Little Chef Wonder, Mengasah Hobi Memasak Sejak Dini

Sewaktu nerima undangan dari Little Chef Wonder, ada dua rasa, senang sekaligus was-was. Seneng, kapan lagi bisa ngajak anak ‘maen masak-masakan’ didampingi tenaga profesional? Was-was, karena belum yakin Diana sudah bisa ngikutin acara semacam itu.

Ya sudahlah, untuk tahu hasilnya memang harus dicoba terlebih dahulu, kan?

Sabtu sore, 6 Juni 2015 sekitar jam 15.00 saya ajak Diana meluncur ke The Space, Senayan City. Sampai di sana, acara baru saja dimulai untuk sesi ketiga. Diana saya ajak masuk, ealah, malah muter-muter nggak mau ikutan acara masak-masak. Belom tertarik blas.

Diana maen megablocks

Jadinya sesorean maen megablocks. Nggak bosen-bosen memang kalau udah nyusun-nyusun maenan yang satu itu. Saya juga sambil sedikit mengamati Diana saat bermain di tempat umum, memakai barang yang bukan miliknya. Ternyata sudah pas. Nggak pakai acara maen rebutan dengan yang lain. Diana memilih mainan yang sedang tidak dipakai oleh yang lainnya. Kalaupun terlihat pengen banget sama mainan yang sedang dipegang anak lain, masih bisa saya kasih pengertian kalau mainannya harus gantian. Gutjob, Nak!

Little Chef Wonder

Sementara itu, di dalam ruangan, kakak-kakaknya yang berumur 6 sampai 12 tahun, sedang belajar masak-memasak, menjadi seorang chef di acara Little Chef Wonder. Acara ini menghadirkan beragam aktifitas kuliner yang bisa merangsang rasa ingin tahu anak dan berinteraksi sosial dengan teman-temannya.

Little Chef Wonder mengenalkan berbagai jenis makanan sehat, pemahaman akan nutrisi dan pengenalan jenis bahan makanan kepada anak-anak. Kegiatan ini memang diadakan untuk merangsang anak agar bisa mengembangkan kemampuan mereka selanjutnya di rumah.

Terdiri dari 10 kelas masak, yaitu: Pizza Pioneer (belajar membuat adonan pizza dan mengolahnya menjadi sweet pizza dengan topping buah-buahan), Pasta Maker (belajar membuat pasta dan mengolahnya menjadi masakan), Cake Wizard, Cookies Creator, Pastry, Sushi (belajar membuat handroll sushi), Shake ‘N Shake (belajar meramu milkshake yang bernutrisi), Fruit and Veggie (belajar soal nutrisi dan cara membuat fruit satay), Food Lab (belajar mengenai molecular gastronomy, yaitu mengolah makanan secara scientific), dan Lolita’s Candy FactoryFood Detective, Food Photography, House of Mistery Food (di sini anak diajarkan untuk mengenal ragam buah dan sayuran, mengenal tekstur makanan serta mencicip berbagai macam rasa), Photo Booth, dan Artsy (food painting dengan buah dan sayur-sayuran).

Kalau Diana sudah agak gedean dikit, mau ah diikutin acara-acara keren kayak gini. Biar nggak pegang gadget muluk, minta dibukain Youtube.

Saya lihat di dalam kelasnya juga dibatesin maksimal 20 anak ya, jadi nggak ribet dan bertumpuk-tumpuk kebanyakan anaknya gitu. Dan orang tua yang mendampingi, disediakan tempat duduk di luar ruangan untuk menunggu. Yap! Selama 2,5 jam anak menjadi little chef, mamanya cuma dikasih kesempatan masuk 5 menit doang buat foto-foto anaknya. Ya pastinya mau pamer berbagi foto anaknya di socmed kan ya? 😆 😆

Biaya untuk mengikuti satu sesi Little Chef Wonder kemaren Rp. 185.000,- Kapan akan diadakan lagi? Sila apdet informasinya di website atau twitternya ya.

Tulisan ini sudah 1,766 kali dibaca

6 thoughts on “Little Chef Wonder, Mengasah Hobi Memasak Sejak Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *