau nunggunya agak jauh dari lokasi, ya.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *