Hamil 39 Minggu, Masih Belum Merasa Mau Melahirkan

Minggu ini, kehamilan saya memasuki minggu ke 39. Sampai sekarang masih belum merasakan tanda-tanda hendak terjadi persalinan. Seperti yang saya baca, saat usia kehamilan 39 minggu, janin sudah berada pada posisinya, di panggul dan siap untuk hadir di dunia. Ibu hamil akan mulai merasakan kontraksi, ditandai dengan mengencangnya perut, dan seringkali punggung bagian bawah menjadi terasa pegal-pegal.

Soal kontraksi, karena belum pernah merasakan sebelumnya, ya saya tidak tahu gimana rasanya. Kepikiran juga, jangan-jangan selama ini saya sudah pernah kontraksi, hanya saja memang nggak ngeh kalau itu adalah kontraksi.

Hamil 39 Minggu Masih Belum Merasa Mau Melahirkan

Yang saya lakukan, ya hanya banyak-banyak jalan kaki seperti nasihat dokter yang diberikan kepada saya. Mau ke warung buat beli sesuatu aja, kadang muter cari jalan yang jauh, sekalian olahraga. Dan juga, masih naik turun tangga beberapa kali sehari karena kamar berada di lantai atas (lantai 2). Lumayanlah, bikin kaki kadang pegel-pegel juga, hehe…

Satu yang agak menjadi masalah buat saya, adalah rasa gerah yang tiada habisnya. Kalau sudah di rumah, bawaannya ngadem aja di dalam kamar. Pendingin ruangan saya setel di angka 24 derajat Celcius, di mana suami sudah merasa kedinginan dengan kondisi seperti itu. Saya sendiri masih ngerasa gerah dan panas.

Soal makan, porsi nasi sudah mulai saya kurangi. Beberapa orang memang menyarankan seperti itu, supaya bayinya nggak kegedean nantinya. Saat usia kandungan saya 37 minggu, berat janin di dalam perut sudah mencapai 2.800 gram. Tulisan ini saya buat sesaat sebelum memeriksakan diri ke dokter saat usia kandungan 39 minggu, jadi belum tahu beratnya saat ini menjadi berapa gram. Mudah-mudahan jangan terlalu besar ya, karena saya sadar diri, dengan ukuran badan yang sangat kecil (baca: kurus) seperti ini, dengan panggul yang tak lebar, kalau ukuran dedek bayi-nya besar, bisa-bisa kesulitan mengeluarkannya.

Aktivitas di luar rumah juga sesekali masih saya lakukan. Ke kantor dalam seminggu masih saya lakukan dua hingga tiga kali *ngikik, bos saya baik ya*. Itu itungannya saya masih masuk kerja lho.. Di rumah, kalau nggak masuk kantor, ya tetep melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasanya. Maklum, belum sanggup bayar asisten rumah tangga. Kondisi rumah, ya tau sendirilah! Ditambah beberapa kantong belanjaan persiapan buat dedek bayi, kamar jadi makin penuh, dan makin berantakan kayak kapal pecah, hahaha

Tulisan ini telah dibaca 54,916 kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

8 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>