Episode Tumbang Di Masa Menyusui

Gambar Bayi dan Orangtuanya

Kata siapa blog saya isinya cuma yang bagus-bagusnya saja saat menjadi seorang ibu? Sama, seperti emak-emak di muka bumi ini, kalau mau mengeluh, semua hal bisa saja dikeluhkan. Tapi buat apa? Mending dinikmati rempongnya, dan tetep bersyukur, ternyata bisa juga ya dilalui, meskipun harus jungkir balik dan badan remuk rasanya. Kan malu juga sama yang buntutnya sudah tiga tapi nggak pernah ngeluh.

Selama masa menyusui ini, berat badan saya sudah balik seperti semula sebelum hamil sejak sebulan atau dua bulan usia Diana. Semua celana saya muat lagi, balik ke ukuran semula. Tanpa diet-dietan.

Dan kalau ada yang ketemu saya belakangan ini, pasti tahu kalau badan saya kurus kering. Yap, dari berat badan sebelum hamil 47 kg, sekarang ini turun drastis ke angka 42 kg! Jelas bukan kondisi yang prima.

Penyebab utamanya, tentu saja karena saya menyusui, sedangkan makanan yang masuk ke tubuh saya (meskipun menurut ukuran saya sudah cukup banyak) terbatas. Bukan karena saya nggak mau makan. Kebiasaan dan porsi makan saya memang segitu, jadi nggak bisa makan banyak-banyak dan sering-sering. Seorang teman bahkan sampai membelikan Apeton Weight Gain demi melihat saya agak gemukan.

Diana, kalau menyusu dalam semalam bisa berkali-kali, dan setiap pagi saya pasti bangun dalam kondisi yang lemas. Sedikit terbantu dengan roti sobek yang siap sedia menemani tidur, tetapi kemungkinan ya masih lebih sedikit gizinya dibandingkan dengan yang diperlukan oleh tubuh saya.

Semalam, saya pusing sekali. Sudah minum obat, berharap paginya bangun jadi sembuh. Tapi rupanya malah makin parah. Menggigil demam, padahal AC kamar sudah dikecilkan suhunya ke 28 derajat.

Dengan sisa tenaga, saya gendong Diana turun dari kamar dan mendudukkannya di atas stroller. Saya dorong ke rumah bulik saya. Lha kok ndilalah bulik saya pergi, rumah kosong. Mata saya berkunang-kunang, sudah nggak bisa ngelihat lagi, hampir pingsan.

Untung ada anaknya depan rumah bulik saya yang libur. Meski baru kelas 1 SD, sudah bisa momong lah ya..

“Mbak Wawa, tolong temenin Diana dulu ya”

Saya langsung masuk ke rumahnya Wawa, minta tolong mamanya untuk ngerokin. Padahal ya saya itu jarang (bisa dibilang nggak pernah) dikerokin. Merah padam hasilnya.

Selesai dikerokin, saya titipin Diana ke bulik saya yang sudah pulang. Saya tidur, istirahat.

Dan sampai sekarang, badan masih lemes, pusingnya juga masih muncul. Kalo lagi sakit gini nih, dalam hati berjanji mau makan sebanyak-banyaknya dan banyakin sayuran, tapi kalo udah sehat suka lupa dan males lagi. 😆

Ya, gitu deh…

Intinya, saya ya manusia normal gitu lhoh. Ada saatnya sakit. Ada kalanya keadaan rumah juga acak-acakan. Tapi kan yang begituan malesin banget kalau diumbar-umbar di blog. Yang baca juga auranya jadi negatif. Mending kan berbagi hal-hal yang positif.

Bukan begitu?

Tulisan ini sudah 8,875 kali dibaca

4 comments on “Episode Tumbang Di Masa Menyusui

  1. Kalo Bayi masih kecil dan panas biasanya lekas pinter, atau “Ape Pinter” kata Orang Jawa dulu.

  2. dayu ita on said:

    sepertinya problem kita sama mbak, berat badan saya sekarang kembali seperti sebelum hamil cuma 47 kg, dan itu terlihat kurus sekali saya menyusui full sampai sekarang baby saya sudah 11 bulan, apa karena itu ya BB saya turun drastis dan terlihat tidak sehat..

  3. ayu sulandriyo on said:

    iya sm dg sy, bb sy normalnya 49-51kg. slm menyusui tgal 40kg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,149 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>