Laminator, Barang Impian Untuk Belajar Diana Di Rumah

Hari ini seneng banget, akhirnya sampai juga laminator ke pangkuan mama. Udah hampir sebulan dinanti-nanti, karena pembayaran kerjaan nulis yang agak ngaret, jadinya harus sabar deh. Padahal halaman penjual laminator itu udah saya bookmark sejak negosiasi kerjaan baru diterima, hahaha. Udah ngebayangin terima bayarannya dan akan dipakai belanja apa. Sebelum berangkat kerja udah cari barang yang akan dibeli, eh, ternyata lumayan meleset tanggal pembayarannya, hehehe. *elus-elus laminator*

Sebelumnya, saya melaminating permainan-permainan untuk Diana secara manual menggunakan selotip. Masih tetap akan saya lakukan sih, untuk permainan yang berukuran kecil, yang muat dilaminasi dengan lebar selotip yang saya miliki. Tetapi untuk bahan-bahan yang lebarnya melebihi lebar selotip, akan memakan waktu yang lama, karena mencocokkan posisi selotip pada kertas itu susah sekali. Kalau udah kadung nempel, nggak bisa ditarik lagi.

Makanya saya nekat beli laminator sendiri. Karena di kantor saya nggak ada. Hahahaha.

Ya iyalah ya, buat belajar anak, harus mau modal. Ini langsung dicobain, print-print-an yang udah numpuk, langsung dieksekusi, biar bisa segera dimainin sama Diana. Kalau perihal permainan-permainan ini, kayaknya bakalan lebih konsisten di-upload ke Instagram ya. Nggak semuanya ditulis di blog juga, karena males kalau tulisannya begitu-begitu melulu, soalnya kan prinsipnya cuma kebanyakan print, laminating, trus mainin deh.

Kalau soal kurikulum dan tujuan belajarnya apa, ini saya juga lagi banyak baca-baca dan mencerna, belum sampai kapasitas saya buat menyarikan dan menyampaikan. Lebih tepatnya sih masih malas ya, hahaha. Karena saya masih ngejar, dapet ilmu ini terapin, dapet ilmu itu terapin, gitu terus, karena mulainya (menurut saya) agak terlambat ini. Hihihi.

DIY Mainan Anak

Salah satu hasil laminating siang ini. Masih ada beberapa lagi, tapi ntar-ntar aja deh ditampilinnya. Selain menghemat waktu (tentu saja jauuuuh lebih cepat daripada pakai selotip), punya mesin laminating ini juga (pada akhirnya) akan menghemat biaya. Satu lembar begitu kalau di tukang fotokopi harganya Rp. 4.000,- sedangkan kalau bikin sendiri cumak Rp. 930,- habisnya. Bisa lebih murah lagi kalau plastiknya beli sendiri, ini saya beli online jadi plus ongkos kirim dua kilo (hampir dua ratus perak sendiri per lembarnya, hahahaha).

mainan anak buatan sendiri

Gimana? Keren kan hasilnya bikin mainan sendiri buat anak di rumah? Anak seneng punya (banyak) mainan, dan juga (mudah-mudahan) bisa bikin anak makin pinter juga. Aamiin….

Tulisan ini sudah 1,700 kali dibaca

2 thoughts on “Laminator, Barang Impian Untuk Belajar Diana Di Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *