Lebih Suka Mewarnai Gambar Di Aplikasi

Set buku tulis Minnie Mouse

Duh, memang susah sekali ya, meminimalisir penggunaan gadget pada anak. Sungguh susah sekali. Karena apa? Yang paling utama sih ya alasannya karena emak bapaknya sebagian waktunya bekerja di gadget. ‘Bermain sosmed‘ buat kami kan bekerja juga, hehehe. *cari alasan*

Jadinya, ya sehari-hari saat Diana bersama kami, akan melihat orang tuanya megang hand phone, nyalain komputer, dan nenteng laptop kala bepergian. 

Untungnya, Diana hanya megang gadget saat bersama kami saja. Selebihnya, sewaktu dititipkan, dia masih full bermain bersama teman-temannya. Lari-larian main petak umpet. Belajar main sepeda walaupun sampai sekarang belom bisa juga.

Ketika mamanya pulang bekerja, memang handphone sih sekarang ini yang ditanyain. Buat nonton Youtube. Buat mewarnai gambar. Sama sedikit buat main game. Hah! Udah bisa main game? Iya. Hiks.

Mewarnai di Aplikasi

Usaha buat mengenalkan aktivitas belajar secara non gadget sudah cukup banyak sih. Misalnya saja saya belikan berbagai macam alat mewarnai mulai dari pinsil warna (merek Staedtler yang malah putus semua diinjek di atas kasur), krayon Titi yang juga cuma bertahan beberapa hari sebelum akhirnya patah-patah, satu set Minnie Mouse (terdiri dari pinsil warna dan krayon sekaligus yang cuma menang di mahal doang tapi kualitasnya nggak ada), berpuluh-puluh lembar gambar untuk diwarnai dan berbagai jenis kertas.

Hasilnya? Selesai 10% dari gambar itu penuh diwarnain pun udah bagus. Yang ada cuma dicoret-coret doang. Ya mungkin kesalahannya ada di saya sih. Saya print gambar dalam ukuran besar. Di atas kertas A4. Jadi mungkin anaknya belom sabar buat mewarnai sebanyak itu. Besok saya akan coba buat gambar dalam ukuran kecil-kecil untuk diwarnai. Semoga anaknya jadi mau mewarnai di atas kertas.

Beda dengan mewarnai di aplikasi handphone. Diana betah mengoleskan warna di atas gambar. Sampai penuh semua. Kadang malah sudah diwarnai dengan satu warna, ditimpa lagi dengan warna lainnya. Kadang nggak selesai juga sih. Kalau udah capek, ya nggak selesai juga. Tapi biasanya lebih dari 3 gambar diselesaikan dalam sekali duduk.

Satu lagi yang Diana lebih suka di aplikasi dari pada bentuk fisiknya, adalah menyusun puzzle. Di aplikasi iPad, udah lancar banget menyusun puzzle yang lumayan rumit. Soalnya kan ada bayangan gambar di latar belakangnya, sehingga balita lebih mudah menempatkan kepingan puzzle pada gambar yang sesuai. Beda dengan puzzle fisik, yang tidak ada ‘bantuan” di layarnya. Tapi tetep sih, anaknya minta dibeliin puzzle fisik juga kalau lihat di toko buku.

Related Post

Tulisan ini sudah 1,761 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,210 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>