Gumoh Karena Kebanyakan Disusui

Sejak dua hari yang lalu saya sakit. Mulai merasakannya saat mandi sore, badan terasa kedinginan. Malamnya, meriang dan nggak tahan dengan suhu pendingin ruangan, padahal sudah dibesarkan. Dan seperti biasanya, saya memang jarang bisa tidur terlalu sore, jadi tetap saja begadang.

Bedong Kain Bayi Dedek Diana

Pagi harinya, saya mandi dengan air dingin, badan rasanya makin nggak karuan. Siangnya, baru saya minta dikerokin dan minum jamu penolak angin. Malamnya saya minum obat karena sudah nggak kuat. Dedek Diana sejak sore hari sudah bersin-bersin terus. Saya khawatir sekali kalau dia ikut-ikutan sakit.

Malamnya, bener. Suhu Dedek Diana naik. Saya nggak tahu ya, pastinya berapa suhunya (belum beli termometer), tetapi saat disentuh dengan tangan terasa lebih hangat dari biasanya. Saya langsung kasih dia minum asi. Dan suhu tubuhnya langsung turun begitu selesai minum asi.

Sejak itu, hampir tiap jam saya minumin Dedek Diana supaya suhu tubuhnya nggak naik lagi dan nggak jadi sakit. Tapi rupanya, ada efek samping dari proses pemberian asi yang berlebihan ini. Lambung bayi kan masih sangat kecil dan isinya terbatas. Sedangkan bayi tetep nurut-nurut saja kalau dikasih ngempeng asi emaknya. Jadilah dia kekenyangan.

Biasanya setelah diminumin asi dan disendawakan, paling-paling kalaupun gumoh ya hanya sedikit. Tadi malam, saya dan suami langsung kaget begitu untuk pertama kalinya Dedek Diana gumoh langsung banyak banget. Nyembur ada sekira setengah cangkir dan membuat kasur langsung basah kuyup.

Saya meminta suami untuk tidak panik. Mari kita bersihkan, kata saya. Saya membaca di banyak sumber, bahwa bayi gumoh itu adalah hal yang normal. Apalagi banyaknya gumoh (atau muntah?) Dedek Diana ini jelas penyebabnya, karena kebanyakan minum dari emaknya. Kalau gumohnya sering dan berlebihan, mungkin memang harus waspada, siapa tahu memang ada yang salah.

Gumoh pada bayi yang saya pelajari, bisa terjadi karena beberapa sebab. Ukuran lambung yang mungil dan klepnya yang belum sempurna, menyebabkan susu bisa keluar lagi melalui mulut, dan bahkan lewat hidung. Gumoh bisa dicegah dengan tidak menyusui bayi sambil tidur. Ini yang saya sering lakukan kalau sudah malam dan badan capek. Berikan asi sedikit, jangan tunggu sampai bayi terlalu lapar dan proses minumnya jadi terburu-buru, menyebabkan banyak udara ikut masuk ke dalam perut. 

Dan yang pasti, berbahaya jika mengangkat bayi pada saat gumoh, karena susu bisa masuk  dalam paru-paru. Cukup bersihkan saja gumohnya. Gumoh dari hidung juga normal, karena mulut dan hidung memang memiliki saluran, dan saat gumoh kemungkinan bersamaan dengan bayi bernafas sehingga sebagian keluar melalui hidung.

Pelajaran banget deh buat saya kejadian gumoh yang banyak banget semalam pada Dedek Diana. Itu karena emaknya terlalu ketakutan dan was-was bayinya sakit, sehingga memberi asi pada bayi nggak pakai ukuran. 

Tapi kalau dipikir-pikir, keren banget ya asi ini. Diminumin ke bayi, suhu tubuh bayi yang mulai anget bisa turun normal lagi lhoh. Dan alhamdulillah saat ini Dedek Diana nggak sakit. Semoga jangan sampai sakit ya.. Aamiin..

Tulisan ini sudah 18,978 kali dibaca

4 thoughts on “Gumoh Karena Kebanyakan Disusui

  1. Bener banget, ASI itu ajaib banget. Anakku kemarin panas sampai 39 derajat. Aku susui sambil melakukan transfer panas (skin to skin), alhamdulillah, setelah setengah jam suhu badan anakku turun jadi 38,2 derajat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *