Kangen Bertepuk Sebelah Tangan, Hiks!

Diana Wahyudi

Untuk pertama kalinya saya dan suami pergi ke luar kota tanpa membawa Diana. Biasanya, cuma salah satu dari kami harus pergi bekerja. Kemarin ini, 4 hari Diana saya titipkan ke simbahnya (tante saya).

Jauh hari saya sudah menjelaskan ke Diana, bahwa kami harus bekerja dan menginap lama. Diana sudah pinter, tiap kali saya tanya apakah boleh bapak ibunya pergi, dia mengangguk dengan mantap. Karena pergi bekerja mencari uang, Diana minta dibelikan oleh-oleh baju Frozen dan Boboboy. Baiklaaah.

Saya sih nggak punya plan B, seandainya Diana nanti rewel dan mencari-cari emaknya. Namanya juga anak yang masih harus disumpel nenen biar bisa tidur, ya pastilah rewel kalau nggak ada senjata emaknya. Palingan berharap suara saya via telpon bisa membantu menenangkannya.

Saat saya telpon simbahnya Diana buat tanya perkembangan, jawabannya di luar dugaan. Enggak rewel dan enggak nanyain emak bapaknya. Makan baik-baik saja. Tidur juga gampang. Lhaaah, Nak, emaknya udah kangen dan khawatir, anaknya malah santai-santai aja. Kayak nggak ngerasa kehilangan orang tuanya.

Ya enak banget sih buat kami, kerjanya jadi tenang setelah tahu anaknya pinter banget ditinggal kerja.

Saat pulang, saya pikir Diana akan lupa sama nenennya. Empat hari ditinggal dan nggak nyari nenen itu saya pikir ajang menyapih secara alami. Lha kok kata pertama yang diucapkan begitu melihat saya adalah: “Ma, nenen.”

😆 😆 😆

Tulisan ini sudah 2,358 kali dibaca

2 thoughts on “Kangen Bertepuk Sebelah Tangan, Hiks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *