5 Kondisi Gangguan Sistem Pencernaan Balita dan Cara Mengatasinya

Tidur itu hal yang krusial banget buat balita. Karena saat mereka tidur, saat itulah waktu terbaik untuk ia tumbuh kembang. Termasuk tumbuh kembang otak dan kecerdasannya. Makanya saya berusaha semaksimal mungkin Diana bisa tidur dengan nyaman terutama di malam hari, karena tidur malam hari waktunya jauh lebih lama dari pada tidur siang. Sebelum tidur saya biasanya mandikan terlebih dahulu dengan air hangat, supaya bersih, tidak ada keringat dan menjadi lebih nyaman. Setelah itu, dipastikan juga minum susu, karena kandungan asam amino pada susu dapat membantu proses relaksasi tubuh dan tidur anak bisa menjadi lebih berkualitas.

Sistem pencernaan balita yang mengalami gangguan dapat menyebabkan tidurnya menjadi tak nyenyak lagi. Tidur tak nyenyak, berarti tumbuh kembangnya menjadi tak sempurna. Nah, ada baiknya orang tua mengenali beberapa gangguan pada saluran pencernaan, sehingga bisa mencegah dan mengatasinya jika terjadi pada balitanya. Saluran pencernaan balita itu masih berkembang dan masih peka. 5 kondisi gangguan sistem pencernaan pada balita yang paling sering ditemukan antara lain adalah gumoh (muntah sedikit), muntah, perut kembung, poop tidak lancar (konstipasi) dan sering buang gas.

Gumoh

Gumoh Pada Bayi

Biasanya gumoh terjadi di minggu-minggu awal kelahiran si kecil, dan mencapai puncaknya di sekitar bulan ke-4 atau ke-5. Kemudian akan menghilang saat si kecil berusia 5 hingga 8 bulan. Pada umumnya bayi mengalami gumoh. Hal ini dikarenakan katup pada lambung belum sempurna, sehingga saat diisi dengan porsi yang sedikit melebihi batasnya, katup tersebut tidak mampu menahan pada tempat yang seharusnya.

Gumoh tidak selalu harus dikhawatirkan. Jika si kecil tampak baik-baik saja dan tidak terganggu, dan selama pertumbuhan dan grafik tumbuh kembangnya normal, ibu tak perlu khawatir berlebihan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gumoh antara lain si kecil secara rutin disendawakan setelah minum susu. Menyendawakan dapat mengeluarkan udara dari dalam perutnya. Porsi minumannya dikurangi dan diberikan lebih sering. Konsultasikan juga dengan dokter anak ya, apakah perlu diberikan susu formula terhidrolisis sebagian yang rendah laktosa sehingga lebih mudah dicerna.

Ada kondisi abnormal gumoh yang disebut gastroesophageal reflux disease (GERD), dengan beberapa gejala seperti kesulitan menelan makanan dan sering tersedak, bayi menekuk punggungnya saat gumoh, menjadi sangat rewel dan menolak makan. Segera bawa ke dokter anak jika gejala tersebut terjadi pada si kecil.

Muntah

Muntah dan gumoh berbeda, ya. Kalau gumoh itu keluarnya cairan mengalir, bisa dalam jumlah sedikit, bisa juga dalam jumlah banyak. Sedangkan untuk muntah, keluarnya makanan atau cairan diakibatkan oleh adanya kontraksi otot perut. Biasanya si kecil akan muntah saat menangis dalam waktu lama atau terbatuk hebat. Beberapa kemungkinan penyebab lainnya adalah si kecil sedang mengenal tekstur makanan baru, atau alergi pada jenis makanan tertentu.

Saat si kecil muntah, segera tundukkan kepalanya, agar semuanya keluar dengan tuntas. Agar tidak mengalami dehidrasi, berikan si kecil cairan sebagai pengganti yang terbuang, ya. Dan setelah itu, istirahatkan si kecil. Jika si kecil terlihat kesakitan dan cairan yang keluar berwarna kehijauan,  bawa si kecil menemui dokter anak, karena kondisi tersebut sudah termasuk dalam muntah yang abnormal.

Perut Kembung

Jangankan balita, orang dewasa aja nggak nyaman ya kalau perutnya kembung. Perut kembung ini kayaknya ganggunan yang umum dialami oleh semua orang. Kalau perut balita terisi banyak udara, mudah dipastikan menjadi tidak nyaman, dan cenderung menjadi lebih mudah rewel. Saya sih usahakan selalu menyendawakan si kecil setelah minum susu dan lakukan gerakan seperti bersepeda, arahkan kaki ke arah perutnya.

Ada kemungkinan jika perut si kecil kembung adalah tanda ia sensitif terhadap susu. Pencernaannya sedang berkembang dan masih peka, sehingga enzim di dalam pencernaannya belum bisa bekerja secara sempurna mencerna protein dan laktosa. Sisa-sisa nutrisi yang belum mampu dicerna, dan bakteri di usus besar menyebabkan pembusukan yang berakhir dengan ketidaknyamanan dalam perut seperti kembung dan sering buang angin.

Sering Buang Gas

Gas di dalam perut si kecil bisa masuk saat si kecil menyusu dengan posisi latch on yang tidak tepat. Atau bisa juga karena ukuran dot yang tidak tepat. Gas juga bisa muncul karena pencernaan belum sempurna, sehingga banyak sisa nutrisi yang difermentasi menjadi asam lemak rantai pendek dan gas oleh bakteri di usus besar.

Konstipasi

Sembelit Pada Balita

Gangguan sistem pencernaan balita yang sering terjadi juga adalah konstipasi atau poop tidak lancar (sembelit). Bayi yang minum ASI bisa poop lebih dari satu kali sehari. Untuk bayi yang minum susu formula bisa setiap hari satu kali, atau dua hari sekali poop-nya. Terkait soal frekuensi poop si kecil yang minum susu formula, saya baru tahu bahwa ternyata anggapan bahwa si kecil sebaiknya harus buang air besar setiap hari itu hanyalah mitos belaka. Selama feses si kecil lembut, frekuensi poop yang jarang pada si kecil adalah hal yang normal.

Ada beberapa penyebab yang biasanya menyebabkan poop si kecil tidak lancar. Perubahan pola makan si kecil adalah salah satunya, misalnya kita memberikan jenis makanan baru kepada si kecil, atau si kecil sedang dalam masa peralihan ke makanan yang lebih padat. Perubahan jadwal seperti misalnya mengajak si kecil traveling dan menginap di tempat yang baru juga bisa mempengaruhi proses buang air besar balita. Mengkonsumsi obat juga sering kali menyebabkan gangguan pencernaan seperti konstipasi.

Yang tak kalah berperan dalam penyebab gangguan sembelit pada bayi ini rupanya ada juga faktor genetika dan lingkungan. Orang tua yang memiliki riwayat konstipasi, juga rentan menyebabkan si kecil juga mengalaminya. Apa karena faktor gaya hidup sehat dan pola menu makanan keluarga yang dikonsumsinya ya? Soalnya Diana juga cenderung sering mengalami konstipasi kalau makan di rumah. Di rumah memang saya jarang masak sayuran. Sedangkan sehari-hari Diana makan di rumah simbahnya (selama saya bekerja, Senin hingga Jumat) dan poop-nya lancar.

Enfagrow A+ Gentle Care

Konsultasikan dengan dokter anak ya, jika feses si kecil keras (menyerupai peluru kecil), menangis saat poop karena merasa kesakitan, bahkan sampai mengeluarkan darah di duburnya. Itulah tanda-tanda bahwa si kecil mengalami konstipasi. Beberapa cara mengatasi konstipasi pada anak bisa dibaca di sini, jika perlu sekalian dikonsultasikan ke dokter untuk pergantian susu formula yang bisa membuat feses menjadi lebih lembut. Untuk si kecil dengan perut peka yang berusia 1 hingga 3 tahun, bisa coba Enfagrow A+ Gentle Care, susu pertumbuhan dengan teknologi PHP (Partially Hydrolyzed Protein) yang diproduksi di Belanda sehingga memiliki protein halus yang mudah dicerna untuk perut si kecil yang peka. Kandungan nutrisi pentingnya juga lengkap, diperkaya dengan Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6, B12, Omega 3 dan 6.

Kesehatan sistem pencernaan si kecil itu sangat penting, kan, Buibu? Kalau sistem pencernaannya rentan gangguan, ya takutnya penyerapan nutrisinya nggak maksimal. Kalau penyerapan nutrisinya nggak maksimal, gimana anak kita mau tumbuh dan berkembang dengan baik? Nggak ada nutrisi bisa berakibat daya tahan tubuhnya menurun, juga kecerdasannya terhambat. Serem, kan? Yuk, jaga kesehatan pencernaan balita kita.

Untuk mencari tahu kondisi kesehatan saluran pencernaan si kecil, bisa dilakukan di Wikipoop. Nanti poop dan gejala yang dialami si kecil bakalan dianalisa, trus diberikan tips dan solusinya. Info lebih lanjut tentang gangguan pencernaan pada balita, bisa ke Digestion Center ya. 😉

Related Post

This entry was posted in Info.
Tulisan ini sudah 1,964 kali dibaca

One comment on “5 Kondisi Gangguan Sistem Pencernaan Balita dan Cara Mengatasinya

  1. herni iwayantari on said:

    Hai mom , terimakasih info nya aku juga suka khawatir banget ketika si kecil gelisah dan sering banget nangis kalau popoknya kepenuhan , suka bingung mesti gimana . tapi sekarang aku tau anakku cocok banget pake pokana yang dipake sama anaknya ashanty itu , gak pernah bocor udah gitu lucu banget lagi gambarnya ada burung hantu kebetulan si kecil suka banget ,jadi ibu nyaman anak senang hihihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,379 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>