Ketika Bayi Mulai Mengigit Jari…

Waduh, serba salah nih saat bayi mulai menggigit jari. Saya langsung mencari informasi, dan ternyata tindakan saya mencoba “menyelamatkan” bayi malah salah. Hahaha… Bayi menggigit jari? Itu normal saja dan nggak perlu diganti dengan empeng, atau bahkan sarung tangan.

Maaf ya, dedek Diana. Kemarin malah saya beliin sarung tangan ketika secara intensif frekuensi dedek Diana memasukkan jari ke dalam mulut mulai meningkat. Tak cuma 1 atau 2 jari, terkadang bahkan 4 jari sekaligus dimasukkan ke dalam mulut. Jika hanya memasukkan satu jari, dedek Diana akan mengorek-ngorek langit-langit mulut, dan tak jarang berakhir dengan gumoh.

Sarung tangan, saya pikir akan dapat mengurangi bayi menggigit jarinya. Ternyata tidak. Bayi tetap saja menggigit jarinya. Dan itu adalah hal yang wajar, karena bayi memiliki reflek menghisap, seperti saat menyusu pada ibunya. Adanya kegiatan menghisap jari ini justru sebagai salah satu tanda bayi sehat. Sarung tangan yang dikenakan pada bayi dan dimasukkan mulut, menjadikan sarung tangan basah dan rumah berkembang biak bakteri dan kuman penyakit pada bayi. So, big no no pada sarung tangan.

bayi ketawa

Empeng, juga setali tiga uang dengan sarung tangan. Bukannya baik untuk mengatasi kebiasaan menggigit jari pada bayi, justru dapat mengakibatkan bayi kembung karena udara mudah masuk ke dalam perut ketika bayi menghisap empeng.

Bhihik, berarti sarung tangan bayi harus segera saya sembunyiin lagi deh dari peredaran. Malah nggak higienis soalnya.

Menggigit jari pada bayi terutama di sekitar usia 3 bulan, adalah pemenuhan terhadap kebutuhan menghisapnya. Mungkin saja bayi tersebut masih merasa kurang waktunya saat menghisap payudara ibunya ketika menyusu. Dedek Diana masuk kayaknya ke kategori itu. Karena ukurannya yang sudah jumbo, saya cenderung mengurangi waktu minumnya demi mencegah pertumbuhannya yang tak terkendali. (Saya nggak bilang kalo dedek Diana saya suruh diet ya.. :mrgreen: )

Setiap bayi, meski susu ibunya sudah kosong, dia sering kali hanya ingin menghisap payudara saja. Itulah makanya, terkadang ada bayi yang membutuhkan waktu sangat lama ketika menyusu. Ada juga yang hanya sebentar sudah cukup. Meski tak ada patokan khusus, biasanya dalam waktu 20 menit, payudara ibu sudah kosong, dan sisa waktu menyusu itu adalah pemenuhan waktu menghisap bagi bayi. Kalau itu tidak dipenuhi, jadilah dia suka menggigit dan memasukkan jarinya ke dalam mulut.

Hmm, sungguh dilematis. Teether itu bisa dianggap sama dengan empeng nggak sih? Beda sih, yang satu diempeng, yang satu digigit, tapi kan prinsipnya sama saja, memasukkan benda ke dalam mulut, dan jika kita tidak rajin membersihkannya, kuman penyakit mudah masuk juga, terutama jika empeng atau teether tersebut sering jatuh ke lantai.

Solusi terbaik tetap saja: perpanjang waktu menyusuinya! 🙂

Tulisan ini sudah 23,302 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *